JawaPos.com – Tak perlu meragukan nama Jenny Yohana Kansil di dunia mode Indonesia dan global. Selain sukses dengan karya-karyanya, tangan dingin Jenny juga berhasil menelurkan desainer-desainer ternama Indonesia.
Sebut saja, desainer Julianto dan Tities Sapoetra, merupakan dua dari ribuan desainer, yang berhasil mencetuskan namanya usai belajar di Istituto di Moda Burgo Indonesia, yang didirikan Jenny. Namun, siapa sangka, Jenny justru pernah merasa dirinya tidak berbakat di dunia mode yang kini membesarkan namanya.
Saat peluncuran buku biografi ‘Jejak Inovatif Jenny Yohana Kansil-Desainer & Pendiri Istituto di Muda Burgo Indonesia’, Jenny mengungkapkan kalau dirinya tidak berbakat untuk mengarungi panggung mode. Apalagi akan mendirikan tempat belajar yang bermanfaat bagi industri fashion Indonesia.
Baca Juga: Rumah Produksi Film Porno di Jaksel Raup Keuntungan hingga Rp 500 Juta
Namun, ungkapnya, untuk berkarya di dunia mode bukan hanya butuh bakat tapi juga keahlian. “Skill atau keahlian itu bisa dipelajari,” ujar Jenny baru-baru ini.
Untuk itu, ia membagikan kisah perjuangannya dari nol di dunia mode dalam buku setebal 168 halaman. Baginya, tekad kuat dan kemahirannya merespons kesempatan, telah membuka jalan untuk mendirikan Istituto di Moda Burgo Indonesia, the first Italian fashion school that brings Italian know-how in Indonesia.
Dengan kata lain, Jenny juga menikmati perannya sebagai pendidik selain pengusaha di dunia mode. Ia membagikan perjuangan bagaimana harus mampu menangkap visi dari setiap murid dan membantu mewujudkannya.
Diakuinya, murid yang masuk Istituto di Moda Burgo Indonesia, harus mampu mempelajari sistem dan bahkan membuatnya serta mengikutinya.Sebab faktanya memang banyak manufaktur yang tidak mau bekerjasama dengan desainer Indonesia.
“Ini karena cara kerjanya yang 'koboi'," lanjut Jenny.
Dalam bukunya, Jenny juga bercerita bagaimana ia membawa Batik Durian khas Lubuklinggau di Emerging Talents Milan Fashion Show pada 2021. Setelah melalui perjalanan berliku, Jenny pun berhasil meraih penghargaan yang mengukuhkan namanya sebagai desainer. Jenny meraih penghargaan 'The Genius of Gianni Versace Award' di Milan, 21 September 2022.
Dalam penutup buku, Jenny menyatakan kesuksesan bukanlah titik untuk berhenti.
"Keberanian adalah aset berharga. Termasuk berani bermimpi, berani gagal, dan berani mencoba kesempatan yang paling sulit," demikian kalimat inspiratif Jenny yang dijadikannya pembuka buku.