JawaPos.com–Bunga sedap malam, atau yang dikenal dengan nama Latin Polianthes tuberosa, sering kali menarik perhatian dengan keharuman eksotis yang menggoda. Dari namanya yang indah, seperti raat ki raani (ratu malam) dalam bahasa Hindi, hingga sebutan sundal malam dalam bahasa Melayu, bunga ini memancarkan daya tarik yang mendalam.
Namun, di balik keindahan dan fungsinya yang luas, terdapat berbagai mitos menarik yang melingkupi bunga sedap malam. Dilansir dari laman satuharapan, berikut adalah beberapa mitos dan fakta menarik tentang bunga ini.
Mitos dan Legenda yang Mengelilingi Bunga Sedap Malam
Mitos Keberanian dan Perangsang Salah satu mitos yang paling terkenal tentang bunga sedap malam berasal dari zaman Renaissance Italia. Konon, ada larangan bagi gadis-gadis untuk melintas di kebun sedap malam karena harum bunganya dipercaya memiliki kemampuan merangsang.\
Berbeda dengan melati yang lebih dikenal dengan aroma kesegaran, bau sedap malam dianggap dapat memicu gairah. Meskipun cerita ini mungkin menarik, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.
Kisah dalam Komik Smurf
Bunga sedap malam juga menginspirasi dunia komik. Kartunis Belgia Peyo, memasukkan bunga ini dalam komiknya The Purple Smurfs.
Dalam cerita tersebut, bunga sedap malam digunakan Papa Smurf sebagai penangkal untuk melawan kutukan dari karakter antagonis Bzz. Kisah ini menyoroti bagaimana bunga ini dapat menjadi simbol kekuatan dan penyelamatan dalam narasi fiksi.
Legenda Sebagai Tanaman Berkhasiat
Di berbagai belahan dunia, bunga sedap malam dikenal tidak hanya sebagai tanaman hias tetapi juga sebagai bahan dengan khasiat obat. Di negara-negara seperti Maroko, Komoro, India, dan Tiongkok, bunga ini digunakan dalam industri parfum dan obat-obatan. Minyak esensial dari bunga sedap malam dipercaya memiliki khasiat afrodisiak, deodoran, menenangkan, dan menghangatkan, menjadikannya sangat berharga dalam pengobatan tradisional.
Fakta Ilmiah tentang Bunga Sedap Malam
Asal dan penyebaran bunga sedap malam berasal dari Meksiko dan dikenal dengan nama lokal omixochitl atau bunga tulang. Pada 1530, seorang misionaris Prancis memperkenalkan bunga ini ke Eropa. Sejak itu, sedap malam menyebar ke berbagai daerah subtropis dan tropis, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, bunga ini sering digunakan dalam upacara pernikahan sebagai dekorasi, mencerminkan nilai budaya dan keindahan.
Keunikan Struktur dan Penampilan Bunga sedap malam memiliki batang semu dengan umbi yang berfungsi menyimpan makanan. Daun tanaman ini berwarna hijau mengkilat dengan bintik kemerahan dan dapat tumbuh hingga 60 cm. Bunga sedap malam berbunga secara bergiliran, mulai dari bagian bawah tangkai menuju atas, menambah keindahan visual.
Manfaat Kesehatan dan Ekonomi
Bunga sedap malam tidak hanya cantik, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan. Mengandung sifat sedatif, bunga ini digunakan untuk meredakan diare dan batuk dalam pengobatan tradisional.
Di Indonesia, bunga ini juga dikenal sebagai maskot flora Jawa Timur karena keindahan dan nilai ekonomi yang tinggi.
Bunga sedap malam adalah contoh bagaimana tanaman tidak hanya memiliki keindahan visual tetapi juga kaya akan makna dan manfaat. Meskipun beberapa mitos yang melingkupinya mungkin tidak berdasar secara ilmiah, bunga ini tetap menjadi bagian penting dalam budaya dan pengobatan tradisional di berbagai belahan dunia. Dengan keharuman yang khas dan khasiatnya, bunga sedap malam terus memikat hati banyak orang di seluruh dunia.