← Beranda
Takut Terhadap Hujan? Kenali Ombrophobia, Gejala Seseorang yang Takut Pada Hujan Karena Trauma hingga Faktor Genetika
Risma Azzah FatinRabu, 15 Januari 2025 | 00.13 WIB
Ilustrasi anak takut terhadap hujan.

JawaPos.com – Hujan merupakan fenomena alam dimana uapan air dari air laut atau sungai berkumpul menjadi satu membentuk awan kemudian jatuh membentuk butiran air yang dinamakan hujan.

Sering kali orang menyukai fenomena hujan dikarenakan mereka memiliki pengalaman tersendiri terkait hujan, seperti bunyi suara hujan yang menenangkan bisa mengurangi stres dan membuat diri merasa lebih rileks, serta hujan seringkali dikaitkan dengan kenangan indah masa lalu.

Namun, tak sedikit pula orang yang menderita Ombrophobia yakni takut akan fenomena hujan, mereka beranggapan bahwa hujan kerap kali menimbulkan kecemasan terhadap mental seseorang.

Dilansir dari laman Cleveland Clinic berikut hal yang berkaitan dengan Ombrophobia yakni ketakutan akan hujan.

Definisi

Ombrophobia adalah ketakutan yang sangat kuat terhadap hujan, mulai dari cuaca buruk hingga gerimis. Seorang yang menderita ombrophobia sering khawatir hingga takut pada hujan lebat atau sekadar gerimis, mereka juga biasa takut dengan kuman dalam hujan, banjir, atau bahaya lainnya.

Ombrophobia adalah jenis gangguan kecemasan yang dapat menyebabkan gejala dan emosi yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Penyebab

Orang yang mengidap ombrophobia mungkin percaya bahwa hujan dapat membahayakan hidup seseorang. Misalnya, mereka mungkin khawatir tentang hujan asam atau kuman dalam air hujan.

· Pengalaman menakutkan yang berhubungan dengan hujan: Jika seseorang memiliki pengalaman traumatis dengan hujan.

Hal itu dapat menyebabkan ombrophobia. Misalnya, selamat dari badai atau banjir yang dahsyat dapat membuat seseorang menjadi ombrophobia.

· Genetika: Beberapa orang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan dan ketakutan tertentu.

Penderita ombrophobia juga memiliki ketakutan umum bahwa hujan akan menyebabkan banyak dampak buruk seperti mati lampu hingga menyebabkan kegelapan, banjir, tanah longsor, pemadaman listrik, atau bahaya lainnya.

Dampak aktivitas

Orang yang menderita ombrophobia akan melakukan berbagai cara untuk menghindari hujan, seperti.

· Memutuskan tempat tinggal berdasarkan pola cuaca setempat.

· Terobsesi dengan ramalan cuaca.

· Menolak pergi ke luar ruangan.

· Melewatkan kegiatan pendidikan, pekerjaan, atau kegiatan pribadi jika ada kemungkinan hujan akan turun.

Jumlah penderita

Para ahli kesehatan tidak yakin seberapa umum ombrophobia. Namun, satu penelitian menemukan bahwa sekitar 10% orang Amerika takut terhadap cuaca buruk.

Fobia memengaruhi orang-orang dari segala usia. Fobia dapat dimulai sejak masa kanak-kanak atau dewasa. Ketakutan seperti itu umum terjadi.

Sekitar 1 dari 10 orang dewasa di Amerika Serikat dan 1 dari 5 remaja akan menghadapi gangguan fobia tertentu di beberapa titik dalam hidup mereka.

Gejala

Seseorang yang takut hujan mungkin mengalami gejala kecemasan atau panik ketika mereka memikirkan atau menemui hujan:

· Pusing

· Mulut kering

· Perasaan takut atau teror yang amat sangat

· Mual, muntah, atau diare

· Berkeringat banyak

· Pernapasan dan detak jantung cepat

· Gemetar atau gemetar

· Sesak napas

· Dorongan untuk lari dan bersembunyi

Ombrophobia juga dapat menyebabkan perilaku tertentu, seperti:

· Menghindari alam terbuka

· Menjadi terisolasi secara sosial karena takut hhuja

· Terobsesi memeriksa ramalan cuaca atau menatap langit

· Menolak untuk berpartisipasi dalam kegiatan tertentu jika ada kemungkinan hujan

· Khawatir berlebihan terhadap orang yang dicintai yang terkena hujan

Cara mengatasi atau pengobatan

Perawatan yang mungkin dilakukan meliputi:

· Terapi perilaku kognitif (CBT): CBT adalah psikoterapi terstruktur yang dapat membantu seseorang memahami dan mengendalikan pikiran dan emosi. Ini adalah bentuk terapi bicara, dan dapat membantu orang melupakan pikiran dan perilaku negatif.

· Terapi pemaparan: Terapi pemaparan, terkadang disebut desensitisasi, membantu orang menghadapi ketakutan mereka secara bertahap. Melalui peningkatan tingkat paparan hujan, orang tersebut dapat belajar mengelola ketakutan dan reaksi negatif.

Untuk pengobatan ombrophobia, terapis mungkin memulai dengan sesuatu yang sederhana, seperti gambar hujan. Selanjutnya, terapis mungkin meminta penderita ombrophobia untuk membayangkan berdiri di tengah hujan.

Akhirnya, terapis bertujuan agar orang tersebut benar-benar berdiri di tengah hujan sambil mengendalikan emosi dan perilaku mereka.

· Hipnoterapi: Hipnoterapi dapat menempatkan seseorang dalam kondisi seperti trans tetapi tetap fokus. Seseorang yang terhipnosis lebih terbuka terhadap sugesti dan perubahan.

Seorang ahli hipnotis mungkin dapat meyakinkan orang yang terhipnosis bahwa mereka tidak terlalu takut dengan hujan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho