← Beranda

Mengenali 7 Kebiasaan Malam yang Kerap Menghambat Kualitas Tidur Seseorang

Aunur RahmanSabtu, 1 November 2025 | 00.46 WIB
Ilustrasi seseorang yang sedang melihat layar ponsel di tempat tidur dengan wajah lelah, padahal lampu kamar sudah dimatikan. (Freepik)

JawaPos.com - Banyak orang menghadapi masalah sulit tidur nyenyak, padahal tidur adalah bagian penting dari kesehatan mental dan fisik.

Sering kali, akar masalah ini tidak terletak pada tempat tidur itu sendiri, melainkan pada kebiasaan yang dilakukan sebelum tidur. Kebiasaan malam yang tampaknya sepele justru secara diam-diam dapat mengganggu kemampuan otak dan tubuh untuk beristirahat.

Ini adalah kebiasaan yang lebih dalam dan sering tidak disadari yang secara diam-diam mengganggu kemampuan Anda untuk bersantai.

Melansir dari Geediting.com, dengan mengidentifikasi tujuh kebiasaan buruk ini, Anda dapat mulai menciptakan rutinitas malam yang lebih mendukung tidur berkualitas. Membangun "pendaratan yang lembut" sebelum tidur adalah langkah awal yang paling penting.

1. Langsung Beralih dari Stimulasi ke Keheningan

Banyak orang berharap pikiran mereka langsung mati setelah seharian beraktivitas yang padat dan serba cepat. Anda tidak bisa langsung beralih dari pekerjaan berat atau scrolling media sosial ke tidur secara instan. Ini adalah kebiasaan yang secara umum tidak berhasil sama sekali.

Yang membantu adalah membangun jeda, seperti meredupkan lampu atau melakukan peregangan ringan. Ini memberitahu tubuh bahwa hari sudah selesai dan waktunya untuk bersantai.

2. Menjadikan Kamar Tidur sebagai Ruang "Aktivitas" Lain

Jika tubuh Anda mengasosiasikan tempat tidur dengan kegiatan seperti membalas email atau menonton film, hubungan antara tempat tidur dan tidur akan hilang. Menggunakan kamar tidur untuk aktivitas selain istirahat membuat pikiran Anda terus bekerja. Pikiran tidak akan bisa mati secara otomatis saat berbaring.

Coba tetapkan batasan lebih jelas, seperti tidak menggunakan laptop di tempat tidur. Gunakan aroma menenangkan seperti lavender untuk memberi sinyal waktu istirahat yang tepat.

3. Memproses Hari Terlalu Larut

Menunda pemikiran dan kekhawatiran yang tersisa sepanjang hari hingga Anda berada di tempat tidur adalah kebiasaan yang merusak. Ini membuat pikiran Anda sibuk bekerja persis saat Anda harus bersantai. Waktu tidur bukanlah momen yang tepat untuk menganalisis masalah Anda.

Anda bisa mencoba menjadwalkan "pembersihan mental" setelah makan malam. Luangkan sepuluh menit untuk memikirkan kekhawatiran yang tersisa dan menyelesaikannya.

4. Menganggap Layar Gawai sebagai "Teman" yang Tidak Berbahaya

Cahaya biru dari gawai akan menipu otak Anda dan menunda pelepasan melatonin, hormon tidur yang sangat penting. Perangkat seperti smartphone dan tablet adalah perusak tidur yang umum dan parah. Paparan cahaya ini akan membuat Anda lebih sulit untuk jatuh tertidur.

Cobalah untuk menjauhkan layar setidaknya satu jam sebelum tidur untuk memberi waktu otak bersiap. Perlakuan lembut ini akan sangat membantu.

5. Meremehkan Dampak Makanan dan Minuman

Apa yang Anda konsumsi di malam hari sangat memengaruhi kualitas istirahat Anda sepanjang malam. Terlalu banyak gula, kafein, atau alkohol dapat menyabotase tidur malam Anda secara diam-diam. Kafein tetap berada dalam sistem tubuh lebih lama dari perkiraan.

Meskipun alkohol mungkin membantu Anda cepat tidur, ia justru membuat siklus tidur terfragmentasi. Hindari minuman ini beberapa jam sebelum tidur.

6. Mengabaikan Sisa Emosi Negatif

Emosi yang terpendam dan tidak diproses pada siang hari akan muncul saat Anda mencoba beristirahat. Perasaan gelisah atau cemas adalah sisa emosi yang tidak teratasi dari aktivitas sehari-hari Anda. Ini akan membuat pikiran terus berputar tidak karuan.

Selain journaling, cobalah peregangan ringan atau jalan kaki perlahan di malam hari. Ini dapat membantu melepaskan ketegangan emosional yang tertinggal.

7. Tidak Konsisten dengan Jadwal Tidur

Tubuh manusia sangat menyukai rutinitas yang teratur dan jadwal tidur yang konsisten. Kebiasaan tidur dan bangun pada waktu yang berbeda setiap hari dapat mengacaukan jam internal tubuh. Ini akan menyulitkan Anda untuk tidur dan bangun tepat waktu.

Cobalah untuk menjaga jadwal tidur yang sama, bahkan di akhir pekan. Konsistensi membantu mengatur ritme sirkadian tubuh Anda dengan baik.

Mengatasi masalah sulit tidur bukanlah soal mencoba tidur lebih keras atau memaksakan diri. Sebaliknya, hal itu adalah soal mengubah kebiasaan rutin malam hari yang Anda lakukan. Kesadaran akan kebiasaan-kebiasaan ini adalah kunci untuk memulihkan tidur yang nyenyak.

Membangun rutinitas malam yang lembut dan menenangkan akan mengirimkan sinyal kepada tubuh bahwa waktu istirahat sudah tiba. Tidur yang berkualitas akan memberikan energi, mood yang lebih baik, dan kejernihan pikiran.

EDITOR: Novia Tri Astuti