← Beranda

7 Tips Aman Minum Kopi Saat Sahur agar Puasa Tetap Aman dan Lancar

Novia HerawatiSenin, 23 Februari 2026 | 13.03 WIB
Ilustrasi orang minum kopi saat sahur. (Freepik)

JawaPos.com - Saat Ramadhan, kebiasaan minum kopi sering ikut terbawa ke waktu sahur. Secangkir kopi hangat di dini hari terasa menggoda, apalagi untuk mengusir kantuk sebelum kembali beraktivitas.

Namun, tak sedikit yang ragu, apakah minum kopi saat sahur aman? Apakah bisa membuat tubuh lebih cepat haus?

Kabar baiknya, kopi tetap bisa dinikmati saat sahur asalkan dikonsumsi dengan bijak. Kuncinya ada pada porsi, waktu minum, dan kondisi tubuh masing-masing.

Berikut beberapa tips aman agar kopi tetap jadi teman sahur tanpa mengganggu kelancaran puasa:

1. Kenali Efek Kafein pada Tubuh

Kopi mengandung kafein yang bekerja sebagai stimulan sistem saraf pusat. Itulah sebabnya setelah minum kopi, tubuh terasa lebih segar dan fokus meningkat. Efek ini tentu membantu bagi yang harus beraktivitas sejak pagi.

Namun, kafein juga memiliki efek diuretik ringan yang bisa membuat kita lebih sering buang air kecil.

Jika cairan tubuh tidak tercukupi, risiko dehidrasi bisa meningkat dan rasa haus datang lebih cepat saat puasa. Karena itu, penting memahami bagaimana tubuh bereaksi terhadap kopi.

2. Batasi Hanya Satu Cangkir

Menikmati kopi saat sahur, cukup satu cangkir saja terutama jika jenis kopi yang dikonsumsi cukup pekat.

Terlalu banyak kafein bisa memicu jantung berdebar, perut tidak nyaman, bahkan membuat tubuh terasa gelisah.

Selain itu, konsumsi berlebihan juga dapat memengaruhi kualitas istirahat setelah sahur. Padahal, tidur yang cukup tetap dibutuhkan agar tubuh kuat menjalani puasa.

3. Pilih Jenis Kopi yang Lebih Ringan

Jika lambung Anda sensitif, hindari kopi hitam pekat saat sahur. Pilih kopi dengan kadar kafein lebih rendah atau varian decaf (tanpa kafein). Alternatif lain, tambahkan sedikit susu agar rasa lebih lembut di lambung.

Pilihan yang lebih ringan membantu meminimalkan risiko asam lambung naik, terutama bagi yang memiliki riwayat maag atau GERD.

4. Jangan Minum Saat Perut Kosong

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah langsung minum kopi saat bangun tidur. Padahal, kopi dalam kondisi perut kosong bisa memicu produksi asam lambung berlebih.

Sebaiknya konsumsi makanan utama sahur terlebih dahulu, yang lengkap dengan karbohidrat kompleks dan protein, baru kemudian menikmati kopi. Cara ini membantu melindungi lambung dari efek iritasi.

5. Pastikan Hidrasi Cukup

Karena kopi memiliki efek diuretik, imbangi dengan air putih yang cukup. Idealnya, minum satu hingga dua gelas air putih sebelum atau setelah minum kopi. Dengan hidrasi yang baik, risiko dehidrasi saat puasa bisa ditekan.

6. Dengarkan Respons Tubuh

Setiap orang punya toleransi kafein berbeda. Jika setelah minum kopi Anda merasa tidak nyaman seperti jantung berdebar, perut perih, atau sulit tidur - itu tanda perlu mengurangi atau bahkan menghentikan konsumsi kopi saat sahur.

7. Perhatikan Waktu Istirahat

Kafein bisa bertahan dalam tubuh selama beberapa jam. Jika Anda berencana tidur lagi setelah sahur, pastikan kopi tidak terlalu pekat agar kualitas tidur tetap terjaga.

Minum kopi saat sahur bukan hal yang dilarang, asalkan dilakukan secara cerdas dan seimbang.

Dengan membatasi porsi, memilih jenis yang lebih ringan, serta menjaga asupan cairan, kopi tetap bisa menjadi bagian dari rutinitas sahur tanpa mengganggu puasa.

 

EDITOR: Bayu Putra