← Beranda

4 Jenis Hadiah yang Sebaiknya Kamu Tolak Kalau Ingin Hidupmu Lebih Positif

M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 18 Oktober 2025 | 14.55 WIB
Ilustrasi. (pexels.com)

JawaPos.com - Pernah merasa hidupmu seperti dikelilingi kesialan bertubi-tubi, sementara orang lain seolah dilindungi keberuntungan? Bisa jadi, penyebabnya bukan pada “nasib,” tapi di hal-hal yang kamu terima tanpa sadar.

Ada benda-benda tertentu yang menurut banyak kepercayaan dan pengalaman spiritual, bisa membawa energi negatif ke dalam hidupmu.

Benda-benda ini mungkin tampak biasa saja, tapi menyimpan vibe yang bisa mengacaukan keseimbangan energi, bahkan menurunkan keberuntunganmu.

Berikut 4 hadiah yang sebaiknya kamu tolak dengan sopan, kalau kamu ingin hidup yang lebih tenang, berlimpah, dan penuh energi positif seperti dirangkum dari YouTube Soul Sync.

1. Garam

Kedengarannya sepele banget, kan? Tapi tahukah kamu, garam dipercaya sejak ribuan tahun lalu sebagai konduktor energi. Bukan listrik, tapi energi emosional dan spiritual.

Di banyak kebudayaan garam digunakan untuk ritual pembersihan, perlindungan, hingga pengusiran energi jahat. Masalahnya, garam juga bisa menyerap energi orang lain. 

Jadi kalau seseorang memberimu garam, apalagi setelah mereka memegangnya, bisa jadi kamu juga bisa menerima energi negatif mereka seperti stres, sedih, atau marah.

Kalau seseorang menawarkan garam, tolak dengan sopan dan ambil sendiri. Dan kalau kamu mau menetralkan garam di rumah, biarkan semalaman di bawah sinar bulan atau beri doa positif agar hanya membawa energimu.

2. Cermin

Cermin bukan cuma alat untuk ngaca sebelum selfie. Dalam banyak budaya, cermin dianggap sebagai gerbang energi. Bahkan disebut-sebut bisa menyerap dan memantulkan getaran emosional di sekitarnya.

Bayangkan kalau kamu diberi cermin bekas dari rumah orang lain tanpa kamu tahu energi apa yang sudah terekam di sana. Bisa jadi dari orang yang dulu hidupnya penuh amarah, kesepian, atau kesedihan.

Dan ketika kamu menggantungnya di rumahmu, semua itu ikut “hidup” kembali dalam energimu.

Kalau seseorang memberi cermin, katakan dengan sopan bahwa kamu lebih suka memilih sendiri. Kalau sudah terlanjur punya cermin bekas, bersihkan energinya: usap perlahan dengan air garam, jemur di bawah sinar matahari atau bulan, atau gunakan asap dupa untuk menetralkan energinya.

3. Kasur Bekas

Tidur adalah waktu ketika tubuh dan pikiranmu paling terbuka terhadap energi. Dan kasur yang bersentuhan langsung denganmu selama berjam-jam setiap malam, menyerap semua getaran itu: pikiran, mimpi, bahkan mimpi buruk.

Kasur bekas? Itu seperti tidur di dalam “arsip emosional” orang lain. Mulai dari stres, trauma, hingga energi seksual yang kuat, semuanya tersimpan di sana.

Jadi jangan heran kalau kamu sulit tidur, sering mimpi aneh, atau bangun dengan suasana hati buruk setelah menggunakan kasur yang pernah dipakai orang lain.

Selalu pilih kasur baru untuk dirimu sendiri. Kalau kamu sudah terlanjur punya kasur bekas, bersihkan dengan soda kue, jemur di bawah sinar matahari, dan beri aroma minyak esensial untuk menetralkan energinya.

Dan ingat: jangan pernah memberikan kasur bekasmu ke orang lain. Karena itu artinya kamu juga sedang “mengoper” energimu.

4. Dompet atau Tas Bekas

Dompet dan tas bukan sekadar aksesoris. Mereka adalah wadah energi finansialmu tempat uang, kartu, dan simbol keamanan hidupmu tersimpan.

Setiap kali kamu menggunakan dompet, energi tentang uang ikut mengalir di sana: rasa syukur, stres, kekhawatiran, atau bahkan keyakinan negatif soal uang. 

Kalau kamu menerima dompet bekas dari seseorang yang sering bermasalah dengan keuangan, energi itu bisa ikut berpindah ke kamu tanpa disadari.

Selalu pilih dompet atau tas sendiri. Kalau sudah terlanjur menerima, bersihkan dengan air garam (hati-hati dengan bahannya), biarkan di bawah sinar matahari atau bulan, dan masukkan uang kertas baru atau batu citrine sebagai simbol keberuntungan.

Empat benda ini mungkin tampak biasa, tapi punya efek besar terhadap keseimbangan energi kita. Ini bukan tentang menolak hadiah dengan kasar, tapi tentang kesadaran energi: memilih apa yang pantas masuk ke dalam hidupmu.

Setiap benda punya getarannya sendiri. Dan saat kamu mulai memperhatikan hal-hal kecil seperti ini, kamu sedang membangun lingkungan yang mendukung, melindungi, dan memperkuatmu.

EDITOR: Novia Tri Astuti