JawaPos.com – Minyak, keringat, polusi, dan bau makanan sering menempel pada pakaian yang kita gunakan, dan tahapan akhir dari menggunakan baju adalah mencucinya, baik mengucek menggunakan tangan atau mencuci memakai mesin, keduanya sama-sama memerlukan air dan deterjen.
Adanya mesin cuci pada masa kini, tersedia deterjen dengan takaran yang sudah ditentukan, serta hadirnya pengering otomatis yang menghilangkan tugas menjemur telah berhasil membantu meringankan tugas kita sehari-hari.
Namun, di balik kemudahan itu, ternyata masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dilansir dari Real Simple, berikut 7 kebiasaan mencuci baju dengan mesin yang dapat merusak pakaian:
1. Menumpuk cucian
Kebanyakan orang menumpuk semua pakaian dan mencucinya secara bersamaan.
Tinggalkan kebiasaan itu, sebaliknya mulai investasikan dalam beberapa keranjang cucian dan pisahkan cucian kotor berdasarkan warna dan jenis kain.
2. Menggunakan air panas
Kain sintetis dan sutra, serta katun yang ditenun halus saat ini tidak dapat bertahan dengan pencucian berulang menggunakan air panas, cukup gunakan air dingin atau hangat untuk menghilangkan noda dan kotoran.
3. Menambahkan banyak deterjen
Cara ini mungkin tampak seperti solusi untuk membersihkan pakaian secara maksimal, namun sebenarnya hal ini dapat memperburuk keadaan.
Terlalu banyak deterjen akan meninggalkan residu pada kain, memerangkap kotoran dan bau serta membuat pakaian terasa kaku dan kasar.
Mesin cuci bukaan depan dan bukaan atas yang efisien hanya memerlukan satu kapsul, atau sekitar dua sendok teh deterjen cair untuk satu muatan penuh.
4. Mengira pakaian wangi sudah bersih
Meskipun bau deterjen pada pakaian setelah dicuci tercium harum, bukan berarti pakaian tersebut bersih. Cucian yang bersih adalah bebas dari minyak, keringat, dan bau makanan.
Deterjen beraroma kuat sering kali menutupi bau tersebut, tetapi bau tersebut akan kembali saat panas tubuh kita melepaskannya dari kain.
Coba cuci pakaian Anda dengan deterjen tanpa pewangi dan lihat apakah pakaian tersebut benar-benar bersih.
5. Tidak pernah mengganti pengaturan waktu mencuci dan mengeringkan
Kebanyakan orang malas melakukan ini karena terkesan ‘ribet’, bahkan beberapa diantaranya tidak pernah mengaturnya sama sekali dari hari pertama mesin digunakan.
Pertimbangkan pengaturan mesin cuci atau pengering berdasarkan ukuran muatan, tingkat kotoran, dan jenis kainnya.
6. Sering mengabaikan label perawatan pakaian
Label pada pakaian, memberikan informasi tentang kandungan serat dan petunjuk perawatan.
Sebagian besar produsen merekomendasikan metode pembersihan paling konservatif agar pakaian tetap terlihat baru, tetapi pengalaman mencuci dapat membantu Anda memutuskan apakah akan mencuci pakaian dengan mesin, tangan, atau cuci kering.
7. Percaya bahwa mesin cuci sudah membersihkan diri
Meskipun ada banyak air dan deterjen yang mengalir melalui proses pencucian dan pembilasan, setiap mesin cuci menangkap kotoran tubuh, rambut, serat, dan tanah.
Membersihkan mesin cuci setidaknya sebulan sekali akan memberikan cucian yang lebih bersih dan mencegah penyumbatan saluran air.