JawaPos.com - Hubungan asmara merupakan suatu hal yang cukup rumit, kita semua butuh menjalaninya dengan penuh rasa tulus menerima kelebihan serta kekurangan masing-masing.
Hubungan yang berlandasan cinta ini kenyataannya tidak semanis itu, bahkan di antara mereka ada yang saling menyakiti. Meskipun kita mencoba untuk memberikan rasa cinta yang sepenuhnya, tapi jangan lupa untuk mencintai diri sendiri.
Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Minggu (16/03) 7 nilai inti yang seharusnya tidak bisa dikompromikan dalam hubungan, di antaranya adalah:
1. Harga diri
Kita semua memiliki pemahaman dasar tentang apa artinya menghormati orang lain, tetapi seringkali gagal menerapkan standar yang sama pada diri sendiri.
Dalam hubungan masa lalu, kita sering berkompromi dengan harga diri untuk menjaga kedamaian. Entah itu berarti mentolerir perilaku tidak sopan atau membiarkan dia melampaui batas.
Menghormati diri sendiri berarti menghargai perasaan, pikiran, dan kebutuhan sendiri. Ini tentang mengakui nilai dan membela hak-hak pribadi, serta menetapakan standar mengenai cara orang lain harus memperlakukanmu.
Mengkompromikan harga diri untuk suatu hubungan mungkin tampak seperti pengorbanan kecil dalam jangka pendek, tetapi seiring waktu itu mengikis rasa harga diri. Maka percayalah, tidak ada hubungan yang sepadan dengan biaya itu.
2. Kejujuran
Kejujuran selalu menjadi masalah besar, tetapi ada saat ketika kita membiarkan kepentingannya dibayangi dalam hubungan. Semua dalam upaya untuk menjaga perdamaian dan menghindari konflik.
Kejujuran bukan hanya tentang mengatakan yang sebenarnya kepada orang lain, tapi juga tentang jujur pada diri sendiri agar mampu mengakui kekuatan dan kelemahan kita.
Maka jangan pernah berkompromi dengan kejujuran, jujurlah dengan siapa dirimu. Ingat, hubungan apapun yang dibangun di atas ketidakjujuran ditakdirkan untuk gagal.
3. Kemandirian
Sangat mudah untuk terhanyut dalam romansa dan kegembiraan pasangan baru. Kencan, percakapan larut malam, serta perasaan menjadi bagian dari 'kita' hingga sulit untuk menjadi independen.
Independen bukan tentang menyendiri, tapi tentang menjadi lengkap sendiri. Ini tentang memiliki minat, ambisi, dan hal lainnya di luar hubungan. Ingat, hubungan yang sehat terdiri dari dua keseluruhan, bukan dua bagian yang mencoba untuk membuat keseluruhan.
4. Kepercayaan
Kepercayaan adalah fondasi dari hubungan apapun, dan itu adalah sesuatu yang telah dipelajari untuk tidak berkompromi. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang biasanya dapat mendeteksi ketika pasangan menyembunyikan sesuatu dari mereka.
Ini menunjukkan bahwa intuisi tentang kejujuran pasangan sering kali akurat. Maka jangan pernah berkompromi dengan kepercayaan jika kamu terus-menerus meragukan pasangan, mungkin sudah waktunya untuk mengevaluasi kembali hubungan tersebut.
5. Pertumbuhan
Dalam sebuah hubungan, kamu harus merasa terdorong untuk mengejar hasrat, mempelajari hal-hal baru, dan terus berkembang sebagai individu. Pasangan harus menjadi pemandu sorak terbesar kamu dan sebaliknya.
Jadi jangan pernah berkompromi pada pertumbuhan. Hubungan seharusnya tidak menahan tetapi mendorong untuk maju dan itu harus menjadi sumber inspirasi, motivasi, dan pengembangan pribadi.
6. Komunikasi
Sebagaimana hubungan adalah tentang komunikasi dua arah. Saat itulah menemukan sebuah kutipan oleh psikolog terkenal, John Gottman: "Pemahaman harus mendahului saran."
Kutipan ini membuat kita menyadari bahwa komunikasi bukan hanya tentang berbicara, tapi tentang pemahaman.
Dalam sebuah hubungan, kedua belah pihak harus merasa didengar, dipahami, dan dihargai. Perasaan, pikiran, dan pendapat kamu penting.
7. Konflik
Mengabaikan masalah tidak membuat mereka menghilang, tapi itu hanya membuat pasangan tumbuh lebih besar. Saat itulah kita menyadari bahwa konflik bukanlah musuh dan yang paling penting adalah bagaimana cara mengelolanya.
Konflik dapat mengarah pada pertumbuhan dan pemahaman jika ditangani dengan benar. Ini memberikan kesempatan bagi setiap pasangan untuk memahami lebih baik.
Jadi intinya jangan pernah menghindar dari konflik karena takut akan ketidaksepakatan, dan sebaliknya belajarlah untuk menavigasinya secara efektif.
Mengutip dari laman Alodokter pada Minggu (16/03) bahwa hubungan yang sehat perlu adanya saling percaya, terbuka, menghargai, mampu menciptakan momen yang menyenangkan, serta tidak banyak menuntut.
Pastinya setiap hubungan juga jangan bersifat transaksional, semuanya dilakukan dengan cara yang tulus dan ikhlas, karena itulah cinta sejati.