JawaPos.com – Tahun Baru Imlek merupakan perayaan sakral yang hanya datang sekali dalam setahun. Tradisi ini dirayakan dengan berbagai cara, seperti makan malam keluarga, membagikan angpao, serta menghias rumah dengan ornamen khas berwarna merah.
Namun, pernahkah Anda bertanya mengapa warna merah begitu penting dalam perayaan Imlek? Warna ini tidak hanya menjadi dekorasi, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam budaya Tionghoa.
Makna Warna Merah dalam Imlek
Dikutip Wartageospasial bagi masyarakat Tionghoa, warna merah melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Dalam bahasa Mandarin, merah disebut hong, yang pelafalannya mirip dengan ong, berarti keberuntungan. Oleh karena itu, banyak aspek perayaan Imlek yang didominasi warna merah, seperti pakaian, dekorasi rumah, hingga angpao.
Selain itu, legenda Nian juga turut memperkuat tradisi ini. Dalam mitologi Tionghoa, Nian adalah monster yang takut dengan warna merah dan suara keras. Oleh karena itu, masyarakat menggantung lampion merah dan menyalakan petasan untuk mengusir roh jahat serta membawa keberuntungan.
Tradisi Unik Saat Imlek
Selain warna merah, Imlek juga memiliki berbagai tradisi khas yang masih dijaga hingga kini:
-
Membersihkan Rumah
Menjelang Imlek, masyarakat Tionghoa membersihkan rumah sebagai simbol membuang kesialan tahun sebelumnya. Setelah Imlek tiba, menyapu rumah dianggap tabu karena dipercaya bisa menghilangkan keberuntungan. -
Makanan Khas Imlek
Hidangan khas seperti kue keranjang, jeruk, ayam utuh, dan mie panjang umur selalu tersaji dalam perayaan Imlek. Masing-masing makanan memiliki makna keberuntungan dan kemakmuran. -
Dilarang Makan Bubur
Bubur dianggap sebagai simbol kemiskinan, sehingga tidak disajikan saat perayaan Imlek. -
Petasan dan Kembang Api
Suara petasan dipercaya mengusir energi negatif dan membawa keberuntungan. -
Pentas Barongsai dan Liong
Tarian Barongsai dan Liong menjadi simbol kebahagiaan serta dipercaya membawa keberuntungan dan mengusir roh jahat. -
Membagikan Angpao
Angpao diberikan kepada anak-anak dan orang yang belum menikah sebagai simbol doa dan harapan baik. Uang dalam angpao tidak boleh bernilai angka empat karena dianggap membawa kesialan. -
Mengunjungi Saudara
Imlek menjadi momen untuk mempererat hubungan keluarga dengan saling berkunjung dan berbagi kebahagiaan. -
Tradisi Yu Sheng
Tradisi makan salad bersama ini dilakukan dengan cara mengaduk makanan setinggi mungkin sebagai simbol harapan rezeki yang meningkat. -
Sembahyang Leluhur
Keluarga Tionghoa melakukan sembahyang di klenteng atau rumah untuk menghormati leluhur. Mereka memberikan persembahan berupa makanan dan minuman sebagai bentuk penghormatan.
Perayaan Imlek bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap budaya dan leluhur. Apa pun cara Anda merayakannya, semoga Imlek tahun ini membawa kebahagiaan dan keberuntungan!