JawaPos.com - Pernahkah kamu melihat seseorang yang demam tinggi, batuk parah, hampir nggak bisa berdiri, tapi masih ngeyel bilang dia baik-baik saja dan tak mau pergi ke dokter? Atau mungkin itu Anda sendiri?
Faktanya, banyak pria lebih memilih menahan sakit daripada pergi ke dokter. Mereka berdalih itu "cuma flu", "bisa sembuh sendiri," atau bahkan dengan bangga bilang, "Saya nggak pernah ke dokter dan nggak mau mulai sekarang."
Kalau kamu pernah mencoba membujuk pria seperti ini buat periksa ke dokter, pasti rasanya seperti ngomong dengan tembok alias nggak ada efeknya. Tapi, kenapa sih banyak pria keras kepala soal kesehatan mereka sendiri?
Menurut psikologi, ada beberapa alasan kenapa mereka lebih memilih pura-pura sehat daripada mencari bantuan medis, dikutip dari Geediting, Rabu (12/2). Mari kita bahas!
1. Merasa Tangguh Berarti Nggak Boleh Mengeluh
Banyak pria tumbuh dengan keyakinan bahwa laki-laki sejati harus kuat dan nggak boleh menunjukkan kelemahan. Sayangnya, ini juga berlaku untuk sakit yang mereka alami.
Jadinya, alih-alih istirahat atau mencari pertolongan saat sakit, mereka memilih "melawan" penyakit itu. Padahal, semakin ditahan, semakin parah akibatnya.
Penyakit kan bukan sesuatu yang bisa hilang begitu saja. Simsalabim. Tetap harus diobati jika ingin sembuh
2. Minta Bantuan Sama dengan Lemah
Dari kecil sebagian pria diajarkan bahwa mengeluh itu bukan sifat laki-laki sejati. Bahkan ketika kesakitan, mereka tetap berpura-pura baik-baik saja. Sebab begitulah acaranya.
Misalnya, ada yang cedera waktu kecil tapi tetap maksa main, hanya karena takut dibilang lemah. Akibatnya? Sakitnya malah makin parah.
Padahal, tak apa untuk meminta bantuan. Semua orang pasti membutuhkan itu. Lagipula tak masalah kalau kamu lemah. Namanya juga manusia.
3. Berpikir Masalah Akan Hilang Sendiri
Ada yang percaya kalau mereka mengabaikan sakitnya, maka sakit itu akan hilang sendiri. Batuk lama? "Cuma alergi." Nyeri dada? "Ah, mungkin masuk angin."
Sayangnya, tubuh nggak bekerja seperti itu. Mengabaikan gejala cuma bikin masalah makin besar. Jadi, pergilah ke dokter!
4. Meremehkan Gejala yang Dialami
Banyak pria berpikir, "Kalau nggak sakit banget, berarti nggak ada masalah."
Padahal, beberapa penyakit serius seperti tekanan darah tinggi sering nggak menunjukkan gejala sebelum terlambat. Sakit kepala terus-menerus? Bisa jadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius, bukan sekadar stres.
5. Takut Kehilangan Kendali
Bagi sebagian pria, pergi ke dokter berarti menyerahkan kendali kepada orang lain. Mereka takut dokter akan bilang ada sesuatu yang serius, yang berarti mereka harus menjalani pengobatan atau mengubah gaya hidup mereka. Lebih mudah berpura-pura sehat daripada menghadapi kenyataan bahwa ada sesuatu yang salah.
6. Menganggap Diri Terlalu Sibuk
Banyak pria merasa mereka punya hal yang lebih penting daripada sekadar pergi ke dokter. Pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan berbagai kesibukan lainnya dianggap lebih mendesak. Ironisnya, kalau mereka jatuh sakit lebih parah nanti, justru semua hal itu akan terbengkalai.
7. Takut Mendengar Kabar Buruk
Kadang, lebih menakutkan mengetahui bahwa ada sesuatu yang salah daripada terus hidup dalam ketidaktahuan. Banyak pria menghindari dokter karena takut mendengar diagnosis buruk.
Tapi masalahnya, menghindari kenyataan nggak bikin masalahnya hilang. Malah, penyakit bisa makin parah kalau nggak ditangani sejak awal.
Baca Juga: 5 Pola Pikir yang Bisa Membantu Anda Keluar dari Kelas Menengah dan Menjadi Kaya Raya, Apa Saja?
8. Kesehatan Bukan Prioritas
Beberapa pria rela merawat mobil mereka dengan baik, memastikan pekerjaan beres, dan mengurus orang lain, tapi ketika menyangkut kesehatan sendiri, mereka selalu menunda-nunda.
Itu berarti kesehatan dirinya sendiri tak menjadi prioritas dibanding dengan hal-hal lain yang berkaitan dengan hobinya. Padahal, kalau tubuh mereka nggak sehat, semua hal yang mereka perjuangkan juga bisa berantakan.
Untuk itu, jangan tunggu sampai sakit makin parah baru sadar bahwa kesehatan itu penting. Pergi ke dokter bukan tanda kelemahan—justru butuh keberanian buat mengakui kalau ada yang nggak beres dan mengambil langkah untuk memperbaikinya.
Jadi, kalau kamu atau seseorang di sekitarmu punya kebiasaan mengabaikan kesehatan, sekarang saatnya berubah. Jangan sampai menyesal di kemudian hari.