JawaPos.com - Buang Air Besar (BAB) berdarah umumnya membuat seseorang khawatir mengalami penyakit berat. Gejala itu salah satunya menjadi awal penyakit wasir atau ambeien. Gejala awalnya biasanya ditandai adanya darah pada feses, biasanya sangat umum terjadi pada pria maupun perempuan.
Dalam webinar bersama RSUI 'Kenali Gangguan Saluran Cerna, Apakah Selalu Berbahaya?', Dokter Spesialis Bedah Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Aris Ramdhani, Sp.B, mengatakan bahwa permasalahan buang air besar cukup sering dihadapi terutama pada orang yang usianya diatas 25 tahun. BAB berwarna hitam dan berdarah dapat menjadi tanda adanya gangguan saluran pencernaan, dan membutuhkan tindakan endoskopi untuk mendiagnosisnya.
Apa saja gejala umumnya?
Seseorang dikatakan mengalami ambeien saat BAB abnormal, terdapat bantalan pada anus yang keluar dan menyebabkan gejala mengedan yang membuat keluarnya benjolan dan gangguan pola BAB. Penyebabnya masih belum jelas dan dapat dipastikan dengan anuskopi (hanya membuka sedikit anus, dengan teropong kecil).
Pengobatannya
Pengobatan ambien tergantung pada derajat penyakitnya, dapat dilakukan dengan non bedah atau bedah. Sekitar 15 persen pasien ambeien yang membutuhkan tindakan pembedahan, sisanya dapat ditangani dengan modifikasi pola hidup.
"Ubah pola hidup dan pemberian laxative untuk melembutkan feses, merendam dengan cairan antiseptik, pemberian anti nyeri, menjaga kebersihan daerah anus, serta pemberian krim steroid untuk mengurangi pembengkakan agar tidak nyeri,” tutur dr. Aris.
Haruskah selalu berujung operasi? Menurut dr. Aris tindakan operasi dilakukan jika kondisi ambeien tidak merespon terhadap terapi konservatif berulang, dan terjadi prolaps (penonjolan) dari hemoroid dan membutuhkan reduksi manual.
Cara Mencegahnya
Salah satunya misalnya dengan meningkatkan konsumsi serat dan air putih. Tak hanya pada seseorang pada umumnya, pencegahan ambeien atau wasir pada ibu hamil juga penting.
Menurutnya, umumnya pembuluh vena di anus pada ibu hamil melebar akibat adanya peningkatan tekanan di bagian perut, sehingga aliran darah lebih lambat, dan terjadi penumpukan dan penggumpalan di daerah tersebut. Sehingga disarankan agar seseorang dan juga ibu hamil lebih meningkatkan asupan serat baik sayur-sayuran dan buah serta minum air putih yang cukup.