JawaPos.com - Dalam hidup, marah adalah hal yang wajar untuk kamu rasakan. Sebagai salah satu emosi yang diciptakan dalam tubuh manusia, kamu mungkin pernah merasakan kemarahan ketika mendapati sebuah situasi yang mendukung.
Mulai dari ketidakadilan, dipermalukan di depan orang lain, dihina dan dilecehkan, dan masih banyak lagi kejadian yang bisa membuatmu marah.
Bentuk marah seseorang pun berbeda-beda, ada yang diam dan memendamnya sampai meledak di depan orang yang bersangkutan.
Akan tetapi, apa jadinya apabila kamu memiliki banyak kemarahan dalam dirimu? Kamu mungkin merasakan kemarahan yang amat sangat, sehingga apabila disenggol atau dibahas suatu topik barang sebentar, kamu bisa marah dan meledak layaknya tungku yang kepanasan.
Apabila hal ini terjadi terlalu sering, kamu mungkin ingin menangani emosi tersebut agar tidak mudah meledak-ledak.
Hal ini dikarenakan kemarahan meledak-ledak itu tidak hanya merugikan diri sendiri namun juga orang terdekatmu.
Bagi kamu yang ingin menangani rasa marah dan ingin mengendalikan kemarahan tersebut, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan. Berikut 5 tips untuk menangani rasa marah yang dikutip dari Healthline dan Very Well Mind:
1. Bernapas dan Tenangkan Diri
Hal pertama yang bisa kamu lakukan dengan mudah ketika kamu merasa kemarahanmu akan meledak adalah dengan bernapas dan menenangkan diri.
Kamu bisa menghitung dari satu sampai sepuluh, bahkan seratus untuk bernafas sembari menghilangkan amarah.
Kamu bisa merilekskan tubuhmu dan melepaskan kemarahan yang sebelumnya menumpuk dan seakan hendak meledak. Bukan hal yang mudah, namun kemarahanmu bisa saja menguap dan kamu bisa melihat dengan lebih jernih atas situasi yang sedang terjadi.
2. Pergi dari Situasi Terkait
Kamu juga bisa pergi dari situasi terkait, baik secara mental maupun literal. Apabila kondisi tidak memungkinkan kamu untuk pergi, kamu bisa membayangkan berada di sebuah keadaan menangkan yang bisa membuatmu tidak merasa berada di situasi yang membuat marah tadi.
Kamu juga bisa melangkah pergi secara literal dari situasi atau orang yang membuatmu marah.
Meledak dan bertengkar di tempat bisa jadi malah memperkeruh masalah. Kemukakan alasan logis dan tinggalkan tempat tersebut dengan harapan penyelesaian masalah dengan kepala dingin lain waktu.
3. Fokus Hanya Pada Fakta
Terkadang, kemarahan yang sudah sangat memuncak membuatmu buram akan fakta. Nantinya, masalah semakin tidak selesai karena kamu dan lawan bicara tertutup emosi dalam berargumen.
Usahakan untuk tetap fokus pada fakta yang terjadi di hadapan ketimbang terus menerus menyalakan api kemarahanmu. Nantinya, kamu bisa tetap tenang meski keadaan memang membuatmu berhak marah.
4. Pikirkan Akibat Kemarahan
Kemarahan bisa jadi hal yang benar, namun bisa jadi hal yang salah. Apabila kamu melihat ketidakadilan atau merasa tersakiti, kamu bisa saja marah dan meledak-ledak secara emosi. Namun, hal paling penting dari kemarahan adalah akibat dari kemarahan itu sendiri.
Apakah kemarahanmu benar-benar berguna dalam situasi terkait, dan apakah kemarahanmu adalah satu-satunya hal yang bisa dikeluarkan dalam situasi ini adalah hal yang perlu kamu pertanyakan.
Jangan sampai kamu menyesali hal yang kamu lakukan ketika marah baru setelah kemarahanmu mereda.
5. Lakukan Aktivitas Lain
Serupa dengan pergi dari situasi terkait, kamu bisa mendistraksi pemikiran dengan melakukan aktivitas lain ketimbang terus menerus berada dalam kubangan emosi.
Kamu bisa berjalan di sekitar rumah, mengendarai sepeda bahkan berolahraga untuk menenangkan dirimu.
Ketegangan dan adrenalin yang kamu rasakan ketika marah bisa kamu salurkan melalui aktivitas fisik.
Mengurangi stres, memberikan waktu lebih banyak pada diri sendiri untuk berpikir adalah hal yang bisa membuatmu menangani amarah dan tidak meledakkannya.
6. Berbagi dengan Orang Lain
Tidak harus menanganinya sendiri, kamu bisa berbagi dengan orang lain terkait situasi yang membuatmu marah. Bicara pada orang terdekat bisa membantumu memahami situasi dengan netral dan mendapatkan perspektif lain yang tentu tidak diliputi oleh emosi.
Apabila kamu merasa ledakan emosional yang berlebihan, selalu ingat untuk berusaha berubah dan berkembang.
Tidak hanya curhat dengan temanmu, kamu juga harus membangun solusi atas hal efektif untuk mengendalikan emosimu. Meski tidak meledak di situasi terkait, salah-salah kamu malah meledak di hadapan kawanmu sendiri.
7. Salurkan dengan Baik
Terakhir, hal yang bisa kamu lakukan atas rasa marah ini adalah salurkan dengan baik. Kamu bisa mulai antara lain menulis jurnal, membuat sebuah karya seni, atau benar-benar menyelesaikan masalah yang terjadi dengan menemukan sebuah solusi.
Hal paling realistis dan benar untuk dilakukan ketika marah yang meledak-ledak adalah menenangkannya dan benar-benar berpikir atas solusi yang dibutuhkan.
Sekali mendayung dua pulau terlampaui, kamu bisa menangani kemarahan dalam dirimu sekaligus menyelesaikan masalah.
Baca Juga: Untuk Pertama Kali, HR-V Listrik Melantai di GIIAS 2024 Bareng Honda Step WGN
Ketujuh poin diatas adalah tips dalam menangani kemarahan yang hendak meledak-ledak dalam diri.
Tidak harus instan, seluruh tips diatas juga mungkin ada yang tidak sesuai denganmu satu atau dua poin. Pastikan untuk melatih beberapa yang bisa kamu lakukan dengan harapan untuk mengendalikan diri sendiri.