JawaPos.com–Setelah Omicron sedikit mereda, kali ini muncul kembali subvarian Omicron BA.2. Eropa mulai melaporkan kenaikan kasus akibat subvarian itu. AS diprediksi akan mengalami hal yang sama.
BA.2 diyakini lebih menular dan memicu kenaikan kasus 3 kali lipat hanya dalam 2 minggu. Dilansir dari Deseret, Kamis (24/3), varian tersebut telah menyebar ke seluruh dunia.
Seseorang yang terinfeksi bisa mengalami gejala. Studi ZOE Covid-19 baru-baru ini melaporkan dalam rilis data baru bahwa rata-rata ada sekitar 258.155 kasus Covid-19 bergejala di Inggris Raya. Menurut penelitian, sekitar 1 dari 24 orang di Inggris saat ini memiliki kasus Covid-19 bergejala.
”Kasus baru juga meningkat di semua kelompok umur, dengan peningkatan yang mengkhawatirkan pada kelompok usia yang lebih tua dan lebih rentan,” kata studi tersebut.
”Kasus Covid-19 sekarang berada pada tingkat tertinggi yang pernah dicatat oleh ZOE Covid Study,” kata peneliti Profesor Tim Spector.
Menurut dia, dunia perlu menunggu beberapa minggu untuk melihat dampak pada peningkatan rawat inap. Akan tetapi jumlahnya sudah mulai meningkat.
Faktanya, data baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menunjukkan bahwa kasus Covid-19 dari subvarian BA.2 telah meningkat 3 kali lipat setiap dua minggu di negara tersebut seperti laporan ABC News. Ahli penyakit menular Anthony Fauci mengatakan, peningkatan kasus mungkin bisa terjadi.
”Saya rasa kita mungkin melihat peningkatan dalam kasus di Amerika Serikat,” kata Anthony Fauci kepada KGTV.