← Beranda

Dari Australia hingga Jepang, Inilah Parfum-Parfum Paling Populer di 9 Penjuru Dunia

Indira Defa FortunaRabu, 9 April 2025 | 19.10 WIB
Ilustrasi parfum. (Unsplash)

JawaPos.com – Setiap orang memiliki selera parfum yang berbeda-beda.

Tak hanya preferensi olfaktori pribadi maupun terpengaruh endorsement dari selebriti serta tren yang naik dari media sosial, diam-diam lokasi geografis, budaya dan tradisi juga memengaruhi kita dalam memilih sebotol parfum untuk dibeli.

Apa yang dianggap sebagai "parfum nomor satu" akan bervariasi di setiap negara dan bebauan yang umum dihirup di lingkungannya. Baik itu bunga-bungaan lembut dari Eropa atau kayu gaharu dan kemenyan Asia dan Timur Tengah, setiap racikan punya cerita.

Menyadur dari Byrdie pada Rabu (8/4), inilah berbagai merek parfum yang saat ini menjadi paling populer di sembilan negara:

1. Brasil: Natura - Ekos Alma

Wangi citrus dan buah-buahan yang segar mendominasi pasar Brasil, dan penduduknya lebih memilih untuk membeli dari rumah produksi lokal. Ekos Alma dari Natura menjadi salah satunya, dengan profil wangi floral woody, parfum ini terinspirasi dari hutan hujan Amazon. Formulanya mengandung minyak atsiri khas sumber daya Amazon serta racikan minuman keras tradisional yang disebut alma, tersebut dalam judulnya.

2. Inggris: Jo Malone - Oud & Bergamot

Aroma manis dengan sentuhan citrus seperti Coco Mademoiselle dari Chanel sudah lama menjadi favorit di Inggris. Namun, sejak tahun 2010, tren mulai bergeser ke arah parfum uniseks dengan karakter aroma yang lebih kuat. Inilah alasan mengapa Oud & Bergamot Rich Extract Cologne Intense dari Jo Malone kini menjadi salah satu parfum terlaris di Britania Raya.

3. Amerika Serikat: Byredo - Mojave Ghost

Konsumen dari Amerika Serikat menyukai wangi bunga putih dan nilam, tak menggeser kepopuleran Chanel Chance, Coco Mademoiselle serta Viktor & Rolf Flowerbomb. Tetapi ada pula tren dalam wewangian anti-mainstream dari rumah produksi niche sebagai pembeda dari arus mayoritas atau menjadi pilihan acara spesial, seperti misalnya Mojave Ghost dari Byredo atau Santal 33 dari Le Labo.

4. Jepang: Parfums de Nicolaï - Fig Tea

Dalam budaya Jepang, penggunaan parfum dengan aroma yang terlalu menyengat dianggap kurang sopan dan bisa melanggar norma kesopanan. Oleh karena itu, aroma yang ringan, segar, atau bernuansa citrus lebih banyak diminati. Merek-merek besar seperti Chanel pun belum terlalu mendominasi pasar parfum di Jepang, jika dibandingkan dengan popularitas aroma lembut seperti Fig Tea dari Parfums de Nicolaï yang lebih sesuai dengan selera lokal.

Baca Juga: 6 Aroma Parfum Tahan Lama untuk Wanita agar Tetap Wangi dan Segar Sepanjang Hari

5. Uni Emirat Arab: Memo - Irish Leather

Terkenal dengan oud, selera tanah Timur Tengah berbalik 180 derajat dengan Jepang. Minyak berkualitas tinggi dengan harum yang kaya dan tahan lama menjadi incaran. Uni Emirat Arab sedang melihat sebuah perubahan pasar lewat mencoba merek impor dengan wangi kuat daripada selalu memilih produksi lokal, dengan Irish Leather dari Memo sebagai salah satu yang terpopuler.

6. Australia: Frederic Malle - Portrait of A Lady

Seperti di Amerika Serikat, wewangian floral yang lembut dan tidak mengganggu hidung mayoritas orang masih ada di puncak tangga, namun keinginan untuk berekspresi secara individualistis mendorong masyarakat Australia mencari parfum dengan profil berbeda. Kebanyakan pilihan jatuh ke lingkup bebauan woody dan rempah yang hangat, seperti dicontohkan Portrait of A Lady dari Frederic Malle.

7. Argentina: Frassaï - Verano Porteño

Tren parfum pada masyarakat Argentina menunjukkan profil bau yang ringan, meningkatkan aura pemakainya dibanding menyelubunginya. Verano Porteño dari rumah produksi Frassaï dipersembahkan untuk menangkap suasana ibukota Buenos Aires lewat komposisi jeruk bergamot, melati, akar wangi, bahkan minuman tradisional Argentina yerba mate.

8. Italia: Hermés - Eau d’Hermès

Dikenal sebagai markasnya merek mewah, Chanel, Christian Dior serta Dolce & Gabbana mendominasi pasar Italia. Kaum wanita Italia menyukai parfum floral serta profil unik berkualitas tinggi. Namun seperti belahan dunia lainnya, mereka mulai mencoba wewangian yang ditujukan secara uniseks seperti Calvin Klein CK One dan CK2 serta Eau d’Hermès Hermés.

9. Prancis: Ex Nihilo - Cologne 352

Malah di negara asalnya, Coco Mademoiselle milik Chanel tidak menjuarai tangga parfum nasional. Tiga merek teratas di Prancis ialah Christian Dior, Guerlain dan Lancome. Tetapi bukannya tawaran rumah produksi niche diremehkan, gebrakan parfum anti-mainstream dengan wangi uniseks seperti Cologne 352 dari Ex Nihilo atau Bois Blonds milik Atelier Cologne mulai merayap naik.

(*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah