← Beranda
Jika Anda Ingin Memiliki Pikiran yang Tetap Tajam di Usia 70-an dan Lebih, Lakukan 8 Kebiasaan Pagi Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSenin, 6 Januari 2025 | 01.03 WIB
Ilustrasi seseorang yang memiliki pikiran yang tajam di usia 70-an. (freepik)

 

JawaPos.com - Usia lanjut sering kali dikaitkan dengan penurunan kemampuan kognitif.

Namun, banyak individu di usia 70-an ke atas yang tetap tajam secara mental, produktif, dan penuh semangat.

Menurut psikologi, kebiasaan pagi yang sehat dapat menjadi salah satu kunci utama menjaga kesehatan otak dan daya pikir.

Dilansir dari Geediting pada Minggu (5/1), terdapat delapan kebiasaan pagi yang umum dilakukan oleh mereka yang tetap tajam di usia lanjut:

1. Bangun Pagi dengan Pola Tidur yang Teratur

Orang yang tetap tajam di usia senja biasanya memiliki jadwal tidur yang konsisten.

Tidur berkualitas memainkan peran penting dalam memulihkan otak dan meningkatkan kemampuan kognitif.

Bangun pagi secara teratur membantu menjaga ritme sirkadian, yang mendukung kesehatan mental dan fisik.

Tips: Tidur 7-8 jam setiap malam dan hindari begadang untuk mendukung regenerasi sel otak.

2. Melakukan Meditasi atau Refleksi

Meditasi pagi atau waktu untuk refleksi diri dapat meningkatkan fokus, mengurangi stres, dan mendukung kesehatan mental.

Studi menunjukkan bahwa meditasi membantu meningkatkan konektivitas antara bagian-bagian otak yang penting untuk perhatian dan memori.

Tips: Luangkan waktu 10-15 menit di pagi hari untuk meditasi atau sekadar merenung dalam suasana tenang.

3. Olahraga Ringan atau Peregangan

Aktivitas fisik di pagi hari, seperti jalan kaki, yoga, atau peregangan, membantu meningkatkan aliran darah ke otak.

Aliran darah yang baik memastikan otak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang diperlukan untuk berfungsi optimal.

Tips: Lakukan olahraga ringan selama 20-30 menit untuk memulai hari dengan energi dan fokus yang lebih baik.

4. Sarapan Bergizi

Nutrisi yang tepat adalah bahan bakar utama otak.

Orang yang tetap tajam di usia lanjut cenderung memilih sarapan sehat yang kaya akan serat, protein, dan lemak sehat.

Omega-3, antioksidan, dan vitamin B sangat penting untuk kesehatan otak.

Contoh: Konsumsi oatmeal, buah-buahan, kacang-kacangan, atau telur sebagai menu sarapan.

5. Membaca atau Melakukan Aktivitas Mental

Melibatkan otak dalam aktivitas kognitif, seperti membaca buku, mengisi teka-teki silang, atau bermain permainan strategi, dapat menjaga otak tetap aktif dan tajam.

Aktivitas ini membantu memperkuat hubungan antar-neuron di otak.

Tips: Dedikasikan waktu 20-30 menit untuk membaca atau menyelesaikan tantangan mental di pagi hari.

6. Menjalin Interaksi Sosial

Psikologi menunjukkan bahwa interaksi sosial membantu mengurangi risiko penurunan kognitif.

Orang yang tetap tajam biasanya mengawali pagi mereka dengan berkomunikasi, baik melalui telepon, obrolan singkat dengan pasangan, atau berkumpul bersama teman.

Tips: Jadwalkan waktu untuk berbicara dengan orang terdekat setiap pagi untuk menjaga hubungan sosial dan suasana hati yang positif.

7. Menetapkan Tujuan Harian

Menetapkan tujuan atau rencana harian membantu memberikan struktur pada hari seseorang.

Ini juga memberikan rasa pencapaian, yang berdampak positif pada kesehatan mental dan kepercayaan diri.

Tips: Gunakan jurnal untuk mencatat tiga hal yang ingin Anda capai setiap hari.

8. Berpikir Positif dan Bersyukur

Sikap optimis dan rasa syukur memiliki efek langsung pada kesehatan mental dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Psikologi menunjukkan bahwa bersyukur dapat meningkatkan hormon kebahagiaan, seperti dopamin dan serotonin.

Tips: Mulailah pagi Anda dengan menuliskan atau memikirkan tiga hal yang Anda syukuri.

Kesimpulan

Menjaga ketajaman mental hingga usia lanjut memerlukan usaha dan komitmen pada kebiasaan sehat.

Dengan menerapkan kebiasaan pagi ini secara konsisten, Anda tidak hanya meningkatkan kesehatan otak tetapi juga kualitas hidup secara keseluruhan.

Mulailah hari dengan langkah yang positif dan produktif, karena pagi yang baik adalah fondasi dari hidup yang bahagia dan penuh makna.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti