← Beranda

Benarkah Pasta Gigi Bisa Mengobati Luka Bakar? Ini Fakta Medis dan Cara Penanganan yang Tepat

Ahmad Harsya AlindraRabu, 12 November 2025 | 15.04 WIB
Ilustrasi seorang pria yang sedang mengobati lengannya yang mengalami luka bakar menggunakan pasta gigi. (Freepik)

JawaPos.com - Luka bakar adalah kerusakan pada jaringan kulit yang disebabkan oleh paparan panas api, listrik atau radiasi sinar matahari dalam intensitas berlebih. Kondisi ini dapat memengaruhi lapisan kulit bagian luar, bahkan hingga jaringan yang lebih dalam seperti otot dan tulang, tergantung pada tingkat keparahannya.

Luka bakar tidak hanya menimbulkan rasa nyeri dan kemerahan, tetapi juga dapat menyebabkan pembengkakan, melepuh, hingga kehilangan jaringan pada kasus yang parah. Umumnya, luka bakar terjadi akibat kelalaian seseorang atau musibah yang memang sulit untuk diprediksi.

Di masyarakat Indonesia, ketika menjumpai korban luka bakar biasanya seseorang akan menyarankan mengolesinya dengan pasta gigi. Hal ini diyakini ampuh, karena pasta gigi punya efek menyejukan yang cukup kuat. Namun, apakah faktanya benar demikian? Mari simak penjelasan berikut ini.

Fakta Mengenai Kaitan Pasta Gigi dan Luka Bakar

Saat digunakan, pasta gigi umumnya menimbulkan sensasi segar dan dingin di dalam mulut. Efek ini berasal dari kandungan bahan aktif di dalamnya, seperti sodium fluoride, baking soda dan menthol.

Sensasi inilah yang sering kali menimbulkan anggapan keliru bahwa pasta gigi dapat digunakan sebagai pertolongan pertama pada luka bakar di kulit. Dikutip dari Alodokter, kandungan bahan tersebut justru berpotensi memperparah kondisi luka bakar dan menghambat proses penyembuhan.

Ketika pasta gigi dioleskan pada luka bakar, panas pada kulit justru dapat terperangkap dan membuat luka menembus hingga lapisan kulit yang lebih dalam. Terlebih jika tangan yang mengoleskan pasta gigi tidak bersih, risiko infeksi pada area luka akan meningkat dan proses penyembuhan pun menjadi lebih lama.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pasta gigi sebagai pertolongan pertama untuk luka bakar merupakan mitos dan sebaiknya dihindari. Setelah mengetahui tentang fakta ini, diharapkan untuk tidak lagi melakukan kesalahan serupa dan bagikan informasi ini kepada orang di sekitar mu.

Upaya Mengatasi Luka Bakar yang Tepat

Perawatan luka bakar bertujuan untuk meredakan rasa nyeri, mencegah terjadinya infeksi, serta mempercepat proses penyembuhan kulit. Dikutip dari Halodoc, berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menangani luka bakar dengan tepat.

1. Membasuh dengan Air Mengalir

Langkah awal yang perlu dilakukan saat mengalami luka bakar ringan adalah mengalirkan air dingin (bukan air es) pada area yang terkena selama kurang lebih 20 menit. Setelah itu, bersihkan bagian kulit yang terbakar menggunakan sabun dan air dingin untuk mencegah infeksi dan membantu proses penyembuhan.

Baca Juga: Waspada Frostbite! Luka Bakar Dingin Bisa Merusak Jaringan Permanen, Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

2. Melakukan Kompres Dingin

Gunakan kompres dingin dengan kain bersih yang telah dibasahi, lalu tempelkan pada area luka bakar. Langkah ini dapat dilakukan selama 5 hingga 15 menit dan manfaatnya yaitu membantu meredakan nyeri serta mengurangi pembengkakan. Hindari penggunaan kompres yang terlalu dingin, karena suhu ekstrem justru dapat memperparah iritasi pada kulit yang terbakar.

3. Memberikan Salep Antibiotik

Penggunaan salep atau krim antibiotik dapat membantu mencegah terjadinya infeksi pada luka bakar. Oleskan salep antibiotik seperti Bacitracin atau Neosporin pada area luka, lalu tutup dengan plastik pembungkus, perban, atau kain steril yang tidak mudah rusak.

4. Mengolesi dengan Gel Lidah Buaya

Gel lidah buaya dikenal efektif membantu penyembuhan luka bakar ringan karena memiliki sifat anti-inflamasi, meningkatkan aliran darah, dan mencegah pertumbuhan bakteri. Jika ingin menggunakannya, oleskan gel lidah buaya murni langsung dari daunnya ke area luka atau bisa gunakan produk gel aloevera kemasan.

5. Jauhi dari Paparan Matahari Langsung

Usahakan untuk melindungi kulit yang luka dari paparan langsung sinar matahari. Kulit yang mengalami luka bakar menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari, sehingga sebaiknya ditutupi dengan pakaian agar tidak semakin teriritasi. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah