← Beranda

6 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menyimpan dan Mengolah Daging Sapi supaya Lebih Sehat, Nomor 3 Jarang Diketahui Orang

Dewi Anggini LarasatiRabu, 12 Juni 2024 | 17.36 WIB
Ilustrasi daging sapi kurban. M. Risyal Hidayat/Antara

 

JawaPos.com—Menjelang Hari Raya Kurban atau Iduladha, pastinya Anda sudah merencakan resep-resep masakan dengan bahan dasar daging sapi.
 
Mulai dari resep yang mudah, resep dengan bumbu sederhana, hingga resep-resep olahan daging sapi untuk diet.
 
Ya, daging sapi memang merupakan sumber protein, vitamin B, dan berbagai jenis mineral, seperti fosfor, selenium, dan zat besi. Nutrisi-nutrisi tersebut sangatlah penting bagi tubuh.
 
Sebagai salah satu sumber protein hewani yang penting dalam pola makan, kandungan dalam daging sapi sangat baik untuk menjalankan fungsi tubuh sehari-hari. Namun, salah mengolah daging sapi bisa berbahaya untuk kesehatan.
 
Karena di sisi lain daging sapi juga bisa menjadi sumber lemak dan kolesterol jahat yang berisiko menimbulkan masalah kesehatan, maka sangat penting untuk memperhatikan cara menyimpan dan mengolah daging sapi dengan baik dan benar.
 
Bukan hanya jumlah dalam mengonsumsi daging sapi yang harus dibatasi, namun pemilihan cara mengolahnya pun tidak boleh sembarangan.
 
Dengan cara pengolahan yang tepat, Anda bisa mengurangi berbagai resiko dan dampak buruk yang mungkin akan ditimbulkan.
 
Baca Juga: Poin Penting Saat Memilih Hewan Kurban untuk Idul Adha 1445 H, Tips dari Baznas hingga Dosen UGM
 
Melansir dari alodokter dan hellosehat, berikut ini beberapa cara yang sebaiknya Anda lakukan:
 
1. Cara Memilih Daging Sapi
 
Jika memungkinkan, akan lebih baik bila Anda memilih bagian daging sapi yang mengandung lebih sedikit lemak, seperti paha depan, paha belakang, atau bagian pinggang.
 
Pilih daging sapi yang segar dan bersih, serta hindari yang sudah berwarna kecoklatan, terlihat kotor, atau bahkan berlendir.
 
2. Cara Menyimpan Daging Sapi
 
Maksimal 2 jam setelah berada di luar ruangan, segera simpan daging sapi di kulkas. Masukkan daging ke dalam kantong plastik atau wadah yang tertutup rapat.
 
Selain itu, letakkan daging sapi di tempat terpisah dan jauh dari bahan makanan lain, seperti sayur dan buah. Hal tersebut untuk mencegah kontaminasi bakteri.
 
Simpan daging sapi pada suhu <4°C atau di lemari pembeku bersuhu -18°C. Hal ini bertujuan untuk menjaga daging tetap segar, mempertahankan nutrisinya, dan memperpanjang umur penyimpanan makanan.
 
Daging sapi bisa bertahan selama 3-4 hari jika Anda menyimpannya di kulkas. Namun, jika Anda menyimpannya dalam freezer atau lemari pembeku daging sapi mentah mampu bertahan hingga sekitar 3-4 bulan.
 
Baca Juga: Pemprov Pastikan Stok Hewan Kurban Cukup dan Sehat untuk Idul Adha di DKI Jakarta
 
3. Cara Defrost atau Mencairkan Daging Sapi yang Beku
 
Sebaiknya hindari defrost daging sapi dengan suhu ruangan. Dikutip dari situs USDA Food Safety and Inspection Service, ketika daging dibiarkan pada suhu ruangan, tepatnya di antara 4-60°C, daging akan menjadi sarang perkembangbiakan bakteri.
 
Anda dapat mencairkan daging yang beku dengan cara memasukkan ke dalam kulkas bagian bawah, air dingin, atau menggunakan microwave. Dengan cara ini, bakteri tidak akan berkembang biak di dalam daging secara cepat.
 
4. Peralatan dan Suhu yang Tepat dalam Memasak Daging Sapi
 
Cuci tangan sebelum dan setelah memegang daging sapi, serta gunakan peralatan masak yang bersih. Mencuci alat-alat memasak dengan air hangat atau panas dan sabun bisa secara maksimal membasmi bakteri.
 
Selain itu, saat mengolah daging sapi sebaiknya menggunakan pisau dan talenan yang berbeda dengan yang digunakan untuk memotong bahan makanan lain. Hal ini bertujuan untuk mencegah kontaminasi silang.
 
Selanjutnya untuk mendapatkan hasil matang yang sempurna baik dari segi kelezatan dan kesehatan, adalah dengan mengolah daging dengan suhu yang tepat. Kebanyakan bakteri sudah mati dengan suhu mencapai  62-82°C.
 
Cara paling efektif adalah dengan menggunakan termometer makanan. Anda dapat menusukkan termometer ke dalam daging saat daging sapi tengah dimasak.
 
Baca Juga: Iduladha Makin Dekat, Pengawasan Hewan Kurban Diperketat
 
5. Cara Sehat untuk Mengolah Daging Sapi
 
Memasak daging sapi yang lebih sehat sebaiknya tidak dengan cara digoreng. Menggoreng daging dalam minyak dapat menambah lemak jenuh dan kalori dalam hidangan.
 
Maka disarankan untuk mengolah daging sapi dengan cara dipanggang, direbus, atau dikukus. Selain itu Anda juga bisa menumisnya. Akan lebih baik bila menggunakan minyak yang sehat, seperti minyak zaitun, minyak kanola, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari.
 
6. Cara Mengonsumsi Daging Sapi dengan Benar
 
Lebih baik mengonsumsi daging sapi dengan sayuran berserat agar asupannya seimbang. Karena kandungan serat yang tinggi dalam sayur diketahui dapat mengurangi penyerapan kolesterol setelah mengonsumsi daging sapi.
 
Selain itu, hal perlu diketahui untuk wanita hamil, anak-anak, orang lanjut usia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah tidak disarankan untuk mengonsumsi daging setengah matang.  Sebaiknya pastikan daging benar-benar matang agar lebih terasa manfaatnya.
 
Untuk Anda yang memiliki masalah kesehatan tertentu, misalnya penyakit jantung, masalah ginjal, atau hipertensi, sebaiknya mengonsultasikan dengan dokter terlebih dulu untuk menyesuaikan cara dan batasan dalam konsumsi daging sapi sesuai kondisi Anda. 
 
Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyimpan, mengolah, dan mengonsumsi daging sapi yang baik dan benar. Jangan lupa juga untuk mengimbanginya dengan asupan sumber nutrisi lain agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari ancaman penyakit.
 
***
EDITOR: Novia Tri Astuti