← Beranda

Penyebab dan Tips Mengurangi Risiko Terkena Penyakit Jantung di Usia Muda

Muhammad Naufal AnwarRabu, 15 November 2023 | 13.29 WIB
Serangan Jantung di Usia Muda / Sumber : Freepik

JawaPos.com – Serangan jantung sering dikaitkan dengan orang tua. Umumnya, orang yang berusia 45 tahun ke atas lebih mungkin mengalami serangan jantung dibandingkan dengan orang yang berusia muda.

Namun, serangan jantung juga dapat terjadi pada orang muda, yang mengkhawatirkan, jumlah orang berusia muda yang terkena dampaknya telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir - terutama sejak pandemi COVID-19.

Dilansir dari Livestrong, berikut ini penjelasan penyebab serangan jantung pada usia muda.

Penyebab Serangan Jantung Meningkat pada Usia Muda

Terdapat berbagai macam hal yang dapat menyebabkan serangan jantung, tetapi ada sejumlah faktor risiko signifikan yang membuat seseorang mengalami serangan jantung.

Penyebab umum serangan jantung, meliputi kondisi kronis seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, kelebihan berat badan, perokok, dan memiliki riwayat keluarga yang mengidap serangan jantung.

Keterkaitan COVID dengan Penyakit Jantung

Selama dua tahun masa pandemi, terdapat sekitar 90.000 kematian akibat masalah terkait jantung untuk periode waktu itu. Kematian terkait jantung meningkat secara signifikan pada usia muda. Infeksi dari COVID juga dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung.

Risiko mengidap penyakit jantung setelah terinfeksi COVID-19 tetap tinggi, bahkan jika seseorang tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung lainnya.

Orang yang tidak divaksinasi setelah mengidap COVID-19 memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk terkena penyakit terkait jantung.

Infeksi COVID-19 dapat menyebabkan peradangan pada jantung yang menyebabkan aritmia dan kerusakan jantung. Hal ini meningkatkan risiko serangan jantung hingga mengalami gagal jantung.

Baca Juga: Bisa Cegah Kanker Payudara hingga Atasi Diabetes, Berikut 7 Tanaman Herbal yang Wajib Kamu Tanam di Rumah

Peradangan merupakan salah satu kemungkinan penyebabnya, tetapi ada juga kaitannya dengan infeksi COVID-19 dan tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor risiko serangan jantung.

Penyebab Lebih Banyak Orang Usia Muda yang Berisiko Terkena Penyakit Jantung

COVID-19 bukanlah satu-satunya penyebab meningkatnya risiko penyakit jantung dan serangan jantung pada orang usia muda.

Risiko tersebut sebenarnya telah terjadi sejak tahun 2009 adanya peningkatan yang stabil dalam faktor risiko seperti diabetes, obesitas dan tekanan darah tinggi pada usia muda.

Diabetes merupakan faktor risiko tinggi untuk terkena serangan jantung dini. Gula darah yang tinggi menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, sehingga memungkinkan terjadinya penyumbatan lemak pada arteri.

Penderita diabetes juga mungkin menderita kondisi kesehatan kronis lainnya yang menambah risiko serangan jantung, seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol yang tinggi.

Tekanan darah tinggi, dikenal sebagai hipertensi merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung dan serangan jantung, dan hal ini meningkat lebih cepat pada usia muda daripada usia lanjut.

Selain itu, kondisi berat badan yang berlebihan juga dapat membuat seseorang berisiko terkena serangan jantung.

Bagaimana Cara Menurunkan Risiko Serangan Jantung bagi Usia Muda?

Banyak faktor risiko terkena serangan jantung, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, gaya hidup yang tidak sehat, aktif merokok. Berikut cara menurunkan risiko serangan jantung bagi usia muda.

1. Aktif Berolahraga

Olahraga sekitar 150 menit atau lebih setiap minggu dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Beberapa olahraga terbaik untuk kesehatan jantung, antara lain berlari, menari, berjalan, tenis, bersepeda.

Baca Juga: 6 Makanan Penyebab Vertigo Kambuh, Nomor 2 Ternyata Keseringan Ngopi dan Ngeteh

2. Berhenti Merokok

Nikotin dalam rokok merupakan zat yang meningkatkan risiko serangan jantung. Merokok juga meningkatkan tekanan darah, meningkatkan detak jantung, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.

Beberapa langkah berikut ini bisa dilakukan untuk berhenti merokok, seperti terapi pengganti nikotin, hindari pemicu yang membuat keinginan merokok, mengunyah permen karet, berjalan-jalan saat keinginan untuk merokok muncul.

3. Dapatkan Vaksinasi

Setelah masa pandemi, beberapa orang yang telah mendapatkan vaksin COVID lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami serangan jantung setelah terinfeksi COVID.

Hal ini mungkin disebabkan karena vaksin tersebut mengurangi efek inflamasi COVID dan juga mengurangi risiko terkena COVID yang parah.

4. Ketahui Riwayat Penyakit di Keluarga

Risiko serangan jantung yang diturunkan tidak dapat diubah, tetapi jika semakin banyak mengetahui, maka akan semakin siap menghadapinya.

5. Mengonsumsi Makanan yang Menyehatkan Jantung

Pertahankan pola makan untuk menyehatkan jantung yang mencakup berbagai jenis asupan yang kaya akan nutrisi, seperti buah-buahan dan sayuran, kacang-kacangan atau polong-polongan lainnya, daging dan ikan tanpa lemak, produk susu rendah lemak atau bebas lemak, biji-bijian utuh.

Mengonsumsi lebih banyak makanan ini dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan makanan cepat saji yang kurang bergizi juga akan membantu menjaga berat badan yang sehat dan membantu mencegah kondisi kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

6. Kelola Stres

Stres tidak dapat dihindari, tetapi semakin mampu mengendalikan tingkat stres, semakin membuat hati bahagia.

Mengatasi stres juga dapat membuat kondisi tubuh menjadi tidak cepat menua. Cara ini dapat mengurangi stres yang mudah untuk dilakukan, seperti ambil napas dalam-dalam, memainkan musik yang ceria, menghabiskan waktu dengan hewan peliharaan, melakukan aktivitas yang menjadi hobi.

EDITOR: Hanny Suwindari