← Beranda
BMKG Ungkap Alasan Imlek Identik dengan Hujan, Simak Juga Arti Hujan Saat Imlek di Tahun Naga Kayu 2024
Mellyna Putri DiniarSabtu, 10 Februari 2024 | 17.20 WIB
Ilustrasi lampion terkena hujan./(Freepik/hngstrm)

JawaPos.com – Tahun Baru Imlek adalah perayaan yang menandai awal tahun baru menurut kalender lunar atau penanggalan lunisolar, yang digunakan oleh orang-orang Tionghoa.

Pada tahun 2024, Tahun Baru Imlek jatuh pada tanggal 10 Februari, yang juga menandai awal Tahun Naga menurut zodiak Tiongkok.

Milyaran orang di Tiongkok dan di seluruh dunia akan merayakannya dengan mengenakan pakaian merah, menghias rumah mereka dengan lentera merah, dan mengikuti tarian naga tradisional.

Namun, ada satu hal yang sering dikaitkan dengan perayaan Imlek, yaitu hujan.

Mengapa Imlek identik dengan hujan? Apa arti hujan saat Imlek? Dan bagaimana jika tahun baru Imlek tidak hujan? Berikut ini adalah penjelasannya.

Arti Hujan Saat Tahun Baru Imlek

Dilansir dari abc.net.au, Sabtu (10/2), hujan saat Imlek sering dianggap sebagai pertanda baik, yang melambangkan turunnya berkah, keberuntungan, dan kemakmuran.

Menurut ahli Feng Shui, hujan disimbolkan sebagai Dewi Kwan Im yang sedang menyiram bunga Mei Hwa, yang ditanam menjelang Imlek.

Bunga Mei Hwa adalah bunga yang berwarna merah dan putih, yang melambangkan kebahagiaan dan kemurnian. Bunga ini juga dianggap sebagai bunga nasional Tiongkok, yang memiliki arti sejarah dan budaya yang dalam.

Selain itu, hujan saat Imlek juga berkaitan dengan sejarah etnis Tionghoa yang mayoritas bekerja sebagai petani.

Mereka menggantungkan hidup dengan berkebun, sehingga hujan dianggap sebagai berkah yang membawa hasil panen yang melimpah.

Konon, perayaan Imlek berawal dari cara petani Tiongkok menyambut musim semi, yang merupakan musim panen.

Perayaan rasa syukur itu dilakukan karena mereka merasa dipenuhi keberkahan, mulai dari hasil panen melimpah hingga musim semi yang indah. Perayaan Imlek bahkan juga dikenal sebagai Festival Musim Semi.

Baca Juga: 5 Pemain Malut United FC dengan Nilai Pasar Termahal di Liga 2, No 4 Eks Kapten Persebaya Surabaya

Bagaimana Jika Tahun baru Imlek Tidak Hujan?

Jika Imlek tidak hujan, apakah itu berarti tidak ada berkah atau keberuntungan? Tentu saja tidak. Meskipun hujan saat Imlek dianggap sebagai pertanda baik, tidak hujan saat Imlek tidak berarti pertanda buruk.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang dilansir dari website resmi kota bandung, bandung.go.id, Sabtu (10/2), tahun Baru Imlek selalu jatuh antara akhir Januari dan awal Februari, yang merupakan puncak musim hujan di Indonesia. Namun, cuaca bisa berubah-ubah, dan tidak selalu hujan di setiap daerah.

Meskipun demikian, hal ini tidak mengurangi makna dan semangat perayaan Imlek, yang tetap mengusung tema perubahan dan harapan.

Tahun 2024 adalah tahun Naga, yang melambangkan kekuatan, kemuliaan, kehormatan, keberuntungan, dan kesuksesan.

Naga adalah satu-satunya makhluk mitos yang ditampilkan dalam zodiak kepercayaan Tiongkok, dan merupakan tanda yang sangat beruntung yang bersedia mengambil risiko untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Jadi, baik hujan maupun tidak hujan saat Imlek, yang terpenting adalah kita tetap bersyukur, berdoa, dan berusaha untuk mencapai cita-cita dan impian kita di tahun yang baru ini.

Selain hujan, ada juga tradisi lain yang dilakukan saat Imlek, seperti memasang lampion merah, memberi angpao, dan menonton barongsai. Lampion merah melambangkan kehangatan, kebahagiaan, dan harapan.

Tahun Naga Kayu 2024 juga memiliki makna tersendiri bagi orang-orang yang lahir di bawah shio naga atau shio lainnya.

Menurut pakar feng shui, tahun Naga Kayu adalah tahun yang penuh dengan perubahan, tantangan, dan peluang.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Terima kasih telah membaca artikel di atas dan selamat merayakan Tahun Baru Imlek bersama keluarga dan orang terdekat Anda!

EDITOR: Hanny Suwindari