← Beranda

Pria yang Mengejar Perempuan di Luar Jangkauannya Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Ini Menurut Psikologi

Irfan FerdiansyahSelasa, 3 Desember 2024 | 23.36 WIB
Ilustrasi seorang pria yang mengejar cinta perempuan.

JawaPos.com - Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam dinamika hubungan, ada sebagian pria yang kerap hanya mengejar perempuan yang dianggap "di luar jangkauan."

Istilah ini sering merujuk pada perempuan yang dianggap lebih "tinggi" dari segi status sosial, kecantikan, atau prestasi.

Terkadang, motivasi ini muncul dari rasa percaya diri yang tinggi atau bahkan sekadar tantangan.

Namun, hal ini sering kali memunculkan perilaku-perilaku yang mudah dikenali.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (3/12), terdapat tujuh perilaku yang biasanya ditunjukkan oleh pria seperti ini:

1. Berlebihan dalam Membangun Citra Diri

Pria seperti ini cenderung berusaha keras untuk terlihat lebih menarik dengan cara membangun citra diri yang mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan siapa dirinya yang sebenarnya.

Mereka bisa saja memamerkan barang mewah, berbicara tentang pencapaian yang dibesar-besarkan, atau bahkan berpura-pura memiliki minat yang sama dengan perempuan yang dikejarnya.

Contoh: Mengunggah foto-foto di media sosial dengan mobil mewah yang sebenarnya dipinjam, atau menceritakan kisah sukses yang dilebih-lebihkan.

Mengapa mereka melakukan ini? Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka layak berada di level yang sama dengan perempuan tersebut.

2. Selalu Mencari Cara untuk Menarik Perhatian

Ketika pria mengejar perempuan di luar jangkauannya, mereka sering kali melakukan hal-hal yang berlebihan demi mendapatkan perhatian.

Ini bisa berupa memberikan hadiah mahal, menjadi sangat aktif di media sosial, atau bahkan melakukan aksi-aksi dramatis.

Contoh: Mengirim bunga besar ke tempat kerja perempuan tersebut atau terus-menerus mengomentari unggahannya di Instagram dengan pujian berlebihan.

Efeknya: Alih-alih terlihat menarik, perilaku ini sering kali terkesan putus asa dan malah menjauhkan perempuan tersebut.

3. Mengabaikan Sinyal Penolakan

Pria tipe ini sering kali sulit menerima kenyataan bahwa perempuan yang mereka incar mungkin tidak tertarik.

Mereka cenderung mengabaikan tanda-tanda penolakan, seperti respons yang dingin atau minimnya komunikasi dari pihak perempuan.

Contoh: Meski perempuan tersebut jarang membalas pesan atau terlihat tidak antusias, mereka tetap gigih mengejarnya.

Risikonya: Sikap ini bisa membuat perempuan merasa tidak nyaman atau bahkan terganggu.

4. Cenderung Membandingkan Diri dengan Pria Lain

Mereka sering kali merasa perlu untuk bersaing dengan pria lain yang mungkin dekat dengan perempuan yang mereka incar.

Akibatnya, mereka kerap membandingkan diri dan mencoba menunjukkan bahwa mereka lebih baik dari saingannya.

Contoh: Secara tidak langsung menjelekkan pria lain di hadapan perempuan tersebut atau berusaha menunjukkan bahwa mereka memiliki kelebihan yang tidak dimiliki saingannya.

Motivasinya: Mereka ingin dianggap sebagai pilihan terbaik.

5. Tidak Realistis dengan Standar Hubungan

Pria seperti ini sering memiliki ekspektasi yang tidak realistis. Mereka percaya bahwa usaha keras mereka akan selalu membuahkan hasil, meskipun kenyataan sering berkata sebaliknya.

Contoh: Berpikir bahwa memberikan hadiah mahal atau perhatian berlebihan akan otomatis membuat perempuan tersebut jatuh cinta.

Dampaknya: Ketika harapan ini tidak terpenuhi, mereka cenderung merasa kecewa atau bahkan menyalahkan perempuan tersebut.

6. Cenderung Bersikap Memanipulasi

Beberapa pria mungkin menggunakan taktik manipulatif untuk mendekati perempuan yang mereka incar.

Ini bisa berupa membuat perempuan merasa bersalah, memanfaatkan situasi tertentu, atau memanipulasi emosi untuk mendapatkan perhatian.

Contoh: Mengatakan, “Aku sudah melakukan banyak hal untukmu, tapi kamu sama sekali tidak menghargainya,” sebagai bentuk tekanan emosional.

Mengapa ini bermasalah? Manipulasi bukanlah dasar yang sehat untuk hubungan apa pun.

7. Mudah Tersinggung Ketika Ditolak

Ketika usaha mereka tidak dihargai atau perempuan tersebut menolak mereka, pria seperti ini sering kali merespons dengan sikap defensif atau marah.

Mereka mungkin mengeluarkan komentar negatif atau bahkan menyalahkan perempuan tersebut atas kegagalan mereka.

Contoh: Mengatakan, “Dia terlalu sombong” atau “Perempuan seperti dia memang hanya peduli pada uang.”

Mengapa ini terjadi? Ego mereka terluka, dan mereka merasa perlu mencari kambing hitam untuk menutupi rasa sakit atau kegagalan.

Apa yang Bisa Dipelajari dari Perilaku Ini?

Perilaku seperti ini sering kali mencerminkan kurangnya pemahaman diri dan rasa percaya diri yang sebenarnya.

Mengejar seseorang yang dianggap “di luar jangkauan” bukanlah masalah, selama dilakukan dengan cara yang sehat dan tulus.

Namun, jika dilakukan dengan pola-pola di atas, hal ini justru bisa merusak hubungan dan citra diri mereka sendiri.

Sebagai penutup, penting bagi setiap pria untuk memahami bahwa hubungan yang sehat dibangun atas dasar kejujuran, penghormatan, dan kesetaraan.

Alih-alih berusaha terlalu keras untuk mendapatkan perhatian seseorang, lebih baik fokus pada pengembangan diri dan membangun hubungan yang tulus dengan orang yang benar-benar menghargai siapa diri Anda sebenarnya.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho