JawaPos.com - Bawang adalah salah satu jenis tanaman umbi yang banyak digunakan sebagai bumbu dasar masakan di berbagai belahan dunia. Beberapa jenis bawang yang umum dikenal antara lain bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay.
Selain digunakan sebagai tambahan bumbu masakan, bawang juga kaya akan senyawa bioaktif, terutama allicin pada bawang putih yang memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antioksidan.
Kandungan vitamin dan mineral di dalam bawang, seperti vitamin C, vitamin B6, kalium, dan mangan, menjadikannya bermanfaat untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, bawang tidak hanya berfungsi sebagai bahan masakan, tetapi juga dikenal dalam pengobatan tradisional.
Kaitan Bawang dengan Bau Badan
Keterkaitan bawang dengan bau badan muncul karena senyawa sulfur yang tidak seluruhnya diproses di dalam hati. Saat dikonsumsi, senyawa sulfur dalam bawang, akan dipecah oleh tubuh dan menghasilkan zat sampingan yang bisa keluar melalui keringat, napas, maupun urine.
Proses inilah yang sering membuat tubuh seseorang mengeluarkan bau khas setelah makan bawang. Terlebih jika bercampur dengan bakteri di permukaan kulit, aroma tajam yang khas bisa semakin terasa.
Inilah sebabnya sebagian orang lebih cepat mengalami bau badan setelah mengonsumsi bawang, meskipun reaksi ini bisa berbeda-beda tergantung kondisi tubuh dan metabolisme masing-masing.
Pendapat Dokter Mengenai Hal Tersebut
Dikutip dari Alodokter, bau badan baru akan muncul ketika bakteri Staphylococcus hominis di kulit berkembang biak dan memecah protein dalam keringat menjadi asam. Selain dipicu oleh bakteri, kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon androgen dalam tubuh.
Pada dasarnya, setiap jenis rempah bisa menimbulkan aroma tertentu, tetapi efeknya akan berbeda pada tiap orang. Mengonsumsi bawang khususnya bawang putih sebenarnya tidak masalah, asalkan jumlahnya tidak berlebihan dan diimbangi dengan menjaga kebersihan kulit dan tubuh.
Cara yang bisa dilakukan untuk mencegah bau badan yaitu dengan mandi dua kali sehari, atau mandi lagi ketika tubuh terasa kotor dan berkeringat. Setelah mandi atau saat pakaian basah, segera ganti dengan pakaian yang bersih agar tubuh tetap segar.
Penggunaan deodoran anti bakteri maupun parfum juga dapat membantu mengurangi bau badan tidak sedap. Selain itu, usahakan berada di tempat yang sejuk atau membawa kipas agar tubuh tidak mudah berkeringat berlebihan.
Baca Juga: Mengenal Balint Syndrome: Gangguan Neurologis Langka yang Memengaruhi Persepsi Visual
Makanan Lain yang Menyebabkan Bau Badan
Faktanya, bukan hanya bawang merah dan bawang putih yang dapat memicu timbulnya bau badan tidak sedap. Dikutip dari Halodoc dan HelloSehat, berikut adalah sejumlah jenis makanan lain yang sebaiknya dibatasi konsumsinya agar tubuh tidak mengeluarkan aroma menyengat:
1. Daging Merah
Daging merah tergolong sulit dicerna sehingga membutuhkan waktu lama dalam proses pencernaan. Sisa zat yang tertinggal di usus dapat berubah menjadi racun dan memicu bau badan. Oleh sebab itu, sebaiknya batasi konsumsi harian agar tidak menimbulkan masalah bau tubuh.
2. Gorengan
Gorengan memang digemari banyak orang, tetapi kandungan lemak dan minyak di dalamnya bisa mengganggu pencernaan. Gangguan ini berpotensi menimbulkan bau badan sekaligus bau mulut. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi gorengan tidak berlebihan.
3. Rempah-rempah
Jika mau mencegah bau badan, sebaiknya batasi konsumsi makanan berbumbu rempah. Saat dicerna, rempah-rempah menghasilkan gas sulfur yang dapat membuat keringat berbau tidak sedap.
4. Makanan Laut (Seafood)
Mengonsumsi seafood berlebihan dapat memicu bau badan, meski tidak terjadi pada semua orang. Kondisi ini umumnya dialami penderita trimetilaminuria, yaitu gangguan metabolisme yang membuat tubuh sulit memproses senyawa tertentu dalam seafood, sehingga menimbulkan aroma amis seperti ikan.
5. Minuman Beralkohol
Alkohol yang dikonsumsi berlebihan dapat memicu bau badan karena diubah tubuh menjadi asetat beraroma kuat. Semakin banyak diminum, semakin tinggi kadar asetat yang memengaruhi bau tubuh. Selain itu, alkohol juga mengurangi jumlah bakteri baik di mulut sehingga menimbulkan bau mulut. (*)