JawaPos.com - Berinteraksi dengan orang dengan ego yang sangat besar dapat menjadi pengalaman yang melelahkan. Ketika seseorang terus-menerus menempatkan dirinya di atas segalanya dan mengabaikan perspektif orang lain, maka hubungan interpersonal menjadi tidak seimbang.
Perilaku seperti ini seringkali membuat orang di sekitarnya merasa tidak dihargai dan tidak dianggap sebagai sosok yang setara. Dikutip dari buzzfeed.com, berikut ini beberapa cara cerdas menghadapi orang dengan ego yang besar, salah satunya ulangi perkataannya.
Baca Juga: Percakapan Seru Bersama Pasangan: 6 Topik yang Akan Menguatkan Hubungan Anda!
1. Ulangi perkataan mereka agar tidak terjebak dalam pembicaraan
Ketika terlibat dalam percakapan, terutama saat menghadapi perbedaan pendapat, salah satu kunci mencapai pemahaman adalah dengan membuat lawan bicara merasa didengar. Menurut psikolog klinis Andrea Bonior, Ph.D., jika seseorang merasa pendapatnya tidak dihargai, mereka cenderung akan terus berbicara demi mendapatkan perhatian.
Oleh sebab itu, kamu harus menunjukkan bahwa dirimu telah memperhatikan apa yang mereka sampaikan. Setelah itu, kamu bisa.menggunakan informasi tersebut sebagai jembatan guna menyampaikan sudut pandangmu atau mengarahkan percakapan ke topik yang lebih relevan.
2. Bicarakan fakta
Orang dengan ego yang besar umunya sulit untuk diajak berkomunikasi secara efektif. Susan Fee, seorang ahli dalam bidang resolusi konflik, mencatat bahwa orang-orang seperti ini cenderung tidak responsif terhadap ekspresi emosi orang lain.
Mereka lebih suka mempertahankan citra diri yang positif, bahkan apabila itu berarti menyalahkan orang lain atas masalah yang ada. Maka dari itu, upaya untuk membangun empati dalam hubungan dengan orang seperti ini biasanya menemui jalan buntu.
Baca Juga: Idaman Para Wanita, Berikut 8 Tanda Cowok Green Flag hingga Saling Menghormati Perspektif Pasangan
3. Jangan takut untuk bersikap sedikit tegas
Dalam interaksi sosial, kita seringkali dihadapkan pada situasi yang menantang, seperti berhadapan dengan orang yang memiliki ego yang besar. Susan Fee, seorang ahli dalam bidang resolusi konflik, memberikan saran yang berharga dalam menghadapi situasi seperti ini.
Susan Fee menyarankan supaya kita tetap berusaha menjaga kesopanan, namun tidak ragu untuk membela diri apabila diperlukan. Dengan cara ini, kita dapat menunjukkan bahwa kita memiliki harga diri dan tidak akan toleran terhadap perilaku yang tidak menghormati.
4. Jangan mencoba memahami perilaku mereka
Salah satu tantangan utama saat berinteraksi dengan orang yang egois adalah mengelola ekspektasi kita terhadap mereka. Kita sering merasa frustrasi sebab mereka tidak mengikuti norma sosial yang kita anggap wajar.
Menurut Susan Fee, cara mengatasi frustrasi ini, yakni dengan menerima kenyataan bahwa mereka mungkin tidak akan berubah. Dengan memahami bahwa mereka benar-benar meyakini pandangan yang salah, kita akan lebih mudah mengelola emosi kita dan tidak lagi berharap terlalu banyak dari mereka.
5. Abaikan perkataan mereka yang cenderung merendahkan
Andrea Bonior menjelaskan bahwa salah satu ciri khas orang dengan ego besar adalah kecenderungan mereka dalam merendahkan orang lain. Saat mereka memuji diri sendiri, secara tidak sadar mereka sedang membandingkan diri mereka dengan orang lain dan menempatkan diri mereka pada posisi yang lebih unggul.
Tindakan ini merupakan sebuah mekanisme psikologis yang bertujuan untuk meningkatkan harga diri mereka sendiri. Akan tetapi, kamu perlu memahami bahwa pandangan mereka sangat subjektif dan tidak senantiasa mencerminkan realitas.
6. Hindari mengeluh kepada teman-temanmu mengenai hal tersebut
Saat menghadapi orang egois, mengelola emosi kita sendiri sangat penting. Terus membicarakan mereka hanya akan memperburuk keadaan. Susan Fee menyarankan supaya berhenti terkejut dan membicarakan mereka, agar kita bisa memutus siklus negatif dan menjaga kesehatan mental.
7. Jangan mengejek mereka
Menurut Fee, setiap orang mempunyai banyak alasan yang mempengaruhi perilaku mereka, dan sering kali alasan tersebut tidak sepenuhnya terlihat oleh orang lain. Oleh karena itu, kamu perlu mencoba memahami apa yang mungkin mereka alami, di mana ini adalah sesuatu yang kita tidak ketahui.
Mereka mungkin menghadapi masalah pribadi atau merasa tidak aman yang mempengaruhi cara mereka berinteraksi. Memikirkan kemungkinan ini bisa membantumu melihat situasi secara bijak dan memberi rasa lega. Mengambil perspektif empatik dapat membuatmu lebih tenang dan lebih mudah menerima perilaku orang lain.
8. Berempati
Orang dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi biasanya memiliki mekanisme pertahanan ego yang sangat kuat. Ketika mereka merasa terancam atau diserang, mereka cenderung merespons secara defensif, bahkan bisa menjadi agresif. Oleh sebab itu, mencoba menegur atau mengkritik perilaku mereka dengan cara yang konfrontatif justru bisa memperburuk keadaan.
Andrea Bonior menerangkan bahwa ketika ego seseorang terluka, mereka akan berupaya secara keras untuk melindungi diri mereka dengan segala cara yang memungkinkan. Reaksi ini merupakan cara mereka dalam mempertahankan rasa harga diri dan menghindari perasaan vulnerabilitas.
***