← Beranda

Mengenal Golongan Darah A, B, AB, dan O! Mulai dari Karakteristik, Peran, Hingga Risiko Penyakit

Leni Setya WatiKamis, 1 Februari 2024 | 23.00 WIB
Ilustrasi golongan darah (sumber: Pixabay)

JawaPos.com - Setiap orang memiliki golongan darah yang berbeda-beda. Golongan darah sendiri merupakan sebuah sistem klasifikasi yang mengelompokkan darah berdasar keberadaan antigen atau antibodi pada permukaan sel darah merah.

Darah diklasifikasikan menjadi empat golongan, yakni golongan darah A, golongan darah B, golongan darah AB, dan golongan darah O.

Masing-masing golongan darah tersebut juga memiliki karakteristik, peran, dan risiko penyakit yang berbeda-beda.

Seperti yang dilansir JawaPos.com dari umsu.ac.id, pada Kamis (1/2), berikut karakteristik, peran, dan risiko penyakit dari setiap golongan darah:

1. Golongan darah A

Golongan darah A hanya memiliki antigen A pada sel darah merahnya dan antibodi anti-B dalam plasmanya.

Sedangkan untuk risiko penyakit yang rentan terkena pada jenis golongan darah A ini adalah stres, kanker perut, kanker pankreas, diabetes tipe 2

2. Golongan darah B

Golongan darah B hanya memiliki antigen B pada sel darah merahnya dan antibodi anti-A dalam plasmanya.

Sedangkan risiko penyakit yang lebih tinggi terkena pada golongan darah B adalah diabetes tipe 2, kanker pankreas, dan infeksi bakteri Helicobacter pylori.

3. Golongan darah AB

Golongan darah AB memiliki antigen A dan B pada sel darah merahnya, serta tidak memiliki antibodi anti-A ataupun anti-B dalam plasmanya.

Pemilik golongan darah AB merupakan penerima darah universal. Hal itu dikarenakan pemilik golongan darah tersebut mampu menerima transfusi darah dari golongan darah A, B, AB, dan O.

Kondisi tersebut disebabkan karena absennya antibodi A dan B pada golongan darah AB. Golongan darah yang dapat menerima transfusi darah dari semua golongan darah lainnya ini termasuk golongan darah yang langka.

4. Golongan darah O

Golongan darah O ini tidak memiliki antigen pada sel darah merahnya dan memiliki antibodi anti-A dan anti-B dalam plasmanya.

Sebelumnya, pemilik golongan darah O dapat mendonorkan darahnya kepada semua golongan, mulai dari golongan darah A, B, AB, dan O.

Tapi sekarang sudah tidak dianjurkan lagi karena potensi reaksi transfusi darah, namun golongan darah O tersebut masih dapat digunakan dalam keadaan darurat.

Sebagai informasi, pendonor dengan Rh negatif bisa mendonorkan darah kepada orang dengan status Rh negatif dan Rh positif, sementara pendonor Rh positif hanya bisa mendonorkan darah kepada penerima dengan status Rh positif.

EDITOR: Hanny Suwindari