← Beranda

'Acne Face Map': Inilah Penyebab Jerawat Berdasarkan Letaknya yang Wajib Anda Ketahui

Ajilan Fauza FathayanieRabu, 16 Oktober 2024 | 16.17 WIB
Ilustrasi jerawat yang disebabkan oleh kurangnya vitamin tertentu dalam tubuh.

JawaPos.com - Jerawat adalah masalah kulit yang umum dialami oleh banyak orang, dan seringkali lokasi munculnya jerawat dapat memberikan petunjuk penting tentang penyebabnya.

Konsep yang dikenal sebagai 'acne face map' atau peta wajah jerawat membantu kita memahami bahwa setiap area wajah dapat berhubungan dengan kondisi atau kebiasaan sehari-hari yang dapat memicu timbulnya jerawat.

Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan berbagai penyebab jerawat berdasarkan letaknya di wajah, sehingga Anda dapat lebih mudah mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin berkontribusi terhadap munculnya jerawat.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang 'acne face map', diharapkan Anda dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk merawat kulit dan mengurangi masalah jerawat secara efektif.

Dilansir dari laman Medical News Today pada Rabu (16/10), berikut merupakan penyebab jerawat berdasarkan letaknya yang wajib Anda ketahui.

1. Garis Rambut dan Pelipis

Jerawat di sekitar garis rambut dan pelipis seringkali disebabkan oleh penggunaan produk perawatan rambut yang berminyak, seperti pomade atau minyak rambut.

Produk-produk ini bisa menyebar dari rambut ke kulit wajah di sekitarnya, terutama di garis rambut, dan menyumbat pori-pori, yang pada akhirnya dapat menyebabkan timbulnya jerawat.

Kondisi ini dikenal dengan istilah "jerawat pomade." Jerawat pomade dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun perempuan, dan ini bisa terjadi pada semua jenis kulit.

Untuk mencegahnya, penting untuk memilih produk perawatan rambut yang berlabel non-komedogenik, yang artinya bahwa produk tersebut tidak menyumbat pori-pori.

Selain itu, usahakan untuk menghindari kontak langsung antara produk rambut yang berminyak dengan kulit wajah, terutama di area sekitar garis rambut dan pelipis.

Dengan rutin membersihkan wajah, terutama setelah menggunakan produk rambut, ini juga dapat membantu mengurangi risiko jerawat di area ini.

2. T-zone (Dahi, Hidung, dan Dagu)

T-zone mencakup area dahi, hidung, dan dagu, dan ini adalah area di mana kelenjar minyak atau kelenjar sebaceous paling aktif.

Kelenjar ini menghasilkan sebum, yaitu minyak alami yang berfungsi untuk melembabkan dan melindungi kulit. Namun, produksi sebum yang berlebihan dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

Sebum yang bercampur dengan sel kulit mati dan kotoran akan menutup pori-pori, sehingga menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri penyebab jerawat untuk berkembang biak dengan baik.

Penelitian menunjukkan bahwa di area ini, terutama di dahi dan hidung, jerawat lebih sering muncul dibandingkan di bagian wajah lainnya karena kelenjar minyak yang cenderung lebih aktif.

Pada remaja, jerawat juga sering muncul di U-zone (pipi dan dagu) karena produksi minyak yang meningkat selama masa pubertas.

Untuk mengatasi jerawat di T-zone, sangat penting untuk menjaga kebersihan wajah dengan baik dan menggunakan produk perawatan kulit yang mengontrol produksi minyak, seperti toner atau pelembap ringan yang tidak berminyak.

3. Pipi

Jerawat di pipi sering kali disebabkan oleh gesekan atau tekanan terus-menerus pada kulit, yang dikenal sebagai "jerawat mekanika."

Jerawat jenis ini dapat terjadi ketika kulit mengalami kontak langsung dengan benda-benda seperti ponsel, bantal, atau helm yang memiliki tali dagu.

Misalnya, saat seseorang menempelkan ponsel di pipi saat menelepon, minyak dan bakteri dari ponsel bisa berpindah ke kulit, menyumbat pori-pori, dan pada akhirnya dapat menyebabkan jerawat.

Selain itu, tidur dengan posisi wajah yang selalu bergesekan dengan bantal juga dapat memicu timbulnya jerawat.

Jerawat mekanika tidak hanya terbatas pada pipi, namun jerawat ini bisa terjadi di bagian tubuh lain, tergantung pada area yang sering mengalami gesekan, seperti bahu, punggung, atau dahi.

Kondisi ini sering kali dialami oleh atlet yang memakai pakaian atau peralatan olahraga yang ketat dan bergesekan dengan kulit.

Solusi untuk jerawat ini adalah dengan menjaga kebersihan benda-benda yang sering bersentuhan dengan kulit, seperti rutin membersihkan ponsel dan mengganti sarung bantal secara teratur.

Menggunakan pakaian yang longgar dan menghindari gesekan yang berlebihan pada kulit juga dapat membantu mengurangi risiko jerawat di area tersebut.

4. Garis Rahang

Baca Juga: Trauma Masa Lalu: 7 Emosional yang Dapat Menghambat Kesuksesan Anda Menurut Psikologi

Jerawat di sekitar garis rahang sering kali dikaitkan dengan perubahan hormon, terutama pada perempuan.

Fluktuasi hormon, seperti yang terjadi selama siklus menstruasi, kehamilan, atau menopause, dapat mempengaruhi produksi minyak di kulit dan memicu jerawat.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami jerawat di area rahang cenderung memiliki kadar hormon DHEA-S yang sedikit lebih tinggi.

DHEA-S adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan berperan dalam mempengaruhi produksi minyak di kulit.

Selain itu, jerawat di sekitar rahang juga sering muncul beberapa hari sebelum menstruasi karena perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron.

Namun, meskipun jerawat di garis rahang sering dikaitkan dengan hormon, tidak semua kasus jerawat di area ini disebabkan oleh gangguan hormonal.

Pada beberapa orang, jerawat di rahang bisa disebabkan oleh peningkatan sensitivitas kelenjar minyak terhadap hormon, meskipun tidak ada ketidakseimbangan hormon yang nyata.

Mengatasi jerawat di area ini bisa memerlukan pendekatan khusus, termasuk penggunaan produk perawatan kulit yang mengontrol produksi minyak atau dalam beberapa kasus dapat dilakukan dengan pengobatan hormonal.

EDITOR: Hanny Suwindari