← Beranda

Intip 7 Cara Efektif Mencegah Cedera Anak Saat Bermain di Luar Ruangan Agar Tetap Aman dan Sehat

Nurul FitriyahSelasa, 6 Mei 2025 | 07.29 WIB
Anak-anak juga bisa menjajal mobil listrik. (Istimewa)

JawaPos.com – Musim panas sering dimanfaatkan anak-anak untuk bermain di luar ruangan sehingga penting memahami langkah pencegahan cedera.

Pencegahan cedera adalah upaya sistematis untuk mengurangi risiko luka fisik saat beraktivitas.

Menurut National Safety Council (NSC), lembaga keselamatan nasional di Amerika Serikat, cedera anak luar ruangan paling sering terjadi saat bermain tanpa perlengkapan pelindung.

Mengetahui cara pencegahan cedera anak saat bermain di luar ruangan membantu menjaga kesehatan dan keselamatan mereka.

Berikut 7 cara efektif mencegah cedera anak saat bermain di luar ruangan agar tetap aman dan sehat dilansir dari laman Northflboneandjoint, Senin (5/5):

1. Pengawasan Orang Dewasa

Pengawasan langsung dapat mengurangi resiko kecelakaan serius ketika anak bermain di taman, bersepeda, atau bermain skateboard. Orang dewasa perlu memeriksa peralatan bermain, termasuk kondisi ayunan, perosotan, dan permukaan tanah.

Periksa suhu peralatan agar anak tidak mengalami luka bakar pada kulit. Pastikan anak mematuhi aturan bermain yang sesuai usia.

2. Peralatan Sesuai Usia

Baca Juga: Karier dan Finansial Melesat Jauh, 7 Shio Berikut Bakal Dihantam Rezeki Emas Setiap Hari

Peralatan bermain harus disesuaikan dengan usia agar kemampuan fisik dan mental anak selaras dengan aktivitasnya. Anak usia kecil lebih aman bermain di taman dengan alas karet atau serpihan kayu.

Hindari membiarkan anak menaiki papan luncur atau sepeda terlalu besar yang tidak sesuai dengan tinggi badannya. Sesuaikan pula perlengkapan keselamatan seperti helm dan pelindung siku sesuai ukuran tubuh.

3. Pemeriksaan Perlengkapan

Memeriksa kondisi sepeda, skuter, atau skateboard sebelum digunakan sangat penting untuk mencegah kerusakan mendadak. Pastikan rem berfungsi, baut tidak longgar, dan stang terpasang kuat.

Ajarkan anak memeriksa perlengkapan mereka secara mandiri seiring bertambahnya usia. Gunakan alas kaki tertutup dengan sol anti selip agar tidak terpeleset.

4. Gunakan Perlindungan Tubuh

Helm, pelindung pergelangan tangan, bantalan siku, dan lutut membantu mengurangi resiko cedera serius. Pastikan helm terpasang rapat di kepala dan tidak longgar.

Pilih pelindung yang dirancang sesuai standar keselamatan internasional. Hindari membawa benda keras di saku saat memakai perlindungan tubuh.

5. Hindari Kondisi Berbahaya

Permukaan licin, tidak rata, atau terlalu padat meningkatkan risiko jatuh dan cedera. Jangan biarkan anak bermain skateboard di jalan setapak ramai atau area penerangan minim.

Sepeda sebaiknya tidak digunakan di malam hari tanpa lampu khusus. Ajarkan anak mengenali situasi berbahaya agar dapat berhati-hati.

6. Latihan di Tempat Aman

Taman skate yang dikelola profesional menyediakan lingkungan terkontrol untuk belajar skateboard. Tempat ini memiliki staf berpengalaman dan akses cepat ke pertolongan medis.

Biarkan anak berlatih secara bertahap untuk meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri. Hindari penggunaan jalur landai buatan sendiri yang berpotensi berbahaya.

7. Edukasi dan Komunikasi

Memberikan edukasi tentang keselamatan pada anak membantu membentuk kebiasaan baik sejak dini. Jelaskan pentingnya memakai perlindungan tanpa menakut-nakuti.

Bangun komunikasi terbuka agar anak merasa nyaman melaporkan kerusakan perlengkapan. Dukungan keluarga berperan penting dalam menciptakan kebiasaan aman.

Langkah pencegahan cedera anak saat bermain di luar ruangan membantu menciptakan pengalaman menyenangkan tanpa resiko serius.

EDITOR: Hanny Suwindari