← Beranda

Ini Dia Jurusan Kuliah yang Cocok Berdasarkan Tipe Kepribadian MBTI, Pilih Sesuai Bakat agar Tidak Salah!

Muhammad Taufiq IqbalRabu, 17 September 2025 | 04.26 WIB
Ilustrasi tipe-tipe MBTI (Dok. Freepik)

 

 JawaPos.com - Menentukan jurusan kuliah ibarat memilih jalan panjang yang akan memengaruhi masa depan. Tidak sedikit mahasiswa merasa salah jurusan karena tidak mengenal minat dan bakat diri sejak awal. Nah, salah satu cara menarik yang bisa membantu adalah memahami MBTI (Myers-Briggs Type Indicator). 

Dilansir dari Myers-Briggs Foundation, MBTI merupakan tes kepribadian yang membagi manusia ke dalam 16 tipe berdasarkan empat dimensi utama: Ekstrovert–Introvert, Sensing–Intuition, Thinking–Feeling, dan Judging–Perceiving. Walau bukan alat mutlak, MBTI bisa menjadi panduan untuk menemukan jurusan kuliah yang selaras dengan karakter pribadi.

Ekstrovert vs Introvert: Dunia Luar atau Dunia Dalam?

Dilansir dari Verywell Mind, tipe ekstrovert cenderung menyukai aktivitas yang melibatkan interaksi sosial dan kerja sama tim. Ekstrovert (E) lebih berenergi saat berinteraksi dengan orang lain. Jurusan seperti Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, Manajemen, atau Pariwisata sering kali jadi pilihan tepat. 

Sedangkan Introvert (I) lebih nyaman bekerja sendiri dan fokus pada analisis mendalam. Jurusan seperti Ilmu Komputer, Sastra, Matematika, atau Psikologi bisa memberi ruang untuk berkembang. Menurut Truity, introvert sering merasa lebih produktif saat dapat mendalami ide dan konsep dalam suasana tenang.

Sensing vs Intuition: Realistis atau Visioner?

Sensing (S) cenderung menyukai fakta konkret dan detail nyata. Cocok masuk ke jurusan Kedokteran, Keperawatan, Akuntansi, atau Teknik Sipil. 

Dilansir dari MBTIonline.com, tipe Intuition sering kali menemukan ide-ide besar yang membuat mereka unggul di bidang kreatif dan strategis. Intuition (N) suka membayangkan kemungkinan baru dan berpikir kreatif. Jurusan Arsitektur, Ilmu Politik, Teknologi Informasi, atau Desain lebih sesuai.

Thinking vs Feeling: Logika atau Empati?

Thinking (T) membuat keputusan berdasarkan logika. Jurusan Hukum, Teknik, Ekonomi, atau Ilmu Komputer bisa jadi pilihan yang pas.

Feeling (F) mengutamakan empati dan hubungan sosial. Mereka sering berkembang di Psikologi, Pendidikan, Keperawatan, atau Seni.

Menurut buku Do What You Are karya Paul D. Tieger, mahasiswa dengan preferensi Feeling lebih sering mencari profesi yang memberi makna personal dan manfaat sosial.

Judging vs Perceiving: Terstruktur atau Fleksibel?

Judging (J) menyukai hal-hal yang teratur dan terencana. Jurusan Administrasi Publik, Farmasi, atau Akuntansi bisa sangat cocok.

Perceiving (P) lebih fleksibel dan spontan. Jurusan Desain Grafis, Jurnalistik, Film, atau Antropologi dapat memberi ruang eksplorasi.

Dilansir dari Truity.com, tipe Perceiving biasanya lebih terbuka terhadap perubahan dan lebih mudah beradaptasi dalam dunia kreatif.

Contoh Kombinasi MBTI dan Jurusan

  • ENTJ (The Commander): Manajemen Bisnis, Hukum, Hubungan Internasional.
  • INFJ (The Advocate): Psikologi, Pendidikan, Sastra.
  • ISTP (The Crafter): Teknik Mesin, Arsitektur, Teknologi Informasi.
  • ENFP (The Campaigner): Ilmu Komunikasi, Desain, Pariwisata.

Bayangkan seorang INFJ yang sejak SMA suka mendengarkan cerita teman-temannya. Ia memilih jurusan Psikologi dan menemukan bahwa dunia konseling benar-benar sesuai dengan panggilan hatinya. Atau seorang ENTJ yang senang memimpin organisasi, kemudian memilih Manajemen Bisnis karena sesuai dengan karakter kepemimpinannya. 

MBTI memang bisa menjadi panduan, tetapi bukan satu-satunya penentu. Pertimbangan lain seperti minat pribadi, prospek karier, dan kondisi dunia kerja tetap sangat penting. Seperti yang dikatakan Paul Tieger dalam Do What You Are, "Memahami diri sendiri adalah langkah pertama untuk menemukan pekerjaan yang membuat Anda puas dan bahagia."

 

EDITOR: Candra Mega Sari