← Beranda

Apakah kamu Night Owl? 6 Alasan Mengapa Kamu Lebih Efektif Bekerja di Malam Hari

Silvia SulistiaraSelasa, 7 Januari 2025 | 04.07 WIB
Ilustrasi orang bekerja pada malam hari (Freepik)

 

JawaPos.com - Apakah kamu termasuk orang yang merasa lebih produktif saat malam tiba? Itu tandanya kamu adalah sosok nigth owl.

Bagi sebagian orang khususnya mereka yang masuk dalam kategori night owl, malam hari adalah waktu terbaik untuk bekerja.

Ketika kebanyakan orang terlelap, night owl justru merasa paling fokus dan kreatif. Hal ini bukan hanya kebetulan, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi biologis dan kebiasaan sehari-hari.

Seperti dilansir dari Get in Flow pada Senin (6/1), kita akan membahas lebih dalam kenapa beberapa orang lebih produktif di malam hari, meskipun dunia seakan berhenti sejenak.

1. Kamu Memang Seorang 'Night Owl'

Banyak orang yang mengatakan bahwa menjadi produktif di malam hari hanyalah kebiasaan yang bisa diubah. Namun, penelitian menunjukkan bahwa hal ini lebih dari sekadar preferensi.

Secara ilmiah, tubuh kita diatur oleh ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang memengaruhi kapan kita merasa terjaga atau mengantuk. Setiap orang memiliki 'kronotipe' atau kecenderungan alami untuk lebih aktif di waktu tertentu.

Orang dengan kronotipe "lark" lebih produktif di pagi hari. Sebaliknya, "night owl" mencapai puncak energinya justru di malam hari.

2. Malam Hari Minim Gangguan

Malam hari cenderung lebih sepi dibandingkan siang. Tanpa gangguan seperti notifikasi ponsel, suara kendaraan, atau interupsi dari orang lain, fokusmu bisa lebih maksimal.

Bagi yang mudah terganggu atau sensitif terhadap suara, malam hari adalah waktu yang ideal untuk bekerja. Lingkungan yang tenang memberikan ruang untuk konsentrasi penuh.

3. Kreativitas Meningkat di Malam Hari

Otak manusia memiliki jaringan yang disebut Default Mode Network (DMN), yang aktif saat kita sedang beristirahat. DMN ini berkaitan dengan pemikiran internal, memori, dan imajinasi.

Aktivitas DMN meningkat di malam hari, sehingga banyak orang merasa lebih kreatif. Inilah alasan kenapa ide-ide brilian sering muncul di malam hari.

4. Stres Berkurang di Malam Hari

Pada malam hari, tubuh memproduksi lebih sedikit hormon kortisol, yaitu hormon yang berkaitan dengan stres. Penurunan kadar kortisol ini membantu tubuh dan pikiran lebih rileks.

Selain itu, aktivitas harian seperti pekerjaan, janji temu, dan tugas rumah tangga sudah selesai. Ini memberikan waktu untuk fokus tanpa tekanan tambahan.

5. Kemungkinan Mengalami Gangguan Tidur

Beberapa orang yang merasa lebih produktif di malam hari sebenarnya mungkin memiliki gangguan tidur yang belum terdiagnosis. Misalnya, sindrom fase tidur tertunda (DSPS) membuat seseorang sulit tidur sebelum tengah malam.

Gangguan ini dapat memengaruhi pola tidur dan produktivitas. Jika kamu merasa sering lelah di siang hari, ada baiknya memeriksa apakah kamu memiliki gangguan tidur.

6. Pengaruh ADHD pada Produktivitas Malam

Bagi individu dengan ADHD, malam hari sering kali menjadi waktu terbaik untuk bekerja. Mereka cenderung lebih mudah terdistraksi di siang hari, tetapi menemukan fokus lebih baik saat suasana tenang.

Selain itu, orang dengan ADHD memiliki jaringan DMN yang lebih aktif, yang mendukung kreativitas di malam hari.

Manfaat dan Tantangan Menjadi "Night Owl"

Meskipun bekerja di malam hari memiliki manfaat, seperti peningkatan fokus dan kreativitas, ada juga tantangan yang harus dihadapi. Pola tidur yang tidak teratur bisa menyebabkan masalah kesehatan, suasana hati, dan produktivitas jangka panjang.

Namun, ada cara untuk mengatur ulang siklus tidur tanpa obat, seperti paparan cahaya alami, mengurangi konsumsi kafein, dan rutin berolahraga. Penggunaan kacamata anti-cahaya biru juga bisa membantu mengurangi efek layar pada mata.

Jika kamu merasa lebih produktif di malam hari, jangan khawatir. Setiap orang mempunyai ritme biologis yang berbeda. Selama kamu bisa menjaga pola tidur yang cukup, menjadi "night owl" bukanlah masalah.

Tetap dengarkan tubuhmu, dan temukan cara terbaik untuk mengatur waktu kerja sesuai kebutuhan. Ingat, produktivitas terbaik datang dari keseimbangan antara waktu istirahat dan kerja.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti