JawaPos.com - First date mungkin meninggalkan kesan yang membingung setelahnya karena anda merasa grogi sepanjang pertemuan.
Haruskah anda mengirim pesan feedback terlebih dahulu? Atau menunggu mereka yang berkirim pesan? Atau tiba-tiba anda cukup mengirim stiker lucu saja?. Semua kebingungan itu akan anda temukan jawabannya di sini.
Mungkin anda bertanya-tanya kenapa pesan setelah first date menjadi urusan besar. Ternyata mengirim pesan setelah first date menunjukkan rasa apresiasi dan ketertarikan agar anda bisa menetapkan langkah selanjutnya.
Selain itu, berkirim pesan setelah first date bisa menunjukkan bahwa anda menyukai mereka. Mengucapkan terimakasih atas waktu, kebersamaan, dan usahanya dapat menjadi tanda bahwa anda tertarik.
Menurut verywellmind.com berikut beberapa alasan kuat mengapa mengirim pesan setelah first date bisa membuka jalan ke hubungan yang lebih serius.
Menunjukkan ketertarikan
Sebuah chat yang singkat bisa memberi tahu gebetan bahwa anda menikmati momen bersama.
Mengurangi kebingungan
Daripada anda saling menunggu perasaan masing-masing, pesan singkat yang dikirim bisa menunjukkan semuanya.
Menjaga komunikasi agar tetap hidup
Kesan manis lewat teks bisa menjadi jembatan menuju kencan selanjutnya.
Membantu melangkah ke tahap selanjutnya
Jika anda ingin bertemu lagi, maka chat singkat menjadi solusi untuk mengatur janji kedua.
Cara sopan untuk menghargai seseorang
Bahkan jika anda tidak berminat untuk melanjutkan hubungan, menyampaikan terima kasih bisa menjadi langkah yang berkelas.
Memberi penutup jika memang anda tidak tertarik
Tidak semua first date berakhir dengan manis. Tapi pesan sopan bisa menghindari ghosting dan memberi akhir yang baik.
Selanjutnya, adalah beberapa contoh pesan yang bisa anda jadikan inspirasi untuk dikirim setelah first date.
Mengirim pesan follow-up
Pesan ini menunjukkan bahwa anda tertarik dan ingin menjaga percakapan agar tetap hidup. Anda bisa memulainya dengan kalimat:
“Hai, aku benar-benar senang malam ini! Semoga kamu sampai rumah dengan selamat”.
“Tadi itu seru banget! Yuk ketemu lagi dalam waktu dekat!”
“Senang banget bisa kenalan sama kamu. Semoga kamu juga menikmati waktunya ya”
Melakukan hal yang lebih spesifik
Menyinggung momen tertentu dari kencan bisa membuat pesan anda lebih istimewa.
“Kamu harus kasih tahu aku nama lagu yang kamu putar tadi. Penasaran banget”
“Cheesecake yang kita makan tadi enak banget. Siapa sangka mochi dan keju cocok banget?”
“Masih kepikiran pertanyaan trivia aneh tadi. Itu apa sih sebenernya?”
Berkirim pesan dengan gaya santai
Pesan setelah first date tidak perlu panjang ataupun mendalam. Cukup yang santai dan hangat seperti:
“Masih ketawa gara-gara cerita kamu tadi. Malamku jadi seru banget!”
“Tadi seru banget. Ga sabar bisa ketemu lagi”
“ kayaknya udah lama aku nggak ketawa sebanyak tadi. Makasih buat malam yang menyenangkan!”
Beberapa pendapat menyatakan bahwa humor adalah salah satu hal yang menarik di dalam pasangan.
Sesuaikan dengan energi mereka
Jika mereka mengirim pesan terlebih dahulu, maka anda bisa menyesuaikan energi tersebut agar tidak terkesan kaku.
Jika mereka mengirim pesan pendek dan santai, balas dengan cara yang sama: “Aku juga, seru banget tadi”
Jika mereka merasa antusias, balas dengan nada semangat: “Aku juga seneng banget, nggak sabar buat ketemu lagi!”
Jika mereka bersikap formal, maka ikuti juga gaya mereka: “Terima kasih, senang bisa bertemu denganmu juga”
Gaya komunikasi yang mirip juga bisa meningkatkan daya tarik satu sama lain.
Jujur soal perasaan
Sangat penting untuk jujur terhadap apa yang anda rasakan. Komunikasi yang jelas bisa mencegah salah paham diantara dua pihak.
“Aku benar-benar menikmati waktu bersama kamu, dan aku pengen ketemu lagi”
“Kamu orangnya asyik, tapi kayaknya aku nggak ngerasa ada kecocokan. Aku doakan yang terbaik buat kamu”
“Kayaknya kita nggak cocok untuk lanjut lebih jauh, tapi aku pengen tetap berteman”
Hindari kalimat berikut ini saat mengirim pesan setelah first date
Ketika anda merasa gugup, anda mungkin malah mengirim pesan yang terlalu berlebihan, yang membuat gebetan anda jadi serba salah membacanya.
“Aku merasa senang, tapi nggak tahu kamu gimana? Aku tidak maksa sih cuma pengen tahu aja pendapatmu?”
“Sebenarnya aku pengen mengirim pesan dengan lebih cepat, tapi takut kelihatan terlalu agresif, jadi aku nunggu kamu.. Tapi sampai sekarang malah ngecas kelamaan”
“Maaf ya kalau aku canggung, atau kebanyakan ngomong, atau justru kurang ngomong, atau tertawa terlalu keras. Pokoknya seru sih”.