← Beranda

5 Ciri-Ciri Orang yang Sedang Memiliki Kecemasan Terhadap Masa Depan Menurut Psikologi, Baik Pekerjaan Hingga Hubungan

Deva Fahira MaghfirohSelasa, 21 Mei 2024 | 20.41 WIB
Ciri-ciri orang yang memiliki kecemasan terhadap masa depan (Sumber Foto : ideapod)

JawaPos.com – Orang-orang mengatakan usia 20-an dan awal 30-an adalah seharusnya menjadi masa yang menyenangkan dan riang, tapi pada kenyataanya ini merupakan saat ketika banyak orang yang mulai merasa cemas tentang kehidupan mereka.

Perasaan cemas ini kemudian membuat kebanyakan orang akhirnya merasa terjebak atau benar-benar stress mengkhawatirkan masa depan mereka dan mempertanyakan segala sesuatu mulai dari pekerjaan hingga hubungan mereka.

Para ahli psikologi menyebut bahwa fase sulit ini sebagai masa ‘krisis seperempat kehidupan’ dan ternyata tidak jarang terjadi pada orang yang berusia pertengahan hingga akhir, 20-an hingga pertengahan 30-an.

Berikut ini, psikolog mengungkapkan ada 5 ciri-ciri orang yang tengah mengalami fase ini seperti dikutip melalui ideapod :

1. Menarik Diri dari Interaksi Sosial

Psikolog dan Konselor Kesehatan mental Dr. Jaclyn Gulota dan timnya mencatat bahwa penarikan dan isolasi adalah pertahanan umum dalam krisis seperempat kehidupan.

Ketika seseorang memilih menjauh dari interaksi sosial, itu adalah caranya melindungi dirinya dari penilaian yang dia pikir tidak dia dapatkan.

Dia mungkin menjauh karena dia tidak ingin menghadapi kenyataan ketidakbahagiaannya sendiri, terutama ketika melihat teman dan koleganya melanjutkan hidup mereka sementara dirinya masih terjebak mencari tahu apa yang diinginkan untuk dirinya sendiri. Hal ini berkaitan dengan ciri berikutnya.

2. Sering Membandingkan Hidupnya dengan Teman-temanya

Membandingkan kehidupan dengan orang lain, sering kali terjadi dalam Krisis seperempat kehidupan.

Peringatan dari Dr. Gulota, mengatakan bahwa berbahaya apabila terus-menerus membandingkan diri anda dengan orang lain.

Hal yang terbaik adalah fokus terhadap diri sendiri dan mengukur kesuksesan anda dengan nilai-nilai anda sendiri dari pada melawan standar orang lain.

3. Memiliki Ketakutan Dalam Mengambil Keputusan

Ciri selanjutnya, seperti kehilangan komitmen, seorang yang mengalami Krisis seperempat kehidupan akan merasa lumpuh ketika dihadapkan dengan pengambilan Keputusan, tak peduli seberapa besar atau kecil.

Mereka tiba-tiba menjadi sangat takut akan kegagalan yang hampir selalu menjadi penyebab mereka terlalu khawatir tentang membuat pilihan yang salah.

Masyarakat sering memberikan banyak tekanan pada anak muda untuk membuat Keputusan secara cepat, masalahnya tekanan ini sering menjadi boomerang membuat orang tersebut membeku dan takut untuk bergerak ke segala arah, alih-alih bergerak maju.

4. Kurangnya Motivasi yang tiba-tiba

Jika anda merasa dorongan terhadap minatnya yang tiba-tiba menurun, itu adalah tanda dari krisis seperempat kehidupan menurut terapis ahli.

Penurunan motivasi ini mungkin disebabkan oleh kekecewaan dengan gaya hidupnya saat ini atau bisa juga dia menyadari bahwa tujuan sebelumnya sekarang tidak relevan atau tidak dapat dicapai.

Ini bukan tentang kemalasan, tetapi merasa terputus dari ambisi masa lalunya yang tidak lagi selaras dengan dirinya.

Hal yang menakutkan dengan ini jika tidak ditangani adalah dapat menyebabkan stagnan atau selamanya tidak puas, siklus yang hanya dapat menyebabkan perasaan tersesat dan tidak terarah untuk berlama-lama.

5. Merasa Kewalahan dengan Segala Tanggung Jawab

Ketika bertransisi ke masa dewasa, kita semua terpukul dengan kenyataan keras bahwa kita memiliki banyak tanggung jawab, ditambah dengan campuran harapan Masyarakat yang sangat luar biasa.

Sering kali dihadapkan dengan berbagai pertanyaan, seperti ‘Kapan kamu akan menikah?’, ‘dimana kamu bekerja’, ‘apakah kamu sudah membeli rumah?’.

Dr. Gulota dan timnya menyarankan bahwa apabila sedang dihadapkan dengan situasi ini maka hal terbaik yang harus dilakukan adalah berlatih memecah tonggak Sejarah dan fokus pada tujuan yang realistis dan dapat dicapai serta tetaplah berpegang pada kata-kata John Lennon :

‘Semuanya akan baik-baik saja pada akhirnya, Jika tidak baik-baik saja, itu bukan akhir,’

EDITOR: Hanny Suwindari