← Beranda
Filosofi Lirik Koplo Kelayung-layung Versi Habib Ja’far dan Nopek Novian
Elli Devi FitrianiSabtu, 22 Juli 2023 | 21.30 WIB
Habib Ja’far (instagram husein_hadar)

JawaPos.com - Habib gaul yang dikagumi oleh banyak orang, Habib Husein Bin Ja’far Al Hadar membuat sebuah konten filosofi dari lagu Kelayung-layung bersama komedian Nopek Novian pada Sabtu (15/7) lalu. Beliau mengungkapkan bahwa Kelayung-layung adalah lagu koplo yang penuh dengan makna.

Dilansir dari YouTube resmi Habib Ja’far pada Sabtu (22/7), beliau bersama Nopek mengartikan satu persatu dari lirik Kelayung-layung dengan seksama. Habib Ja’far juga mengungkapkan bahwa lagu koplo aslinya memiliki arti yang dalam namun saja setelah dicover oleh orang yang salah, lagu ini berubah menjadi lagu biasa karena dicampur dengan nuansa mabuk.

Hal itulah yang menjadikan musik berlabel haram, karena mereka menggandengkan musik dengan arak, ciu dan sejenisnya. Padahal makna dari lagu-lagu tersebut memiliki arti yang dalam, seperti Kelayung-layung. Bahkan Habib Ja’far dan Nopek mengaku merinding dengan lirik tersebut.

Berikut arti lirik kelayung-layung yang diterjemahkan oleh Habib Ja’far dan Nopek Nofian:

Baca Juga: Keinginan Aji Santoso Kepada Bonek saat Persebaya Surabaya Menjamu RANS Nusantara

Ono tangis kelayung-layung

Ada tangis yang tersedu-sedu, terisak-isak, sesenggukan, tangis yang tidak dapat digambarkan oleh apapun.

Tangise wong kang wedi mati

Tangis seseorang yang takut akan kematian. Habib ja’far menambahi bahwa Rasulullah pernah bersabda bahwa manusia yang di dunia menangisi kehidupan nya nanti akan digantikan oleh Allah disurga, ia akan dipenuhi dengan tawa. Namun sebaliknya, jika seseorang itu sering tertawa didunia dalam hal negatif maka di akhirat pun akan sering menangis.

Gedhongono koncenono, yen wis mati mongso urungo

Walaupun sudah bersembunyi di gedung yang tekunci, kalau kematian sudah tiba manusia tidak bisa melakukan apa-apa. Manusia tidak bisa menunda kematiannya, entah dari waktu atau tempat matinya. Intinya, orang sekarat pun kalau belum waktunya, mereka tidak akan mati jika itu memang belum waktunya ia mati. Sebaliknya, jika memang itu adalah waktunya mati maka ia pun tidak bisa menghindar karena yang abadi hanyalah Allah semata.

Baca Juga: OJK Terbitkan Aturan Pemisahan Unit Syariah Perusahaan Asuransi dan Perusahan Reasuransi

Ditumpakke kereto jowo, rodane rodo menungso

Orang meninggal akan naik keranda yang di gotong oleh manusia dan diantarkan ke peristirahatan terakhir dengan mengucapkan kalimat tauhid di sepanjang jalan.

Ditutupi ambyang-ambyang, disirami banyune kembang

Tubuh mereka ditutupi oleh kain hijau bertuliskan kalimat istirja’ dan setelah dimakamkan, kuburannya akan disirami oleh air dan ditaburi bunga.

Duh Gusti Allah, kulo nyuwun pangapuro, ning sayange wes ra ono guno

Ya Allah, saya minta maaf atas segala perbuatan saya, namun sayangnya sekarang sudah tidak ada guna. Dalam surat Al Munafiqun ayat 10, mayat yang sudah mati dalam keadaan buruk merasa sakit. Seberapa banyak mereka berandai-andai untuk memperbaiki kelakuan nya di dunia tidak akan bisa kembali. Sehingga lakukanlah sedekah sekecil apapun, misalnya senyum, berbagi ilmu, husnudzon dll.

EDITOR: Bintang Pradewo