JawaPos.com – Sunscreen atau tabir surya adalah langkah penting dalam rutinitas perawatan kulit, baik saat cuaca cerah maupun mendung. Fungsinya adalah untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV) yang bisa menyebabkan berbagai masalah kulit, seperti kulit terbakar, penuaan dini, flek hitam, hingga kanker kulit.
Namun, tak banyak yang tahu bahwa ada dua jenis utama sunscreen, yaitu chemical sunscreen dan physical sunscreen. Keduanya sama-sama efektif, tapi memiliki cara kerja dan kecocokan yang berbeda dengan jenis kulit.
Dilansir dari dermalogica.com, physical sunscreen dikenal juga dengan sebutan mineral sunscreen. Sunscreen jenis ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di atas permukaan kulit yang akan memantulkan sinar matahari, sehingga sinar UV tidak menembus ke dalam kulit. Biasanya, physical sunscreen mengandung bahan aktif seperti zinc oxide atau titanium dioxide. Keunggulannya adalah langsung bekerja begitu diaplikasikan ke kulit, tanpa perlu menunggu.
Di sisi lain, chemical sunscreen bekerja dengan cara menyerap sinar UV ke dalam kulit, lalu mengubahnya menjadi panas yang kemudian dilepaskan dari tubuh. Karena proses ini, chemical sunscreen membutuhkan waktu sekitar 15–20 menit sebelum mulai bekerja secara efektif. Bahan aktif yang umum ditemukan dalam jenis ini meliputi avobenzone, oxybenzone, atau octinoxate.
Salah satu perbedaan yang paling terasa adalah dari segi tekstur dan tampilan. Physical sunscreen cenderung lebih kental dan bisa meninggalkan white cast atau bekas putih di kulit, terutama pada kulit berwarna gelap. Namun, kini banyak physical sunscreen modern yang sudah diformulasikan agar lebih ringan dan tidak meninggalkan bekas. Sementara itu, chemical sunscreen biasanya memiliki tekstur ringan, mudah meresap, dan tampak transparan di kulit.
Jenis Kulit dan Kondisi yang Cocok untuk Masing-Masing Sunscreen
Pemilihan sunscreen sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit agar hasilnya lebih optimal, karena kandungan dan reaksi tiap jenis kulit terhadap kedua jenis sunscreen bisa berbeda.
1. Sensitif
Untuk kamu yang memiliki kulit sensitif atau mudah iritasi, physical sunscreen adalah pilihan terbaik karena formulanya tidak menyerap ke dalam kulit, sehingga risiko iritasi lebih kecil. Kandungan seperti zinc oxide juga dikenal bersifat menenangkan kulit.
2. Berminyak dan berjerawat
Jika kamu memiliki kulit berminyak atau berjerawat, sebaiknya pilih physical sunscreen dengan formula bebas minyak (oil-free) dan non-komedogenik agar tidak menyumbat pori. Physical sunscreen juga membantu mengurangi peradangan karena tidak mengandung bahan kimia penyerap sinar UV.
3. Kering atau Normal
Bagi pemilik kulit kering atau normal, chemical sunscreen bisa jadi pilihan yang lebih nyaman. Formulanya yang ringan dan mengandung bahan pelembap bisa membantu menjaga kelembapan kulit sepanjang hari. Selain itu, teksturnya yang cepat menyerap membuatnya ideal dipakai di bawah makeup.
4. Kulit Sawo Matang
Untuk kamu yang memiliki kulit gelap, chemical sunscreen bisa menjadi pilihan yang lebih baik karena tidak meninggalkan white cast. Hasil akhirnya cenderung transparan dan menyatu dengan warna kulit.
5. Untuk Aktifitas Luar Ruangan atau Mudah berkeringat
Jika kamu sering beraktivitas di luar ruangan atau banyak berkeringat, physical sunscreen bisa menjadi pilihan karena bekerja langsung dan biasanya lebih tahan terhadap paparan sinar matahari. Beberapa produk juga tahan air, cocok untuk digunakan saat berenang atau berolahraga.
Intinya, tidak ada jenis sunscreen yang lebih baik dari yang lain. Yang terpenting adalah memilih sunscreen yang paling cocok dan nyaman digunakan setiap hari, lalu mengaplikasikannya secara cukup dan rutin.
Gunakan sunscreen minimal SPF 30, dan jangan lupa untuk mengoleskannya kembali setiap dua jam, terutama setelah berkeringat atau berenang.
Dengan menggunakan sunscreen yang sesuai dengan jenis kulit, kamu bisa menjaga kulit tetap sehat, terhidrasi, dan terlindungi dari bahaya sinar matahari dalam jangka panjang.
(*)