JawaPos.com - Mewarnai rambut merpakan sesuatu yang menyenangkan bagi sebagian orang.
Kegiatan mewarnai rambut, dinilai dapat membuat penampilan lebih modis dan terlihat lebih muda.
Bahkan, banyak orang yang menjadikan hal ini sebagai perawatan rutin untuk mengekspresikan diri atau mengubah penampilan mereka.
Pada umumnya, mewarnai rambut bisa bertujuan untuk menutupi uban, mencoba warna baru, atau hanya mengubah penampilan.
Namun di balik semua keuntungan yang ditawarkan, cat rambut menimbulkan risiko jika digunakan terlalu sering.
Efek samping yang dapat terjadi pada rambut harus diperhatikan sebelum mewarnainya, terutama jika menggunakan pewarna berbahan kimia.
Dikutip dari Alodokter dan Cantika, inilah beberapa efek samping yang timbul jika terlalu sering mengganti warna rambut.
Baca Juga: Atasi Rambut Rontok dengan Medical Grade Hair Growth Booster
Kerusakan rambut
Proses pewarnaan rambut dengan bahan kimia memang dapat menyebabkan perubahan struktur rambut.
Bahan kimia seperti amonia dan hidrogen peroksida dalam pewarna rambut dapat menghilangkan protein alami dari rambut.
Protein ini penting untuk menjaga kekuatan dan elastisitas rambut. Kehilangan protein dapat membuat rambut lebih rentan terhadap kerusakan dan kekeringan.
Pewarna rambut bekerja dengan membuka kutikula (lapisan pelindung) rambut untuk menembus pigmen warna ke dalam batang rambut.
Proses ini bisa merusak kutikula dan mengubah struktur internal rambut, membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan mekanis seperti patah dan rontok.
Iritasi dan alergi
PPD (para-phenylenediamine) adalah salah satu bahan kimia utama dalam pewarna rambut yang sering menjadi penyebab alergi kulit.
Gejala alergi terhadap PPD dapat bervariasi dari ringan hingga parah, dan dapat mempengaruhi kulit kepala, wajah, atau bahkan area tubuh lainnya yang terpapar.
Baca Juga: Mulai Dari Kelelahan Hingga Rambut Rontok, Berikut 13 Ciri-Ciri Autoimun yang Perlu Diwaspadai
Orang yang sensitif terhadap PPD bisa mengalami reaksi alergi seperti ruam kulit, gatal-gatal, dan bahkan pembengkakan pada area yang terpapar.
Selain alergi, PPD juga dapat menyebabkan iritasi langsung pada kulit. Ini dapat menghasilkan kulit yang merah, kering, bengkak, melepuh, dan terasa panas.
Reaksi alergi yang lebih serius seperti anafilaksis bisa terjadi pada beberapa kasus yang langka. Gejalanya meliputi kemerahan kulit yang parah, pusing, dan pembengkakan di area seperti mata, bibir, tangan, atau kaki.
Memicu kanker
Penelitian tentang hubungan antara penggunaan cat rambut dan risiko kanker memang masih dalam perdebatan dan terus dipelajari lebih lanjut.
Meskipun demikian, beberapa studi menunjukkan ada potensi bahwa pewarna rambut tertentu dapat bersifat karsinogenik atau meningkatkan risiko terjadinya beberapa jenis kanker tertentu.
Baca Juga: Ingin Tampil Lebih Muda? Inilah 7 Warna Rambut Terbaik Yang Membuat Anda Tampak Awet Muda
Beberapa jenis kanker yang telah dikaitkan dengan penggunaan cat rambut adalah leukemia, limfoma, kanker payudara, dan kanker kandung kemih.
Beberapa bahan kimia dalam pewarna rambut yang telah diidentifikasi sebagai berpotensi meningkatkan risiko kanker adalah para-phenylenediamine (PPD), timbal asetat, dan coal tar.
Bahan-bahan ini dapat diserap oleh tubuh melalui pori-pori kulit kepala atau terhirup saat proses penggunaan.
Gangguan mata
Kontak langsung dengan bahan kimia dalam cat rambut dapat menyebabkan iritasi pada mata, yang sering kali ditandai dengan kemerahan, gatal, dan perasaan terbakar.
Paparan yang lebih serius atau terus menerus dapat menyebabkan kerusakan pada kornea mata. Kornea adalah lapisan luar mata yang penting untuk penglihatan yang jernih.
Kerusakan pada kornea bisa mengakibatkan penglihatan kabur, sensitivitas terhadap cahaya, atau bahkan kebutaan sementara atau permanen.
Jika partikel cat rambut tertinggal di mata dan tidak dibersihkan dengan baik, ini bisa meningkatkan risiko infeksi mata yang serius.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Gaya Ikatan Rambut Anda Mengungkapkan Sifat Kepribadian Anda yang Sebenarnya
Kerusakan saraf
Timbal asetat adalah bahan kimia yang pernah umum digunakan dalam produk pewarna rambut untuk membantu menghasilkan warna yang lebih tahan lama.
Timbal asetat diketahui memiliki risiko kesehatan yang serius, terutama terkait dengan keracunan timbal yang dapat mempengaruhi sistem saraf dan otak.
Paparan timbal asetat dapat menyebabkan keracunan timbal, yang dapat menyebabkan berbagai gejala termasuk sakit kepala, mual, muntah, kelelahan, kebingungan, dan bahkan kerusakan pada organ tubuh seperti ginjal dan hati.
Paparan jangka panjang terhadap timbal asetat dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sistem saraf pusat, terutama pada anak-anak yang lebih rentan terhadap efek negatif timbal.
***