← Beranda

Wisata Kuliner di Purwakarta: Sate Maranggi, Sambal Hejo, hingga Es Ciming yang Viral

Raisal Fani IsmailSelasa, 30 September 2025 | 20.09 WIB
Sate maranggi. (YouTube Rumah Canda Melki)

JawaPos.com – Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dikenal memiliki beragam destinasi wisata, terutama kuliner dengan cita rasa khas.

Wilayah yang dulu populer dengan sebutan Kota Pensiunan ini menawarkan suasana asri dan sejuk karena dikelilingi pegunungan.

Selain panorama alam yang indah, Purwakarta juga menyimpan kekayaan kuliner dengan rasa autentik yang membuat wisatawan betah berlama-lama.

Salah satu yang tak boleh dilewatkan adalah sate maranggi, kuliner ikonik daerah ini. Artis sekaligus reviewer makanan, Melki Bajaj, bahkan menjelajahi langsung berbagai spot kuliner khas Purwakarta.

Pengalaman Melki dalam menikmati kuliner di Purwakarta dibagikan melalui kanal YouTube Rumah Canda Melki, yang menyoroti keunikan rasa dan suasana setiap tempat makan yang ia kunjungi.

Baca Juga: 5 Kuliner Malam Lezat di Malioboro Jogja yang Wajib Dicoba

1. Sate Maranggi

Kalau membicarakan kuliner khas Purwakarta, Jawa Barat, nama pertama yang hampir selalu muncul adalah Sate Maranggi. Hidangan legendaris ini sudah menjadi ikon daerah dan menjadi daya tarik utama wisatawan.

Melki Bajaj, aktor sekaligus reviewer makanan, membagikan pengalamannya mencicipi sate maranggi di Rumah Makan Hj. Yetty, salah satu tempat yang paling populer. Ia menilai sate maranggi memiliki keunikan dibanding sate pada umumnya karena dagingnya lebih dulu direndam dalam bumbu sebelum dibakar.

Menurut Melki, teknik ini membuat sate terasa nikmat dimakan begitu saja, tanpa perlu tambahan sambal. Ciri khas lainnya di Rumah Makan Hj. Yetty adalah penggunaan tomat segar yang membuat rasa semakin istimewa.

Meski biasanya ia lebih sering memesan sate sapi, kali ini Melki mengaku takjub dengan sate kambing maranggi yang disebutnya benar-benar juara.

2. Sambal Hejo Sambal Dadak (SHSD)

Perjalanan kuliner Melki berlanjut ke Sambal Hejo Sambal Dadak (SHSD), rumah makan khas Sunda yang sudah memiliki banyak cabang, termasuk di Jakarta. Meski begitu, cabang Purwakarta diyakini punya cita rasa paling otentik.

Selain menyajikan makanan dengan rasa khas Sunda, SHSD juga menghadirkan nuansa tradisional dengan dekorasi antik yang membawa pengunjung seolah kembali ke masa lalu.

Menu andalan di sini adalah Ayam Goreng Basah, yakni ayam kampung yang hanya digoreng sebentar sehingga menghasilkan tekstur khas. Hidangan ini biasanya dinikmati bersama dua sambal legendaris, yaitu Sambal Dadak dan Sambal Hejo.

Selain ayam, berbagai menu pelengkap seperti ikan peda, jengkol, hingga lalapan leunca juga menjadi favorit para pengunjung.

3. Es Ciming, Penutup Segar

Petualangan kuliner di Purwakarta belum lengkap tanpa mencoba minuman legendaris yang kini sedang viral, yakni Es Ciming.

Minuman ini menawarkan kesegaran berbeda dari es campur biasa. Isinya terdiri dari cendol, cincau, kacang hijau, dan potongan roti, menghasilkan rasa yang disebut sebagai perpaduan antara es teler dan es doger.

Yang membuat Es Ciming unik adalah penggunaan kacang hijau alih-alih kelapa, sehingga memberikan tekstur serta sensasi berbeda. Dengan harga hanya Rp15.000 per porsi, Es Ciming menjadi pilihan sempurna untuk menutup santap kuliner pedas di Purwakarta.(*) 

 

EDITOR: Siti Nur Qasanah