JawaPos.com – Ginjal berfungsi menyaring darah dan mengeluarkan racun dari tubuh melalui proses buang air kecil. Gagal ginjal adalah kondisi yang dapat didiagnosis oleh siapa saja.
Tidak hanya orang tua, anak-anak muda ternyata juga bisa terkena gagal ginjal. Gagal ginjal di usia muda dapat disebabkan oleh banyak hal, beberapa di antaranya seringkali tidak diketahui.
Gagal ginjal adalah kondisi ginjal yang rusak sehingga tidak dapat menyaring hasil metabolisme tubuh dalam darah dan membuang hasil metabolisme yang tidak diperlukan dari tubuh melalui urine.
Berbagai hal seperti kebiasaan sehari-hari dan kondisi medis tertentu dapat menyebabkan gagal ginjal pada anak muda.
Dikutip dari Siloam Hospital dan klikdokter, inilah penyebab gagal ginjal yang bisa menyerang anak muda:
Kurang minum air putih
Kebiasaan kurang minum air putih dapat menjadi penyebab gagal ginjal yang sering kali tidak disadari. Ginjal membutuhkan cairan yang cukup untuk menjalankan fungsi penyaringannya dengan baik.
Ketika tubuh kekurangan cairan, ginjal akan berusaha mempertahankan keseimbangan elektrolit dan cairan dengan cara mengurangi produksi urine yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.
Orang sehat disarankan untuk mengonsumsi sekitar 2 liter air putih per hari, namun jumlah ini dapat bervariasi tergantung pada kondisi fisik dan lingkungan masing-masing individu.
Bagi orang dengan masalah ginjal dokter biasanya akan memberikan petunjuk khusus mengenai batasan asupan cairan.
Ini karena ginjal yang sudah rusak tidak lagi mampu mengeluarkan kelebihan cairan dengan efisien, sehingga asupan cairan berlebihan dapat menyebabkan pembengkakan (edema) pada organ lain seperti paru-paru dan jantung.
Sering mengonsumsi makanan manis
Terlalu sering mengonsumsi makanan manis juga bisa menjadi penyebab gagal ginjal di usia muda.
Ini karena mengonsumsi gula berlebihan meningkatkan risiko diabetes dan tekanan darah tinggi.
Diabetes dan tekanan darah tinggi atau hipertensi juga bisa menjadi penyebab utama gangguan ginjal.
Baca Juga: Melalui Bahasa Tubuh, Ini Cara Mengetahui Orang Sedang Berbohong Padamu dalam Percakapan
Kegagalan fungsi hati
Sirosis adalah kondisi serius di mana terjadi jaringan parut yang luas pada hati akibat kerusakan kronis.
Kondisi ini umumnya berkembang dari penyakit hati kronis seperti hepatitis B atau C, alkoholisme kronis, atau penyakit hati non-alkoholik (seperti steatohepatitis non-alkoholik/NASH).
Gangguan fungsi hati dapat mengakibatkan berbagai komplikasi, termasuk penumpukan racun dalam darah yang normalnya disaring dan dibuang oleh hati.
Ini dapat memengaruhi ginjal karena ginjal bekerja sama dengan hati dalam mengeliminasi produk samping metabolisme dari tubuh.
Sering mengonsumsi minuman beralkohol
Terlalu sering minum minuman beralkohol merupakan faktor risiko yang signifikan untuk terjadinya gagal ginjal, terutama pada usia muda.
Alkohol memiliki efek toksik langsung terhadap ginjal, menyebabkan kerusakan pada tubulus ginjal yang bertanggung jawab untuk menyerap air dan zat-zat lainnya dari urin.
Alkohol dapat menyebabkan dehidrasi, yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal dalam membuang produk samping metabolisme.
Diabetes
Diabetes merupakan salah satu penyakit metabolik yang umum terjadi dan dapat memberikan dampak serius pada ginjal, terutama jika tidak terkontrol dengan baik.
Diabetes tipe 1 yang biasanya terjadi pada usia muda dan dipengaruhi oleh faktor genetik merupakan jenis diabetes di mana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup untuk mengatur kadar gula darah.
Ini dapat menyebabkan penumpukan gula darah yang tinggi dalam tubuh, yang pada gilirannya dapat merusak pembuluh darah dan glomerulus (bagian penting dalam fungsi ginjal).
Komplikasi ginjal yang sering terjadi pada diabetes disebut nefropati diabetik, di mana kerusakan pada pembuluh darah kecil ginjal menyebabkan ginjal tidak mampu menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah dengan efisien.
Lama kelamaan, kondisi ini dapat berkembang menjadi gagal ginjal.
Penggunaan obat NSAID jangka panjang
Penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ginjal kronis, khususnya nefritis interstitial kronis.
NSAID bekerja dengan cara menghambat enzim yang terlibat dalam produksi prostaglandin, senyawa yang membantu mengatur respon peradangan dan rasa sakit.
Label kemasan obat NSAID umumnya memberikan peringatan untuk tidak menggunakan obat-obatan tersebut lebih dari beberapa hari berturut-turut tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Hal ini disarankan untuk mengurangi risiko efek samping yang berpotensi merugikan, termasuk terhadap ginjal.
Baca Juga: Terbukti jadi Kurir Peredaran Sabu-sabu, Suparman Divonis Seumur Hidup
Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak diobati dengan tepat dapat menyebabkan gangguan pada ginjal.
Ginjal berperan penting dalam mengatur tekanan darah dengan mengatur volume darah, kadar garam, dan cairan dalam tubuh.
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat memberikan beban tambahan pada ginjal yang dapat menyebabkan kerusakan bertahap pada organ tersebut.