← Beranda

7 Ciri Orang yang Hanya Makan Makanan Cepat Saji Saat Bepergian atau Travelling

M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 11 Januari 2025 | 02.15 WIB
Ilustrasi Orang yang Hanya Makan Makanan Cepat Saji Saat Bepergian

JawaPos.com - Travelling adalah kesempatan untuk menjelajah, bersantai, dan mencicipi pengalaman baru, termasuk kuliner khas daerah yang unik. Namun, tidak semua orang terjun ke petualangan kuliner ini.

Ada kelompok orang yang, meskipun sedang berlibur di tempat eksotis, tetap setia pada makanan cepat saji. Mengapa mereka memilih demikian?

Dilansir dari laman Geediting.com pada Jumat (10/1) yuk, simak 7 ciri kepribadian yang membuat mereka selalu terhubung dengan rasa yang familiar.

1. Pencari Kenyamanan
Bepergian memang menyenangkan, tapi juga bisa melelahkan secara emosional. Suasana baru, bahasa asing, dan kebiasaan berbeda bisa membuat beberapa orang merasa kewalahan.

Di tengah semua itu, makanan cepat saji menjadi pelarian untuk menemukan kenyamanan. Dengan cita rasa yang sudah akrab di lidah, mereka merasa seperti "kembali ke rumah" meskipun berada ribuan kilometer jauhnya.

2. Pencinta Rutinitas
Ada tipe kepribadian yang merasa hidup lebih teratur dengan rutinitas, bahkan saat sedang travelling. Makanan cepat saji menawarkan stabilitas ini. Mereka tahu apa yang akan didapat, di mana pun berada.

Menu yang seragam di seluruh dunia memberikan rasa kontrol dan stabilitas, sehingga pengalaman berlibur menjadi lebih menyenangkan tanpa stres tambahan dari eksperimen kuliner.

3. Memikirkan Keselamatan
Makanan lokal memang menggoda, tetapi ada risiko seperti alergi, tidak cocok dengan pencernaan, atau khawatir dengan kebersihan.

Jaringan makanan cepat saji dikenal dengan standar kebersihannya yang seragam, membuat mereka jadi pilihan "aman" bagi yang khawatir bereksperimen dengan makanan baru. Ini bukan soal takut mencoba, tetapi lebih pada memastikan perjalanan tetap nyaman tanpa drama kesehatan.

4. Sadar Waktu
Liburan sering kali punya jadwal padat, terutama jika ingin mengunjungi banyak tempat dalam waktu singkat. Makanan cepat saji menawarkan solusi praktis: cepat, efisien, dan menghemat waktu.

Jadi, alih-alih menghabiskan waktu lama untuk mencari restoran lokal atau menunggu pesanan disajikan, mereka bisa langsung menikmati makanannya dan kembali menjelajah.

5. Berjuang dengan Kelelahan Pengambilan Keputusan
Saat travelling, Anda dihadapkan pada banyak keputusan: tempat wisata mana yang dikunjungi, jalur mana yang ditempuh, hingga bagaimana memahami transportasi lokal.

Pada akhirnya, kelelahan pengambilan keputusan (decision fatigue) bisa terjadi, membuat seseorang enggan memikirkan pilihan menu yang rumit. Makanan cepat saji dengan menu yang mudah ditebak menjadi solusi untuk mengurangi beban pikiran.

6. Sadar Anggaran
Tidak semua wisatawan memiliki anggaran besar untuk menghabiskan uang di restoran mewah atau mencoba kuliner lokal setiap saat. Bagi mereka yang traveling dengan anggaran terbatas, makanan cepat saji adalah pilihan bijak.

Dengan harga yang relatif terjangkau, mereka bisa tetap kenyang tanpa menguras kantong, sehingga sisa anggaran bisa digunakan untuk aktivitas lainnya.

7. Berjiwa Rumahan
Beberapa orang membawa "rasa rumah" ke mana pun mereka pergi, termasuk dalam hal makanan. Meskipun berada di tempat yang jauh, makanan cepat saji favorit mereka menghadirkan rasa nostalgia dan kenyamanan.

Ini bukan berarti mereka tidak menikmati petualangan, tetapi rasa familiar dari makanan cepat saji adalah pelipur lara di tengah keramaian yang asing.

Makanan cepat saji memang menjadi pilihan menarik bagi tipe kepribadian tertentu saat bepergian. Entah karena kenyamanan, efisiensi waktu, atau alasan praktis lainnya, makanan ini tetap punya daya tarik tersendiri.

Jadi, apakah Anda termasuk salah satu dari mereka? Atau justru kebalikannya, selalu antusias mencoba setiap makanan lokal yang ada? Setiap orang punya gaya travelling unik yang patut dihargai!

EDITOR: Setyo Adi Nugroho