JawaPos.com – Nyamuk adalah serangga yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti malaria, Zika, dan demam berdarah. Oleh karena itu, banyak orang yang ingin menghindari gigitan nyamuk.
Namun, apakah Anda tahu bahwa nyamuk ternyata memiliki preferensi terhadap golongan darah manusia?
Ya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa nyamuk lebih tertarik untuk menggigit orang bergolongan darah O daripada golongan darah lainnya, dilansir dari Healthline, Rabu (31/1).
Golongan darah adalah penanda genetik yang menentukan jenis antigen yang ada di permukaan sel darah merah. Antigen adalah zat yang dapat memicu respons imun jika asing bagi tubuh.
Ada empat golongan darah utama, yaitu A, B, AB, dan O. Golongan darah A memiliki antigen A, golongan darah B memiliki antigen B, golongan darah AB memiliki antigen A dan B, dan golongan darah O tidak memiliki antigen A atau B.
Selain itu, ada juga faktor Rh atau Rhesus, yaitu protein yang ada atau tidak ada di permukaan sel darah merah.
Jika ada, maka golongan darah ditambahkan tanda positif (+), jika tidak ada, maka ditambahkan tanda negatif (-). Misalnya, A+, A-, B+, B-, O+, O-, AB+, dan AB-.
Golongan darah O positif adalah golongan darah yang paling umum, sedangkan golongan darah O negatif adalah golongan darah yang paling langka.
Baca Juga: Benarkah Golongan Darah O Lebih Mudah Terkena HIV? Penelitian Ungkap Fakta Sebenarnya
Lalu, Mengapa Nyamuk Lebih Suka Menggigit Orang Bergolongan Darah O?
Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Entomology pada tahun 2004, hal ini disebabkan oleh zat sekresi tubuh dari pemilik golongan darah O yang lebih menarik bagi nyamuk.
Zat sekresi tubuh adalah zat kimia yang dikeluarkan oleh tubuh melalui keringat, air liur, atau air mata. Zat sekresi tubuh dapat menunjukkan golongan darah seseorang.
Orang bergolongan darah O sebenarnya mengeluarkan antigen H, yaitu prekursor dari antigen A dan B.
Penelitian tersebut menemukan bahwa nyamuk lebih tertarik pada orang yang mengeluarkan antigen H daripada antigen A.
Dengan kata lain, nyamuk lebih tertarik pada orang bergolongan darah O daripada golongan darah A dan lainnya.
Penelitian lain yang dilakukan di Sri Lanka pada tahun 2019 juga mendukung temuan ini. Penelitian tersebut menyediakan sampel darah dari empat golongan darah dalam wadah yang berbeda.
Hasilnya, nyamuk lebih memilih untuk menghisap darah dari wadah yang berisi golongan darah O daripada wadah lainnya.
Namun, golongan darah bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi daya tarik nyamuk. Ada juga faktor lain, seperti suhu tubuh, warna pakaian, jenis kulit, karbon dioksida, bau badan, dan status kehamilan.
Baca Juga: Kreatif dan Jago Berimajinasi, Golongan Darah B Cocok Jadi Seorang Penulis
Semua faktor ini dapat mempengaruhi aroma, panas, dan gerakan tubuh manusia, yang menjadi sinyal bagi nyamuk untuk mencari mangsa.
Untuk mencegah gigitan nyamuk, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, seperti menggunakan obat nyamuk, mengenakan pakaian berwarna terang dan menutupi kulit, menghindari tempat yang lembap dan gelap, dan menjaga kebersihan tubuh.
Jika sudah terlanjur digigit nyamuk, segera obati luka gigitan dengan antiseptik atau salep anti-gatal.
Jika mengalami gejala penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, seperti demam, ruam, nyeri sendi, atau muntah, segera periksakan diri ke dokter.
***