JawaPos.com – Tanaman hias, terutama yang memiliki bunga berwarna-warni, selalu menarik perhatian dan menyegarkan pandangan.
Akan lebih menyenangkan jika tanaman tersebut termasuk jenis perennial, yang dapat tumbuh dan berbunga sepanjang tahun tanpa terbatas pada satu atau dua musim saja.
Namun, dalam dunia makhluk hidup, semakin mencolok sering kali berarti semakin berbahaya. Beberapa tanaman memiliki kandungan racun yang perlu diwaspadai, terutama jika Anda memiliki anak kecil, hewan peliharaan, atau ternak di sekitar rumah.
Meski begitu, bukan berarti Anda harus langsung menyingkirkan tanaman tersebut dari pekarangan. Dengan perawatan yang cermat dan kesadaran akan potensi bahayanya, Anda tetap bisa menikmati keindahan tanaman beracun ini secara aman.
Dikutip dari Homes and Gardens Newsletter pada Jumat (7/3), berikut adalah lima tanaman berbunga sepanjang tahun yang perlu ditangani dengan hati-hati karena mengandung racun.
1. Euphorbia
Tanaman hias dari keluarga Euphorbia banyak digunakan sebagai pembatas pekarangan di Indonesia karena batangnya yang berduri. Tanaman ini juga dikenal dengan sebutan "bunga delapan dewa", karena kelopak dan kuntumnya umumnya berjumlah kelipatan delapan.
Namun, perlu berhati-hati saat menanganinya. Pasalanya getah dari tanaman ini bersifat iritan dan sebaiknya sudah menjadi pengetahuan dasar bagi para perawat kebun. Kontak dengan getah euphorbia dapat menyebabkan ruam yang menyakitkan, bahkan jika mengenai mata, dapat menimbulkan rasa perih dan ketidaknyamanan yang luar biasa.
Saat memangkas batang euphorbia, disarankan untuk menggunakan sarung tangan dan, jika perlu, pelindung mata serta wajah demi keamanan.
2. Wolfsbane
Wolfsbane, atau dalam bahasa Latin Aconitum, lebih banyak ditemukan di daerah pegunungan di belahan utara dunia. Namun, reputasinya sebagai tanaman beracun sudah dikenal luas, terutama karena sering muncul dalam berbagai media. Tanaman ini juga dikenal dengan sebutan monkshood, karena bentuk bunganya menyerupai seseorang yang mengenakan jubah biru.
Wolfsbane mengandung acotinine serta senyawa alkaloid lain yang sangat beracun. Racunnya tidak hanya berbahaya jika tertelan secara tidak sengaja, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi kulit serta sensasi kesemutan atau rasa seperti tertusuk jarum pada area yang terpapar.
Saat menangani wolfsbane, gunakan sarung tangan untuk menghindari kontak langsung. Setelahnya, pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air hangat guna menghilangkan sisa racun yang mungkin menempel.
3. Lantana
Bunga Lantana sering dijadikan tanaman hias karena kuntum bunganya yang majemuk dan memiliki warna-warni cerah menyerupai kembang api. Tanaman ini juga dapat tumbuh dengan baik di iklim tropis seperti Indonesia.
Namun, masih banyak yang belum menyadari bahwa daun dan buah lantana yang masih hijau mengandung senyawa tripertene, yang beracun bagi hewan ternak, peliharaan, dan manusia. Pada hewan, racun ini dapat menyebabkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari, sementara pada manusia dapat memicu kelelahan, iritasi pencernaan, serta gangguan pernapasan.
Oleh karena itu, berhati-hatilah saat memangkas daun atau memungut buah lantana, dan pastikan untuk tidak sampai tertelan. Jauhkan hewan peliharaan maupun ternak dari tanaman ini untuk mencegah keracunan.
4. Helleborus
Helleborus atau mawar natal disukai penghobi tanaman di iklim empat musim karena punya masa berbunga di musim dingin. Mayoritas varian helleborus memiliki kadar racun tinggi di setiap bagiannya, paling fatal memengaruhi jantung.
Dalam catatan sejarah Yunani, pada tahun 595-585 sebelum Masehi, konon akar tanaman Hellborus digunakan untuk meracuni persediaan air Kota Kirrha. Nama Latin Helleborus sendiri diambil dari sumber Yunani, helein yang berarti "melukai" dan bora yang berarti "makanan".
Jauhkan Helleborus dari jangkauan anak-anak, terutama hewan peliharaan, agar mereka tidak menggali akarnya atau mengonsumsinya secara tidak sengaja.
5. Brugmansia atau Bunga Terompet
Bunga ini banyak ditanam di daerah dataran tinggi Indonesia. Bentuknya yang besar dan menggantung ke bawah sering menarik perhatian, terutama anak-anak yang penasaran dengan keindahannya.
Namun, jangan tertipu oleh tampilannya. Brugmansia, yang dikenal sebagai angel’s trumpet atau terompet malaikat, sebenarnya tidak memiliki manfaat, justru berbahaya. Seluruh bagian tanaman ini mengandung alkaloid beracun dalam dosis tinggi.
Keracunan akibat bunga terompet dapat menyebabkan pupil melebar dan penglihatan kabur. Jika tidak bisa memastikan lokasi penanaman yang benar-benar aman dari jangkauan anak-anak, sebaiknya hindari menjadikan tanaman ini sebagai hiasan di pekarangan. (*)