← Beranda

Ini 8 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Makan Berlebihan Menurut Psikologi, Salah Satunya karena Stres  

Tazkia Royyan HikmatiarSenin, 25 November 2024 | 23.26 WIB
Ilustrasi orang dengan tanda zodiak yang pakkng rakus dan memiliki nafsu makan yang tinggi./ freepik/wayhomestudio

 

JawaPos.com – Anda pernah melihat orang yang tak bisa berhenti mengunyah dan terus-menerus makan ketika tak ada kegiatan? Ini bukan hanya soal lapar dan makan, tapi menunjukkan kepribadian mereka sesungguhnya.

Psikologi mampu menguraikan alasan di balik orang yang sering kalap dan makan berlebihan. Ada kelainan tertentu yang seharusnya tak dibiarkan begitu saja. Dikutip dari geediting, ini 8 kepribadian orang yang suka makan berlebihan menurut psikologi. 

1) Pemakan emosional

Penelitian membuktikan bahwa makan karena emosi merupakan salah satu ciri yang paling umum ditemukan pada orang yang rutin makan berlebihan.

Pemakan emosional cenderung menggunakan makanan sebagai mekanisme penanggulangan.

Saat mereka menghadapi stres, kesedihan, atau bahkan kebosanan, makanan menjadi sumber kenyamanan.

Perilaku makan tidak selalu didorong oleh rasa lapar atau kebutuhan nutrisi, malah sering kali untuk memberikan rasa kepuasan emosional.

2) Impulsif secara alami

Kepribadian umum lainnya di antara orang yang suka makan berlebihan adalah impulsivitas. Ada seseorang yang tidak mau merencanakan makanan atau berpikir terlebih dahulu tentang apa yang akan dia makan.

Sebaliknya, ia sering kali membuat keputusan spontan berdasarkan apa yang ingin ia makan saat itu juga. Sering kali, keputusan ini menyebabkan makan berlebihan.

Penelitian mendukung hal ini, bahwa impulsivitas adalah sifat yang dapat menyebabkan hubungan tidak sehat dengan makanan.

Baca Juga: 4 Ciri Kepribadian dan Kelemahan Orang yang Lahir di Hari Rabu, Mungkinkah Anda Salah Satunya yang Lahir di Hari Ini?

3) Perfeksionis

Sebuah studi tahun 2023 yang diterbitkan dalam Journal of Eating Disorders menemukan hubungan kuat antara perfeksionisme dan makan berlebihan.

Mereka yang menetapkan standar yang sangat tinggi dan tidak realistis bagi diri mereka sendiri, dan mengkritik diri sendiri dengan keras ketika mereka tidak memenuhi standar tersebut, cenderung melakukan pola makan berlebihan sebagai bentuk hukuman diri atau mekanisme penanggulangan.

Dengan kata lain, mengejar kesempurnaan kadang kala dapat membawa kita ke jalan yang tidak sehat dalam hal kebiasaan makan.

4) Orang yang suka menyenangkan orang lain

Mereka mungkin merasa harus menghabiskan piring mereka di pesta makan malam, menerima porsi kedua sebagai bentuk kesopanan, atau ikut makan ketika orang lain sedang menyantap hidangan penutup, bahkan ketika mereka sudah kenyang.

Kecenderungan mendahulukan harapan dan perasaan orang lain daripada perasaannya sendiri sering kali dapat menyebabkan makan berlebihan.

Ini adalah perjuangan yang dapat dimengerti, tetapi mempelajari sifat ini dapat membantu individu menetapkan batasan dan memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan mereka sendiri.

5) Individu yang memiliki tingkat stres tinggi

Hidup ini penuh dengan pemicu stres, dan cara kita mengatasinya dapat memengaruhi kebiasaan makan kita secara signifikan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang mengalami tingkat stres tinggi sering kali mencari makanan sebagai pelepas stres yang cepat.

Ada alasan ilmiah di balik ini: Stres memicu pelepasan kortisol, hormon yang meningkatkan nafsu makan.

6) Mereka yang berjuang dengan harga diri

Banyak orang yang rutin makan berlebihan mungkin tidak melihat harga diri mereka sendiri di luar penampilan fisik atau berat badan mereka.

Mereka mungkin merasa tidak pantas mendapatkan cinta, rasa hormat, atau perhatian, sehingga mereka mengabaikan kesehatan mereka sendiri. Ini adalah masalah yang sangat emosional dan kompleks yang melampaui kebiasaan makan sederhana.

7) Suka begadang

Penelitian menunjukkan bahwa saat kita lelah, tubuh kita memproduksi lebih banyak ghrelin – hormon lapar – yang dapat menyebabkan peningkatan keinginan makan.

Ditambah lagi, rutinitas larut malam sering kali melibatkan kegiatan seperti menonton TV atau menjelajahi internet, yang dapat dengan mudah dipadukan dengan ngemil yang tidak perlu dipikirkan.

Jadi, jika anda tipe orang yang suka begadang, anda mungkin mendapati diri Anda mengonsumsi kalori ekstra tanpa menyadarinya.

8) Menghindari ketidaknyamanan

Beberapa orang memiliki toleransi yang rendah terhadap ketidaknyamanan atau rasa sakit. Sifat ini dapat menyebabkan ketergantungan pada makanan, sebagai cara cepat dan mudah untuk menghilangkan perasaan tidak nyaman.

Entah itu ketidaknyamanan fisik seperti rasa lapar atau ketidaknyamanan emosional seperti kesedihan, orang-orang ini mungkin mendapati diri mereka mencari makanan sebagai bentuk pelarian atau pengalih perhatian.

 

 

EDITOR: Bayu Putra