JawaPos.com - Perayaan Tahun Baru Imlek di Medan selalu menghadirkan suasana khas yang penuh warna.
Selain dekorasi merah dan emas yang menghiasi sudut kota, satu hal yang tak pernah terlewatkan adalah tradisi kuliner.
Bagi masyarakat Tionghoa Peranakan, makanan bukan sekadar pengisi perut, melainkan simbol doa, harapan, dan keberuntungan di tahun yang baru.
Baca Juga: Imlek di Yogyakarta? Makan Apa? Ini 5 Kuliner yang Paling Dicari
Kota Medan dikenal luas sebagai salah satu pusat kuliner terbaik di Indonesia. Saat Imlek tiba, sejumlah tempat makan Tionghoa Peranakan justru semakin ramai diburu.
Mulai dari sajian mi panjang umur, kwetiau simbol kelimpahan, hingga dimsum yang identik dengan kebersamaan keluarga.
Berikut ini lima kuliner Tionghoa Peranakan di Medan yang paling banyak dicari dan kerap menjadi tujuan wajib saat perayaan Imlek dilansir dari Google Maps.
Baca Juga: Cari Kuliner Imlek di Singkawang? Ini 7 Tempat yang Mulai Ramai Dikunjungi
1. Bakmi Hock Seng — Mi Panjang Umur Favorit Warga Medan
Bakmi Hock Seng telah lama menjadi ikon kuliner Tionghoa Peranakan di Medan. Sajian bakmi di tempat ini dikenal dengan tekstur mi yang kenyal, tidak mudah putus, serta racikan bumbu sederhana namun kaya rasa.
Saat Imlek, bakmi menjadi simbol panjang umur dan kehidupan yang berkelanjutan. Tak heran jika banyak keluarga memilih menyantap bakmi Hock Seng sebagai bagian dari tradisi menyambut tahun baru.
Meski tampilan menunya terlihat sederhana, cita rasa yang konsisten membuat tempat ini selalu dipadati pelanggan setia.
2. Kwetiau Ateng — Aroma Wok Hei yang Menggoda
Nama Kwetiau Ateng sudah sangat akrab di telinga pencinta kuliner Medan. Kwetiau diolah dengan teknik memasak dengan api besar sehingga menghasilkan aroma wok hei yang kuat dan menggugah selera.
Perpaduan kwetiau lembut, bumbu yang gurih, serta topping yang melimpah menjadikan hidangan ini digemari lintas generasi.
Dalam tradisi Tionghoa, kwetiau kerap dimaknai sebagai lambang kelimpahan dan rezeki yang mengalir. Itulah sebabnya, saat Imlek, Kwetiau Ateng selalu menjadi salah satu tempat makan yang paling ramai dikunjungi.
3. Mie Zhou (周家麵 – Zhou’s Noodles) — Cita Rasa Autentik Khas Keluarga
Mie Zhou atau Zhou’s Noodles menawarkan pengalaman kuliner Tionghoa yang autentik. Mengusung resep keluarga yang telah dijaga turun-temurun, mi di tempat ini memiliki karakter rasa yang khas dan berbeda.
Tekstur mi yang pas dipadukan dengan kuah dan topping sederhana membuat sajian ini terasa hangat dan menenangkan.
Menyantap mi saat Imlek dipercaya membawa keberuntungan serta kelancaran dalam menjalani tahun yang baru. Tak heran jika Mie Zhou selalu menjadi tujuan utama pencinta mi di Medan, khususnya saat perayaan Imlek.
4. Mie Pangsit Ahoi — Favorit untuk Menu Kumpul Keluarga
Mie Pangsit Ahoi dikenal dengan pangsit berisi daging yang padat dan gurih. Mi yang lembut berpadu dengan kuah kaldu ringan menjadikan hidangan ini cocok disantap bersama keluarga besar.
Dalam tradisi Tionghoa, pangsit sering dihubungkan dengan simbol kemakmuran dan rezeki.
Oleh karena itu, Mie Pangsit Ahoi kerap menjadi pilihan menu saat Imlek, baik untuk makan bersama di tempat maupun dibawa pulang sebagai hidangan keluarga.
5. Haikou Dimsum Petisah — Sajian Wajib di Momen Imlek
Tak lengkap rasanya merayakan Imlek tanpa menikmati dimsum. Haikou Dimsum Petisah menjadi salah satu destinasi favorit untuk menikmati aneka dimsum khas Tionghoa di Medan.
Mulai dari siomay, hakau, hingga aneka kukusan lainnya, semua disajikan dalam kondisi hangat dan segar.
Dimsum identik dengan tradisi makan bersama dan berbagi kebahagiaan. Saat Imlek, tempat ini hampir selalu dipadati pengunjung yang ingin merayakan momen spesial bersama keluarga dan kerabat.
Kuliner Tionghoa Peranakan, Lebih dari Sekadar Makanan
Kuliner Tionghoa Peranakan di Medan tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga menyimpan nilai budaya dan filosofi yang mendalam.
Setiap sajian mengandung makna doa akan kesehatan, keberuntungan, serta kemakmuran di tahun yang baru.
Bagi Anda yang sedang berada di Medan atau berencana menghabiskan Imlek di kota ini, mencicipi lima kuliner Tionghoa Peranakan tersebut bisa menjadi cara terbaik untuk merasakan hangatnya tradisi sekaligus kekayaan rasa khas Medan.