JawaPos.com— Memelihara kucing atau anabul alias anak bulu, memerlukan penanganan khusus untuk membuang limbah atau kotorannya.
Oleh karena itu, pasir kucing dibutuhkan sebagai media sanitasi bagi kucing. Naluriah kucing untuk buang air kecil dan besar di tanah dan pasir yang bisa digali membuat kucing peliharaan membutuhkan pasir kucing.
Menggunakan pasir kucing juga menjadi solusi agar kucing tidak membuang hajat secara sembarangan. Selain itu, pasir kucing bukan pasir biasa sudah dibentuk sedemikian rupa agar tidak membuat ruangan dan rumah sang pemilik kucing bau.
Masalahnya, bagi pemilik kucing yang tidak memiliki lahan pasir kucing tidak bisa dibuang di lahan kosong.
Membuang sampah pasir kucing seperti membuang sampah pada umumnya juga penuh risiko karena pasir kucing telah mengandung kotoran yang membutuhkan penanganan khusus untuk mengolahnya.
Pasir Kucing Organik Ramah Lingkungan Bisa Jadi Alternatif
Kalau kamu butuh pasir kucing yang tidak membuatmu bingung dengan sampah pasir kucingnya, pasir kucing organik bisa jadi salah satu alternatifnya.
Dilansir dari laman Tippaws, pasir kucing organik merupakan pasir yang terbuat dari bahan alami yang dapat terurai. Misalnya kayu, kertas, jagung, hingga sabut kelapa.
Pasir kucing yang bukan terbuat dari bahan organik terbuat dari tanah liat yang telah dicampur dan diproses secara kimiawi atau disebut juga bentonite.
Dalam proses pembuatannya bentonite untuk pasir kucing sering menyebabkan kontroversi. Menurut laman Cats.com, proses pembuatan bentonite sebagai bahan dasar pasir kucing melalui penambangan yang dapat merusak alam dan lingkungan.
Selain itu dalam penggunaannya, pasir kucing yang bukan berbahan organik dari bentonite ini tidak dapat terurai secara alami. Sehingga saat dibuang hanya akan berakhir menjadi sampah dan berpotensi mencemari lingkungan.
Keunggulan Pasir Kucing Organik
Pasir kucing organik memiliki beberapa keunggulan dibanding pasir kucing yang terbuat dari tanah bentonite.
Pertama, ramah lingkungan. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa pasir kucing terbuat dari bahan organik yang dapat terurai
Kedua, praktis. Karena bahannya mudah terurai, maka kandungan bahan organik membantu mempercepat proses uraian pasirnya. Sehingga bisa dibuang langsung ke toilet dengan disiram seperti menyiram kotoran pada umumnya. Pasir kucing organik juga dikenal dengan istilah pasir kucing flushable karena bisa dibuang dengan cara flush di toilet.
Atau kalau ingin membuat ke lahan terbuka misalnya di tanah, jejaknya tidak akan menghilang dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Ketiga, aman untuk anabul. Pasir kucing organik tidak mengandung bahan kimia yang dapat membahayakan kucing. Dilansir dari laman Cats.com, pasir berbahan tanah liat yang bukan pasir organik diketahui mengandung bahan kimia berbahaya yang bersifat karsinogenik, yang dapat terbawa udara dan tertelan oleh kucing dan dapat menyebabkan penyakit salah satunya asma pada kucing.
Rekomendasi Merk Pasir Kucing Organik
Ada berbagai merk pasir kucing organik yang tersedia di toko maupun dapat dibeli secara online. Namun kebanyakan pasir organik yang dijual di pasaran adalah pasir organik berbahan kedelai atau tofu soya cat litter.
Untuk ukuran pasir kucing organik, umumnya berisi 7 Liter yang dijual di pasaran. Dengan harga sekitar lima puluh hingga seratus ribu rupiah per kantongnya.
Berikut beberapa rekomendasi merk pasir kucing
Pasir Kucing Palmo’s Cocopaws
Pasir kucing merk Palmo’s terbuat dari kelapa organik yang telah dihaluskan. Saat masih baru bentuknya sangat padat seperti batu bata. Setelah diletakkan di kotak pasir, siram air hangat agar menjadi serbuk dengan tekstur seperti pasir.
Dilansir dari akun Instagram @palmo.pets, satu kemasan pasir kucing Palmo dapat digunakan selama delapan minggu untuk satu ekor kucing.
Menggunakan pasir kucing organik Palmo sebanyak 7 L setara dengan 14 L pasir gumpal atau pasir tanah bentonite. Harga satu kemasan berukuran 7 L di pasaran mulai dari Rp.51.500-55.000.
Kawan Natural Pine Wood Cat Litter
Pernah terpikir tidak kalau pasir kucing terbuat dari kayu pohon pinus? Pasir kucing dari bahan kayu pohon pinus di Indonesia dengan merk Kawan.
Dilansir dari laman Makassarhobi, pasir kucing Kawan terbuat dari kayu pinus yang berasal dari Rusia tanpa ada bahan kimia tambahan. Dengan harga rata-rata di pasaran Rp.150.000-200.000 untuk kemasan 10 kg.
Life Cat Tofu Litter
Pasir kucing tofu paling sering dan mudah ditemui di toko makanan dan perlengkapan hewan peliharaan. Dilansir dari laman Evopet, Life Cat Tofu tersedia dengan berbagai bau. Ada empat varian bau yakni bubble gum, macchiato boba, matcha, dan mango smoothies.
Harga Life Cat Tofu di pasaran sekitar Rp.50.000-70.000 untuk satu kemasan dengan ukuran 7 L
Dengan berbagai keunggulan mulai dari ramah lingkungan, aman untuk anabul, hingga praktis karena bisa langsung dibuang ke toilet atau flushable, pasir kucing organik menjadi pilihan yang lebih praktis dan berkelanjutan.
***