← Beranda

Ganasnya Kanker Payudara Jenis Tripel Negatif

Banu AdikaraKamis, 21 Oktober 2021 | 23.28 WIB
Ilustrasi deteksi dini kanker payudara untuk mendeteksi benjolan.
JawaPos.com - Penyakit kanker payudara terdiri dari beberapa jenis. Salah satunya yang perlu diketahui adalah kanker payudara subtipe tripel negatif (TNBC). Kanker payudara jenis ini dikenal lebih agresif dari jenis kanker payudara subtipe lainnya.

Dalam rangka bulan kesadaran kanker payudara, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bersama Merck Sharp & Dohme (MSD), menyosialisasikan pentingnya kewaspadaan terhadap kanker payudara.
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP mengatakan kanker payudara sebagai kanker dengan kejadian tertinggi di dunia dan di Indonesia perlu menjadi perhatian serius seluruh unsur masyarakat.

"Hal ini karena pengobatan kanker, termasuk kanker payudara, pada stadium lanjut amatlah mahal dan sulit," kata Aru, secara daring, Kamis (21/10).

Ahli lainnya, Prof. DR. dr. Ami Ashariati, SpPD.-KHOM, menjelaskan saat kanker payudara didiagnosis melalui tes pencitraan dan biopsi, sel-sel kanker akan diteliti untuk fitur tertentu. Jika sel-sel kanker tidak memiliki reseptor estrogen atau progesteron, dan juga tidak memproduksi protein HER2, maka kanker ini dikategorikan sebagai jenis kanker payudara tripel negatif.

"Kanker ini sangat agresif sebab tumbuh begitu cepat dan dapat tumbuh kembali meski setelah diobati," kata Prof Ami.

Apa Saja Gejalanya Kanker Payudara Tripel Negatif?


Gejala TNBC serupa dengan jenis kanker payudara lainnya. Di antaranya, seperti benjolan baru di payudara atau ketiak, penebalan atau pembengkakan pada bagian payudara. Lalu iritasi atau lesung pipit pada kulit payudara, kulit kemerahan atau bersisik di area puting atau payudara, puting tertarik ke dalam atau nyeri di area puting, keluarnya cairan dari puting selain ASI, termasuk darah.

"Ada perubahan ukuran atau bentuk payudara, ataupun nyeri di setiap area payudara," jelas Ami.

Kewaspadaan terhadap penyakit kanker payudara secara umum menjadi sangat penting mengingat hasil riset The International Agency for Research on Cancer yang mengeluarkan Global Cancer Incidence, Mortality and Prevalence 2020 atau yang kita kenal dengan GLOBOCAN 2020 menunjukkan bahwa kejadian baru kanker payudara di seluruh dunia menempati urutan pertama dengan sekitar 2,3 juta kasus baru dan 680 ribu kematian, sementara di Indonesia menempati peringkat terbanyak dengan kasus baru mendekati 66 ribu dan tingkat kematian lebih dari 22 ribu jiwa pada 2020.

Kanker payudara tripel negatif dikenal sebagai jenis kanker agresif yang tumbuh dengan pesat, sebab negatif dari estrogen, progesteron, dan juga HER2. TNBC cenderung sudah menyebar saat ditemukan, dan kemungkinan muncul kembali setelah dirawat lebih tinggi dibandingkan jenis kanker payudara lainnya.

TNBC menjadi penyebab sekitar 10-20 persen kasus kanker payudara secara total dan menyerang wanita dibawah usia 40 tahun. Menurut sebuah penelitian pada 2014, kejadian TNBC menjadi yang terbesar kedua di Indonesia di antara tipe kanker payudara lainnya dengan persentase 25 persen.

Berdasarkan data dari the American Cancer Society yang dikelola oleh the National Cancer Institute (NCI), secara keseluruhan tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk kanker payudara triple negative adalah 77 persen. Akan tetapi pasien kanker payudara triple negative stadium lanjut dengan metastasis jauh memiliki tingkat kelangsungan hidup 5 tahun yang jauh lebih rendah yaitu 12 persen.
EDITOR: Banu Adikara