← Beranda

Daftar Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ketika Memasuki Usia 50 Tahun, Agar Hidup Lebih Sehat dan Bugar

Dina Nursalma AbdiSelasa, 25 Juni 2024 | 01.22 WIB
ilustrasi makanan yang harus dihindari saat berusia 50 tahun. /Freepik

 

JawaPos.com - Mengatur pola makan dengan baik sangat penting, terutama bagi orang yang sudah berusia lanjut.

Perubahan dalam sistem pencernaan dan metabolisme dapat mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Menghindari makanan tertentu dan memilih makanan yang sehat dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung yang lebih umum pada usia lanjut.

Selain itu, pola makan yang buruk juga dapat menyebabkan masalah seperti malnutrisi, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Menjaga asupan nutrisi yang cukup dan seimbang adalah kunci untuk mendukung produksi dan aktivitas sel-sel kekebalan tubuh serta antibodi, yang sangat penting untuk menjaga kesehatan optimal di usia lanjut.

Dikutip dari halodoc dan Dinkes Banjar Kota, inilah beberapa makanan yang harus dihindari saat sudah berusia 50 tahun agar hidup lebih sehat.

Baca Juga: Tetap Cantik dan Bugar Meski Menginjak Usia 50 Tahun, 7 Rutinitas Pagi ini Wajib Dilakukan Perempuan Lansia

Daging dan telur mentah

Makanan mentah seperti daging merah, ikan mentah, atau telur mentah memang bisa mengandung risiko tertentu bagi kesehatan, terutama pada orang yang sudah lanjut usia.

Ini disebabkan karena makanan mentah belum melalui proses memasak yang dapat membunuh bakteri patogen yang mungkin ada di dalamnya.

Daging merah mentah misalnya, dapat mengandung bakteri seperti E. coliSalmonella, atau parasit yang dapat menyebabkan infeksi dan penyakit.

Begitu juga dengan ikan mentah yang bisa mengandung bakteri atau parasit laut yang berbahaya jika tidak dimasak dengan baik.

Telur mentah dapat mengandung Salmonella, yang dapat menyebabkan keracunan makanan jika tidak dimasak.

Baca Juga: Menyesal Tak Tahu Sejak Muda, Inilah 8 Nasihat yang Ingin Didengar Lebih Awal Bagi Lansia

Susu yang tidak dipasteurisasi

Susu yang tidak dipasteurisasi memang sering dianggap memiliki nilai gizi yang lebih tinggi karena kandungan mineralnya yang utuh.

Namun, susu yang tidak melalui proses pasteurisasi dapat mengandung bakteri berbahaya seperti Salmonella, E. coli, dan bakteri lainnya yang dapat menyebabkan infeksi makanan.

Mengonsumsi susu yang sudah dipasteurisasi adalah cara yang lebih aman untuk memastikan bahwa susu tersebut bebas dari bakteri berbahaya dan aman untuk dikonsumsi oleh orang lanjut usia.

Mereka sebaiknya menghindari susu yang tidak dipasteurisasi atau produk susu lainnya yang tidak melalui proses pasteurisasi untuk mengurangi risiko infeksi dan masalah kesehatan lainnya.

Makanan tinggi sodium

Konsumsi garam berlebihan dapat menjadi masalah serius bagi orang lanjut usia, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Garam mengandung natrium, dan konsumsi natrium yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan stroke.

Baca Juga: Tampil Keren di Usia Tua, Inilah 6 Warna Pakaian Terbaik Bagi Lansia Umur 50 Tahun

Para ahli merekomendasikan agar orang lanjut usia, khususnya yang berusia di atas 71 tahun, membatasi asupan natrium mereka menjadi tidak lebih dari 1,2 gram per hari.

Hal ini dapat membantu mengontrol tekanan darah dan mengurangi risiko komplikasi kesehatan yang terkait dengan tekanan darah tinggi.

Kafein

Kafein memang memiliki efek yang perlu diperhatikan terutama bagi orang lanjut usia, terutama jika mereka memiliki masalah jantung atau gangguan tidur.

Kafein adalah stimulan yang dapat meningkatkan denyut jantung, menyebabkan jantung berdetak lebih cepat atau tidak teratur.

Hal ini dapat menjadi masalah serius bagi orang yang sudah memiliki kondisi jantung yang sudah bermasalah.

Kafein tidak hanya ditemukan dalam kopi, tetapi juga dalam teh, beberapa minuman bersoda, cokelat, dan bahkan dalam beberapa obat, termasuk obat penghilang rasa sakit atau obat penambah energi.

Oleh karena itu, penting bagi orang lanjut usia untuk memperhatikan asupan kafein mereka dan mungkin membatasinya jika merasa efeknya mengganggu kesehatan atau kualitas tidur mereka.

Baca Juga: Lansia Wajib Coba! Beberapa Permainan untuk Melatih Daya Ingat, Beserta Penjelasan Para Ahli

Soda dan minuman manis

Konsumsi minuman soda dan minuman penambah stamina lainnya yang tinggi gula dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan, terutama bagi orang lanjut usia atau mereka yang memiliki risiko prediabetes atau diabetes tipe 2.

Sebagai contoh, satu porsi minuman cola berukuran 12 ons mengandung sekitar 39 gram gula, yang setara dengan hampir 10 sendok teh gula.

Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat dan dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes atau memperburuk kondisi yang sudah ada seperti prediabetes.

Makanan rendah lemak

Lemak sehat memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama bagi orang lanjut usia.

Meskipun ada tren untuk menghindari lemak sepenuhnya demi kesehatan, sekarang kita lebih memahami bahwa tidak semua lemak sama.

Baca Juga: Bagus Bagi Lansia, Inilah 5 Kebiasaan Gaya Hidup Agar Terasa Lebih Muda di Usia Senja

Lemak sehat, seperti yang ditemukan dalam ikan berlemak (seperti salmon, sarden), kacang-kacangan (seperti almond, kenari), biji-bijian, dan minyak zaitun, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Bagi orang lanjut usia, penting untuk memilih makanan yang mengandung lemak sehat sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Ini termasuk memilih minyak zaitun untuk memasak, menambahkan ikan berlemak ke dalam diet, serta mengonsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, dan avokad sebagai sumber lemak sehat.

Karbohidrat olahan

Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh, namun penting untuk memilih jenis karbohidrat yang tepat, terutama bagi orang lanjut usia atau siapa pun yang ingin menjaga kesehatan glikemik.

Karbohidrat olahan seperti roti putih, pasta, dan nasi putih mengalami proses pengolahan yang menghilangkan sebagian besar serat dan nutrisi lainnya.

Baca Juga: 5 Makanan yang Perlu Dihindari oleh Lansia dan Alternatif Makanan Sehat yang Dapat Mereka Pilih

Akibatnya, karbohidrat ini cenderung dicerna lebih cepat oleh tubuh, menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang cepat dan kemudian penurunan yang juga cepat, yang dapat mengakibatkan rasa lapar yang cepat kembali.

Oleh karena itu, untuk menjaga kesehatan yang optimal, disarankan untuk memilih karbohidrat kompleks sebagai bagian dari pola makan sehari-hari, seperti gandum utuh, beras merah, quinoa, oatmeal, dan sayuran yang tinggi serat.

Ini akan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, memberikan energi yang lebih berkelanjutan, dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Alkohol

Meskipun beberapa studi menunjukkan manfaat potensial dari konsumsi alkohol dalam jumlah sedang, terlalu banyak alkohol dapat berisiko meningkatkan berbagai masalah kesehatan, terutama pada usia lanjut.

Mengingat risiko ini, penting bagi orang dewasa di atas 50 tahun untuk membatasi konsumsi alkohol sesuai dengan rekomendasi kesehatan.

Rekomendasi umum adalah tidak lebih dari satu minuman standar per hari untuk wanita dan tidak lebih dari dua minuman standar per hari untuk pria.

Satu minuman standar biasanya setara dengan 12 ons bir, 5 ons anggur, atau 1,5 ons minuman berbasis keras dengan kadar alkohol 40%.

 ***

EDITOR: Novia Tri Astuti