← Beranda

8 Kepribadian Unik Orang Dewasa yang Tumbuh dengan Perasaan Tidak Dianggap dalam Keluarga Mereka Menurut Psikologi

Irfan FerdiansyahRabu, 5 Februari 2025 | 16.26 WIB
seseorang yang tumbuh dengan perasaan tidak dianggap dalam keluarga./Freepik.

JawaPos.com - Masa kecil memiliki peran besar dalam membentuk kepribadian seseorang di masa dewasa.

Bagi mereka yang tumbuh dalam lingkungan keluarga di mana mereka merasa tidak terlihat, diabaikan, atau kurang dihargai, pengalaman ini dapat berdampak jangka panjang pada cara mereka berinteraksi dengan dunia.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (5/2), terdapat delapan sifat unik yang sering ditemukan pada orang dewasa yang mengalami perasaan tidak terlihat dalam keluarganya.

1. Kesulitan Mengenali dan Mengekspresikan Emosi

Orang yang tumbuh dalam lingkungan di mana perasaan mereka tidak diakui atau dihargai sering kali kesulitan dalam memahami dan mengekspresikan emosi mereka sendiri.

Mereka mungkin merasa bingung tentang apa yang sebenarnya mereka rasakan atau cenderung menekan perasaan mereka agar tidak mengganggu orang lain.

2. Cenderung Menjadi ‘People Pleaser’

Karena terbiasa mengabaikan kebutuhan diri sendiri demi mendapatkan perhatian atau persetujuan, mereka sering kali menjadi ‘people pleaser’.

Mereka merasa lebih nyaman memenuhi harapan orang lain daripada menyuarakan keinginan atau kebutuhan mereka sendiri, karena takut akan penolakan atau konflik.

3. Merasa Tidak Layak atau Tidak Cukup Baik

Perasaan tidak terlihat selama masa kecil dapat menanamkan keyakinan bahwa mereka tidak cukup penting atau berharga.

Akibatnya, mereka mungkin mengalami rasa rendah diri yang mendalam, sering kali meragukan kemampuan dan nilai diri mereka, bahkan ketika mereka sebenarnya sangat kompeten.

4. Kesulitan dalam Membangun Hubungan yang Dekat

Karena tidak mendapatkan perhatian emosional yang cukup di rumah, mereka bisa merasa canggung atau tidak percaya diri dalam membangun hubungan yang dekat dengan orang lain.

Ada ketakutan bahwa jika mereka menunjukkan sisi rentan mereka, orang lain akan mengabaikan atau menolak mereka.

5. Cenderung Menjadi Pengamat Daripada Peserta

Banyak dari mereka yang tumbuh dengan perasaan tidak terlihat mengembangkan kecenderungan untuk lebih banyak mengamati daripada berpartisipasi.

Mereka sering kali lebih nyaman berada di latar belakang, mengamati dinamika sosial sebelum memutuskan apakah mereka merasa aman untuk terlibat.

6. Sulit Meminta Bantuan atau Dukungan

Mereka yang tidak terbiasa mendapat perhatian atau dukungan emosional dari keluarga sering kali tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka harus menghadapi segalanya sendiri.

Ini membuat mereka enggan meminta bantuan, bahkan saat mereka benar-benar membutuhkannya.

7. Perfeksionisme sebagai Mekanisme Pertahanan

Beberapa orang dewasa yang mengalami perasaan tidak terlihat berusaha membuktikan nilai diri mereka melalui perfeksionisme.

Mereka berusaha melakukan segala sesuatu dengan sempurna untuk mendapatkan pengakuan dan validasi yang tidak mereka dapatkan di masa kecil.

8. Sensitif Terhadap Penolakan dan Kritik

Karena pernah merasa diabaikan atau tidak cukup baik dalam keluarga mereka, orang-orang ini cenderung sangat sensitif terhadap kritik atau tanda-tanda penolakan.

Bahkan kritik yang membangun bisa terasa menyakitkan, karena mengingatkan mereka pada perasaan tidak diakui di masa lalu.

Kesimpulan

Masa kecil yang penuh dengan perasaan tidak terlihat bisa berdampak besar pada kehidupan seseorang di masa dewasa.

Namun, memahami pola-pola ini adalah langkah pertama untuk menyembuhkan diri dan membangun hubungan yang lebih sehat.

Dengan kesadaran dan usaha, seseorang bisa belajar untuk lebih menghargai diri sendiri, menetapkan batas yang sehat, dan membangun koneksi yang lebih otentik dengan orang lain.

EDITOR: Hanny Suwindari