JawaPos.com - Mojokerto mungkin tampak kecil di peta Jawa Timur, tapi jangan remehkan pesonanya.
Kota ini bukan hanya saksi bisu kejayaan Kerajaan Majapahit, melainkan juga surga kuliner dengan cita rasa autentik khas Indonesia.
Lewat kanal YouTube Rumah Canda Melki, kita diajak berjalan-jalan mencicipi hidangan khas Mojokerto yang bikin perut keroncongan sekaligus hati hangat.
Sarapan Otentik: Sego Jagung
Perjalanan kuliner dimulai dari sebuah warung sego jagung sederhana yang jadi favorit warga lokal.
Nasi jagung hangat disajikan dengan aneka lauk seperti tempe, mendol (atau “menjeng” dalam bahasa setempat),
bakwan jagung, ikan asin, hingga sambal segar yang baru dibuat saat dipesan.
Suasana warung yang sederhana membuat siapa saja merasa seperti kembali ke rumah nenek di desa.
Tekstur nasi jagung yang lembut dengan aroma khasnya berpadu sempurna dengan sambal mangga pedas segar.
Selain rasanya yang nikmat, sego jagung juga dikenal lebih sehat dan membuat kenyang lebih lama.
Bakwan Erna, Legenda Sejak 1964
Belum lengkap ke Mojokerto tanpa mampir ke Bakwan Erna, salah satu kuliner legendaris yang sudah ada sejak tahun 1960-an.
Sajian ini mirip bakso Malang, dengan kuah bening gurih yang segar dan tidak berlemak.
Satu porsi terdiri dari aneka isi seperti tahu bakso, siomay, bakso goreng, dan bakso polos.
Keistimewaannya bukan hanya pada rasa, tapi juga konsistensi kualitas yang terjaga puluhan tahun.
Tidak heran kalau warung ini selalu ramai dan direkomendasikan banyak orang sebagai destinasi kuliner wajib di Mojokerto.
Segar Manis Tape Ketan Ireng
Dari hidangan gurih, Melki beralih ke minuman tradisional yang menyegarkan: tape ketan ireng.
Terdiri dari ketan hitam, tape, dan kuah manis hasil fermentasi yang ditambah es batu, minuman ini menghadirkan rasa segar unik.
Meski berbahan dasar tape, kuahnya tidak membuat mabuk, justru jadi pelepas dahaga yang cocok dinikmati di siang terik.
Onde-onde Bok Lim, Ikon Mojokerto
Kalau bicara oleh-oleh, nama onde-onde Bok Lim sudah pasti jadi primadona.
Onde-onde yang gurih dan legit ini tidak hanya tersedia dengan isian kacang hijau klasik, tapi juga varian modern seperti durian, pisang, keju, cokelat, hingga taro.
Digoreng hangat-hangat, teksturnya renyah di luar dan lembut manis di dalam.
Onde-onde ini bukan sekadar camilan, melainkan simbol identitas kuliner Mojokerto yang sudah dikenal hingga ke luar daerah.
Mojokerto, Kecil Tapi Berkesan
Selain kulinernya, Mojokerto juga menyuguhkan nuansa kota kecil yang bersahaja, dengan pasar tradisional yang masih hidup, bangunan bersejarah berarsitektur kolonial, hingga ruang terbuka hijau yang nyaman.
Tak heran, kunjungan ke kota ini selalu meninggalkan kesan mendalam: sederhana, tapi bikin betah.
Jadi, kalau kamu berkunjung ke Mojokerto, jangan lupa cicipi sego jagung, mampir ke Bakwan Erna, segarkan diri dengan tape ketan ireng, lalu pulang membawa oleh-oleh onde-onde Bok Lim. Mojokerto mungkin kecil, tapi cita rasa kulinernya besar dan membekas lama di ingatan.