← Beranda

Benarkah Penggunaan Bra Kawat Menjadi Sebab Timbulnya Kanker Payudara pada Wanita ?

Elista Ita YustikaKamis, 2 November 2023 | 14.11 WIB
Ilustrasi: bra

JawaPos.com - Kanker payudara merupakan kanker nomor satu bagi para wanita, yang sangat mempengaruhi kesehatan dan akhirnya dapat menyebabkan kematian wanita.

Banyak pernyataan yang beredar mengenai pemakaian bra berbahan kawat yang sering disangkut pautkan dengan kasus kejadian kanker payudara pada wanita.

Beredarnya kabar ini tentu memunculkan kekhawatiran dari para wanita terutama pengguna bra kawat.

Pernyataan yang beredar tersebut tidak mungkin muncul begitu saja tanpa ada sebab yang jelas dan dapat diterima oleh orang awam.

Dikutip JawaPos, pada dasarnya bra kawat memang cenderung lebih ketat saat digunakan.

Dan penggunaan bra ketat seperti ini diketahui dapat menyebabkan kanker payudara.

Bra yang terlalu ketat dapat memberikan tekanan pada sistem limfatik payudara sehingga menyebabkan racun terperangkap di jaringan payudara dan menyebabkan kanker.

Selain itu, bra yang ketat dianggap dapat menghalangi aliran getah bening dari dada bagian bawah sehingga tidak bisa kembali ke tubuh.

Namun ternyata, pernyataan-pernyataan di atas bukan merupakan fakta yang sebenarnya.

Sampai saat ini, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa memakai bra kawat dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker payudara.

Faktanya, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention menunjukkan bahwa bra kawat tidak ada hubungannya dengan kanker payudara.

Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa risiko terkena kanker payudara sama sekali tidak dipengaruhi oleh jenis bra.

Sedangkan penyebab kanker payudara yang terbukti secara medis adalah faktor genetik, kurang aktivitas fisik, obesitas, dan timbulnya kanker payudara.

Penyebab lainnya yaitu berhenti menopause setelah usia 55 tahun, menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun, menjalani radioterapi terutama pada area dada, dan pengobatan hormon pasca menopause.

Penelitian diatas juga diperkuat dengan pernyataan dokter-dokter yang dikutip dari UAMS Health bahwa bra kawat atau pakaian dalam ketat lainnya tidak ada hubungannya dengan risiko kanker payudara.

Dalam keterangan Dr Budi Harapan Siregar, konsultan onkologi di Eka Hospital Bekasi juga memperkuat pernyataan ini dengan mengatakan bahwa penggunaan bra kawat menyebabkan kanker payudara adalah mitos.

Dr Budi juga menambahkan bahwa, "Meski sudah beredar di masyarakat, anggapan ini hanyalah sebuah mitos. Penggunaan bra yang ketat mungkin bisa menimbulkan rasa nyeri jika terlalu sering dikenakan," Rabu, (1/11).

Sehingga dapat disimpulkan bahwa, kabar yang beredar mengenai penggunaan bra kawat dapat memicu adanya kanker payudara itu adalah hoax.

EDITOR: Hanny Suwindari