JawaPos.com – Sebagai manusia, kita semua tentu dianjurkan untuk memperhatikan semua rangsangan dan peristiwa dalam hidup namun sebenarnya tidak semuanya bermanfaat buat kita.
Bahkan ada yang dapat menguras sumber daya mental kita sehingga menghambat kemajuan kita baik pola pikir maupun kesuksesan. Menurut psikologi, orang pintar telah menguasai seni dalam menyeleksi mana yang perlu diperhatikan dan mana yang tidak.
Mereka selalu memfokuskan pada hal yang benar-benar penting dan mengabaikan hal yang menguras emosional bahkan pikiran.
Sifat ini bukan tentang keangkuhan atau kesombongan namun tentang menyadari apa yang Anda izinkan masuk ke dalam pikiran Anda dan berapa banyak energi yang Anda keluarkan untuk itu.
Dilansir dari laman Global English Editing, Sabtu (15/6), berikut beberapa hal yang tidak pernah diperhatikan oleh orang pintar diantaranya :
- Gosip
Gosip memang tampak seperti kesenangan yang tidak berbahaya tetapi orang pintar lebih memilih untuk tidak terjebak dalam aktivitas yang menghabiskan waktu dan energi.
Meskipun memiliki rasa ingin tahu terhadap kehidupan orang lain adalah hal yang wajar namun gosip yang berlebihan dapat menyebabkan pola pikir negatif dan membuang-buang waktu.
Menurut psikolog Jack Schafer menjelaskan bahwa gosip biasanya berpusat pada aspek negatif penampilan pribadi, pencapaian pribadi atau perilaku pribadi seseorang.
Orang pintar memahami bahwa semakin mereka fokus pada urusan orang lain maka semakin sedikit waktu yang mereka miliki untuk urusan mereka sendiri. Mereka lebih memprioritaskan pengembangan diri dan pertumbuhan pribadi dibandingkan obrolan yang tidak perlu tentang kehidupan orang lain.
- Pembicaraan diri sendiri yang negatif
Orang-orang pintar menyadari bahwa pembicaraan tentang diri sendiri yang negatif tidak membantu mereka dalam hal apapun tetapi justru dapat menghambat produktivitas mereka.
Daripada terus-menerus memikirkan kekurangan atau kesalahan, orang pintar lebih fokus pada kekuatan dan pencapaiannya. Uniknya, mereka menganggap kegagalan sebagai kesempatan belajar dan bukan sebagai tanda ketidakmampuan.
- Perencanaan yang berlebihan
Meskipun perencanaan sangat penting untuk mencapai tujuan namun orang pintar memahami bahwa semua itu ada batasnya. Artinya mereka menyadari bahwa hidup tidak dapat diprediksi dan terkadang rencana terbaik pun bisa berpotensi gagal.
Mereka lebih memilih fokus untuk menetapkan tujuan yang fleksibel dan mengembangkan ketahanan untuk beradaptasi ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai harapan.
- Kesempurnaan media sosial
Orang-orang yang pintar selalu memahami bahwa membandingkan kehidupan mereka dengan kehidupan yang tampak sempurna di media sosial dapat menimbulkan perasaan tidak mampu dan tidak puas.
Bahkan mereka juga menyadari bahwa setiap orang mengalami suka dan duka, kegagalan dan kesuksesan, momen suka dan duka namun tidak semua dibagikan secara online.
- Penilaian yang tidak baik
Orang-orang pintar memiliki pemahaman bahwa pentingnya mengutamakan nilai kebaikan daripada penilaian. Artinya mereka selalu mencoba memahami setiap sudut pandang orang lain dalam penilaian yang tidak baik terhadapnya.
- Pendapat orang lain
Dalam masyarakat kita, mudah sekali kita menjadi sibuk dengan apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Namun, orang pintar memahami bahwa hal ini adalah jebakan yang dapat menimbulkan kerugian diri dan menghambat pertumbuhan pribadi.
Intinya mereka menjalani hidup berdasarkan nilai dan keyakinannya bukan berdasarkan persetujuan orang lain.