← Beranda

6 Tanda Orang Dewasa yang Belum Matang Secara Emosional Menurut Psikologi, Salah Satunya Menghindari Tanggung Jawab

Risma Aris MayaSelasa, 28 Mei 2024 | 14.55 WIB
Ilustrasi perempuan yang marah dan tidak mampu mengatasi stress saat bekerja (freepik/jcomp)

JawaPos.com – Kedewasaan emosional adalah kemampuan yang diperoleh dan dikembangkan melalui kesadaran, pertumbuhan pribadi dan pengalaman hidup.

Meskipun kita sering mengaitkan kedewasaan dengan tanda-tanda fisik penuaan namun nyatanya ada beberapa orang bertambah tua tanpa harus tumbuh secara emosional.

Orang dewasa yang belum matang secara emosional bisa sulit dikenali apalagi jika Anda menjalin hubungan dengannya.

Berdasarkan psikologi, ada beberapa tanda ketidakdewasaan emosional pada orang dewasa.

Dilansir dari laman The Vessel, Selasa (28/5), berikut ada beberapa tanda orang dewasa yang belum matang secara emosional diantaranya :

1. Menghindari tanggung jawab

Kematangan emosi melibatkan kesediaan untuk mengambil tanggung jawab atas tindakan seseorang.

Hal ini adalah pengakuan bahwa setiap pilihan kita mempunyai konsekuensi.

Namun orang dewasa yang belum matang secara emosional sering kali mengabaikan tanggung jawab.

Mereka mungkin menyalahkan orang lain atas kegagalan mereka atau ketidakbahagiaan mereka.

Psikologi memberi tahu kita bahwa menghindari tanggung jawab lebih dari sekadar membuat frustasi tetapi penghalang bagi perkembangan emosional.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 28 Mei 2024: Mulai dari Kesehatan, Karier, Keuangan hingga Cinta

2. Kesulitan mengatasi stress

Orang dewasa yang belum matang secara emosional mengalami kesulitan mengatasi stress.

Mereka bahkan bisa bereaksi berlebihan terhadap ketidaknyamanan kecil atau kewalahan dalam menghadapi tantangan sehari-hari.

Intinya ketidakmampuan untuk mengelola stress ini secara efektif sering kali menyebabkan meningkatnya kecemasan dan ketidakstabilan emosi.

3. Keterampilan mendengarkan yang buruk

Salah satu ciri penting dari kematangan emosi adalah kemampuan mendengarkan.

Hal ini tidak hanya sekadar menunggu giliran Anda untuk berbicara atau merumuskan tanggapan Anda namun tentang Anda yang mendengarkan dengan tulus, memahami dan menunjukkan empati.

Orang dewasa yang belum matang secara emosional sering kali mengalami kesulitan untuk mendengarkan.

Mereka sering menyela, mengalihkan, dan fokus kembali dengan diri mereka sendiri. Bahkan mereka mengabaikan perasaan dan sudut pandang orang lain.

Perilaku ini tentu dapat menghambat komunikasi yang efektif dan menciptakan hambatan dalam membangun hubungan yang bermakna dan otentik.

4. Kesulitan mengekspresikan emosi

Mengekspresikan emosi kita dengan cara yang sehat dan produktif merupakan landasan kematangan emosi.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 28 Mei 2024: Mulai dari Kesehatan, Karier, Keuangan hingga Cinta

Hal ini membutuhkan kesadaran diri, keberanian, dan kemauan untuk menjadi rentan.

Orang dewasa yang belum matang secara emosional sering kali mengalami kesulitan mengungkapkan perasaanya.

Mereka cenderung menghentikan emosi daripada mengekspresikan emosi mereka secara konstruktif.

5. Kurangnya empati

Empati lebih dari sekadar memahami perasaan orang lain. Hal ini tentang melihat dunia melalui perspektif mereka, menghargai sudut pandang mereka dan menghargai pengalaman mereka sama seperti pengalaman kita sendiri.

Namun, orang dewasa yang belum matang secara emosional cenderung menunjukkan kurangnya empati.

Mereka mengalami kesulitan memahami atau membenarkan perasaan orang lain, terlalu fokus pada kebutuhan mereka sendiri atau mengabaikan pentingnya pengalaman orang lain.

6. Sibuk mencari validasi

Kematangan emosi melibatkan rasa harga diri yang kuat dan muncul dari dalam diri sendiri.

Hal ini tentang mengenali nilai bawaan kita dan tidak mengandalkan validasi eksternal untuk menentukan harga diri kita.

Namun orang dewasa yang belum matang secara emosional sering kali mencari persetujuan atau validasi dari orang lain.

Mereka cenderung mendasarkan nilai mereka pada pendapat orang lain, mencari pujian yang berlebihan atau merasa terancam oleh kritik.

EDITOR: Hanny Suwindari