JawaPos.com - Pernahkah kamu bertanya-tanya apakah apa yang kamu lakukan setiap hari dapat menjadi alasan di balik ketidakbahagiaanmu? Menjalani hidup yang bahagia tidak sesulit yang terlihat. Terkadang, kebiasaan sehari-hari kita yang diam-diam merusak kegembiraan kita.
Dilansir JawaPos.com dari laman Ideapod pada Sabtu (27/7), berikut sembilan kebiasaan sehari-hari yang dapat merampas kebahagiaanmu.
1. Mengabaikan perawatan diri
Aktivitas yang padat seringkali menuntut kita untuk mengorbankan waktu tidur, melewatkan waktu makan atau makan makanan cepat saji yang tidak sehat, hingga mengabaikan olahraga.
Baca Juga: 5 Weton Ini Bakal Kaya Raya di Usia 30-an, Anda Termasuk?
Mengabaikan perawatan diri dapat menjadi kebiasaan yang dapat berdampak signifikan pada kebahagiaanmu. Jika kamu tidak menjaga kesehatan fisik, kesehatan mentalmu pasti akan terpengaruh.
Jika kamu akhir-akhir ini mengabaikan perawatan diri, mungkin sudah saatnya untuk berpikir ulang. Mulailah memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraanmu.
2. Terlalu keras pada diri sendiri
Bersikap keras terhadap diri sendiri dapat menjadi hambatan besar menuju kebahagiaan. Berusaha untuk menjadi lebih baik itu penting, tetapi mengkritik diri sendiri secara terus-menerus dapat merusak.
Jika kamu selalu menyalahkan diri sendiri, inilah saatnya untuk berubah. Mulailah memperlakukan diri sendiri dengan kebaikan dan pengertian yang sama seperti yang kamu berikan kepada orang lain.
3. Jadwal yang overload
Jadwal yang overload membuatmu tidak punya banyak waktu untuk bersantai, melakukan hobi, atau menghabiskan waktu bersama orang terkasih, semua itu merupakan komponen penting menuju kebahagiaan.
Jika kalendermu penuh sesak tanpa ada waktu untuk bernapas, ini bisa menjadi faktor signifikan penyebab ketidakbahagiaan. Mungkin sudah saatnya untuk menilai ulang dan memprioritaskan apa yang benar-benar penting.
4. Terlibat dalam pembicaraan negatif terhadap diri sendiri
Pembicaraan negatif terhadap diri sendiri dapat menjadi kebiasaan jika tidak diatasi, dan kebiasaan ini dapat menjadi pencuri kebahagiaan yang besar.
Kebiasaan ini menciptakan siklus yang merugikan di mana kamu merendahkan diri sendiri, merasa lebih buruk, dan kemudian merendahkan diri lebih parah lagi.
Jika kamu terus meremehkan dan merendahkan diri sendiri, inilah saatnya untuk mengubah naskah. Cobalah mengganti pernyataan negatif tersebut dengan afirmasi positif.
5. Menyimpan dendam
Kita semua pernah disakiti oleh orang lain di suatu waktu dalam hidup kita, ini adalah bagian dari pengalaman manusia. Namun, menyimpan dendam dan menolak melupakan luka masa lalu dapat berdampak signifikan pada kebahagiaan kita.
Menyimpan dendam dan kemarahan itu seperti membawa beban berat, melelahkan dan tidak ada gunanya untukmu. Orang yang kamu dendami mungkin tidak terpengaruh oleh perasaan negatifmu, tetapi kamu pasti terpengaruh.
6. Mengabaikan hubungan
Kita mungkin tidak bisa berkumpul dengan keluarga, lupa menghubungi teman, atau tidak bisa meluangkan waktu untuk pasangan. Padahal, hubungan adalah sumber kebahagiaan sebagai makhluk sosial.
Mengabaikan hubungan-hubungan penting ini dapat membuat kita merasa terisolasi dan tidak bahagia, Sangat penting untuk memelihara dan berinvestasi dalam hubungan-hubunganmu, bahkan ketika hidup menjadi sibuk.
7. Menghindari perubahan
Menghindari perubahan merupakan kebiasaan yang umum, tetapi juga merupakan penghambat utama kebahagiaan. Perubahan itu menakutkan, penuh dengan ketidakpastian dan potensi risiko, namun juga penuh dengan peluang.
Jika kita menghindari perubahan, pada dasarnya kita memilih untuk tetap berada di zona nyaman, meskipun zona tersebut membuat kita tidak bahagia. Namun, pertumbuhan dan kebahagiaan seringkali berada di luar zona nyaman tersebut.
8. Berfokus pada harta benda
Penelitian menunjukkan bahwa harta benda hanya memberikan kebahagiaan sementara. Kegembiraan atas pembelian baru cepat memudar dan seringkali membuat kita mencari barang berikutnya untuk dibeli.
Kebahagiaan sejati yang langgeng datang dari pengalaman, hubungan, dan pertumbuhan pribadi, serta rasa puas dengan diri sendiri dan kontribusi yang diberikan kepada dunia, bukan apa yang dimiliki.
9. Mengabaikan passion
Passion adalah apa yang membuat kamu menjadi diri sendiri, serta membawa kegembiraan, tujuan, dan kepuasan dalam hidup. Jika kamu mengabaikan atau menekannya, kamu secara efektif meredam kebahagiaanmu sendiri.
Jika ada sesuatu yang kamu sukai untuk dilakukan tetapi sudah lama tidak kamu lakukan karena terlalu sibuk atau terasa berlebihan, inilah saatnya untuk membawanya kembali ke dalam hidupmu.