← Beranda

7 Tanda Pasangan Anda Diam-diam Menjauh dari Hubungan, Menurut Psikolog dan Cara Mengatasinya!

Vindi Rayinda AyudyaSabtu, 11 Januari 2025 | 00.28 WIB
Ilustrasi pasangan yang egois. (Freepik)

 

JawaPos.Com - Memahami hubungan dan emosi manusia sering kali bermuara pada satu elemen penting yakni komunikasi.

Selain komunikasi, Dr. John Gottman, seorang psikolog dan pakar hubungan ternama, menegaskan bahwa kunci hubungan yang sukses adalah persahabatan yang mendalam yang ditandai oleh rasa saling menghormati dan menikmati kebersamaan.

Namun pada dasarnya, hubungan yang sehat dibangun di atas komunikasi, rasa percaya, dan keintiman. 
 
Akan tetapi dalam beberapa kasus, pasangan dapat menunjukkan tanda-tanda komunikasi yang cukup kompleks yakni dengan menjauh tanpa mengungkapkan perasaan mereka secara langsung. 
 
Hal ini sering kali terjadi secara halus, yang membuat Anda tidak menyadari adanya masalah hingga terlambat.

Dilansir dari Personal Branding Blog, para psikolog mengidentifikasi tujuh tanda yang menunjukkan pasangan Anda mungkin diam-diam mulai menjauh dari hubungan. 

Mengenali tanda-tanda ini sejak awal dapat membantu Anda mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki hubungan atau setidaknya memahami apa yang sedang terjadi.

1. Mereka Menjadi Jauh Secara Emosional

Salah satu tanda paling jelas bahwa pasangan Anda menjauh adalah ketika mereka tidak lagi menunjukkan kehangatan atau perhatian seperti sebelumnya.

Mereka mungkin tampak kurang terlibat secara emosional dalam percakapan atau tidak tertarik dengan apa yang Anda alami.

Ketika pasangan menjadi jauh secara emosional, hubungan bisa terasa hambar dan kosong. 

Hal ini biasanya terjadi karena mereka mulai menarik diri secara internal, bahkan jika secara fisik mereka masih ada di sekitar Anda.

Bagaimana Mengatasinya?

Cobalah untuk berbicara dari hati ke hati dan tanyakan apa yang mereka rasakan. Hindari menyalahkan, dan fokuslah pada mencari solusi bersama.

2. Rutinitas Mereka Tiba-tiba Berubah

Perubahan rutinitas yang mendadak, seperti pulang lebih larut tanpa alasan yang jelas atau sering pergi tanpa memberi tahu Anda, bisa menjadi tanda bahwa pasangan mulai menjauh. 

Mereka mungkin mencari lebih banyak waktu untuk diri sendiri atau bahkan mencoba menghindari waktu bersama Anda.

Perubahan ini bisa terjadi secara perlahan atau mendadak, tetapi jika disertai dengan sikap yang lebih tertutup, hal ini patut dicurigai.

Bagaimana Mengatasinya?

Perhatikan perubahan ini dan bicarakan dengan pasangan Anda. Tanyakan dengan lembut apakah ada sesuatu yang mengganggu mereka atau membuat mereka membutuhkan ruang.

3. Mereka Menghabiskan Lebih Banyak Waktu di Ponsel Mereka

Saat pasangan Anda mulai lebih sering menghabiskan waktu dengan ponsel daripada dengan Anda, ini bisa menjadi tanda bahwa perhatian mereka mulai beralih ke hal lain. 

Mereka mungkin sibuk dengan media sosial, obrolan dengan orang lain, atau hanya mencari pelarian dari hubungan.

Ketergantungan pada ponsel sering kali menjadi penghalang dalam hubungan karena mengurangi waktu berkualitas bersama.

Bagaimana Mengatasinya?

Usulkan untuk menghabiskan waktu tanpa perangkat elektronik, seperti makan malam tanpa ponsel atau aktivitas luar ruangan bersama. Hal ini dapat membantu mengembalikan fokus pada hubungan.

4. Mereka Menjadi Lebih Tertutup

Jika pasangan Anda berhenti berbagi cerita tentang hari mereka atau menghindari diskusi yang biasanya mereka nikmati, ini bisa menjadi tanda bahwa mereka merasa tidak nyaman atau tidak ingin melibatkan Anda dalam kehidupan mereka lagi.

Sikap tertutup ini sering kali menunjukkan adanya jarak emosional yang semakin lebar.

Bagaimana Mengatasinya?

Cobalah untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi pasangan Anda untuk berbicara. Tanyakan apa yang membuat mereka tertutup, dan pastikan Anda mendengarkan tanpa menghakimi.

5. Mereka Berhenti Berbagi Pikiran dan Perasaan

Dalam hubungan yang sehat, pasangan saling berbagi pikiran, perasaan, dan aspirasi. 

Namun, ketika pasangan mulai berhenti berbicara tentang apa yang ada di pikiran atau hati mereka, ini bisa menjadi tanda bahwa mereka menarik diri secara emosional.

Berhenti berbagi sering kali disebabkan oleh perasaan tidak dihargai, tidak dimengerti, atau kehilangan minat terhadap hubungan.

Bagaimana Mengatasinya?

Bangun kembali kepercayaan dengan mendengarkan aktif dan menunjukkan empati. Ajukan pertanyaan terbuka untuk memulai percakapan yang mendalam.

6. Mereka Menghindari Komitmen Masa Depan

Pasangan yang menjauh sering kali berhenti berbicara tentang rencana masa depan bersama, seperti liburan, pernikahan, atau bahkan hal-hal sederhana seperti makan malam minggu depan.

Mereka mungkin merasa tidak yakin dengan hubungan atau sedang mempertimbangkan untuk pergi, sehingga menghindari komitmen apa pun yang melibatkan Anda.

Bagaimana Mengatasinya?

Diskusikan visi masa depan Anda dengan pasangan dan tanyakan apakah mereka masih memiliki komitmen yang sama terhadap hubungan. Transparansi adalah kunci untuk memahami apa yang sedang terjadi.

7. Mereka Kehilangan Minat dalam Keintiman

Penurunan dalam keintiman fisik dan emosional adalah tanda yang jelas bahwa ada jarak dalam hubungan.

Pasangan yang menjauh mungkin menghindari pelukan, ciuman, atau momen-momen romantis lainnya yang sebelumnya menjadi bagian dari hubungan Anda.

Kehilangan keintiman ini bisa disebabkan oleh stres, kebosanan, atau bahkan perasaan tidak puas dalam hubungan.

Bagaimana Mengatasinya?

Bicarakan tentang apa yang mungkin menyebabkan perubahan ini dan cobalah mencari cara untuk menghidupkan kembali gairah dalam hubungan Anda, seperti merencanakan kencan romantis atau mengeksplorasi kegiatan baru bersama.

Jika tanda-tanda ini sesuai dengan Anda, itu tidak berarti hubungan Anda dengan pasangan bisa dikategorikan tidak sehat. 
 
Itu artinya, Anda perlu berhubungan kembali, menghidupkan kembali persahabatan itu, dan membangun kembali jembatan komunikasi.

Anggaplah tanda-tanda ini sebagai isyarat untuk melakukan introspeksi dan berkomunikasi. Bagaimanapun, setiap hubungan memiliki pasang surutnya. Cara kita menghadapi tantangan-tantangan ini yang benar-benar penting.
 
***
EDITOR: Novia Tri Astuti