← Beranda
Jika Anda Bingung Mau pakai Apa saat Merayakan Imlek dan Cap Go Meh, Inilah 4 Aturan Berpakaian Untuk Merayakan Imlek
Indira Defa FortunaSabtu, 8 Februari 2025 | 21.38 WIB
Ilustrasi merayakan Imlek dengan baju cheongsam berwarna merah. (Pexels)

JawaPos.com – Puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili sudah berlangsung pada Rabu (29/1) lalu. Namun, perayaan ini belum sepenuhnya selesai hingga 15 hari setelahnya atau Cap Go Meh, yaitu bulan purnama pertama pada tahun Ular Kayu ini.

Orang Tionghoa yang tidak berkesempatan terhubung dengan budayanya dahulu mungkin ada yang masih bingung ketika diajak merayakan Imlek untuk kali pertama. Pun sama dengan orang non-Tionghoa ketika diajak atau mendapatkan dresscode.

Disadur dari Who What Wear (6/2), berikut empat aturan yang paling sering muncul dalam berbusana untuk merayakan Imlek:

  1. Untuk wanita, cheongsam merah jika ingin mengikuti tradisi

Cara tradisional untuk berpakaian ke perayaan Tahun Baru Imlek adalah dengan mengenakan cheongsam atau qipao, gaun khas negeri Tiongkok dengan warna merah. Di Indonesia, ada juga kebaya model encim.

  1. Memakai sesuatu bernilai sentimental

Karena Imlek adalah hari raya terbesar orang Tionghoa, biasanya baju yang dikenakan adalah baju baru atau juga yang paling bagus.

Meski pakaian baru menyimbolkan awal yang baru, rasa kekeluargaan juga kental dalam perayaan Imlek. Sehingga adalah hal yang baik untuk memakai sesuatu dengan nilai kenangan maupun warisan dari anggota keluarga lain.

  1. Warna merah beruntung, terlebih untuk shio tahun itu

Pada Tahun Baru Imlek, warna merah menjadi warna keberuntungan semua orang. Selain rezeki, merah juga melambangkan kebahagiaan dan gelora semangat, menjadikan semua orang mengenakannya.

Tetapi bagi shio yang sedang mendapat giliran tahunnya, keberuntungan yang mereka dapat akan berlipat ganda. Artinya, yang bershio Ular di tahun 2025 dikaruniai kesuksesan saat mengenakan warna merah.

  1. Hindari warna putih dan hitam

Warna hitam dan putih netral dan cocok untuk dikenakan semua orang, namun dilarang pada saat Imlek karena melambangkan kesialan dan duka cita.

Dengan harapan mendapatkan keberuntungan sampai akhir tahun, pakai warna merah, jingga, kuning dan hijau yang semuanya memiliki asosiasi positif.

EDITOR: Bayu Putra